Suka Nonton Drama Korea? Ternyata Bermanfaat Bagi Kesehatan Mental

Fresh | Senin, 27 September 2021 17:48

Reporter : Mutia Nugraheni

Asalkan menontonnya tidak maraton hingga pagi buta sampai kurang tidur.

Dream - Tak bisa ke bioskop, ke mal, jalan-jalan keluar kota selama pandemi, hiburan yang paling aman di selama di rumah adalah menonton serial. Banyak sekali tontonan menarik, yang bisa dinikmati, salah satunya adalah drama Korea (drakor).

Genre ceritanya pun beragam, akan semakin seru jika ditonton bersama keluarga. Menonton drama Korea ternyata bisa membawa dampak positif bagi kesehatan mental kamu, Sahabat Dream.

Dengan catatan, asalkan menontonnya tidak maraton hingga pagi buta sampai kurang tidur. Pilih saja drama Korea yang memiliki cerita lucu atau inspiratif. Menurut Gracia Ivonika, M.Psi., seorang psikolog, nonton drakor memiliki sederet manfaat bagi mental.

Penasaran? Yuk simak

1. Menyalurkan emosi
Menonton drama Korea dapat berpengaruh pada cara menyalurkan emosi. Ini karena adegan-adegan dalam drakor mengekspresikan berbagai macam emosi, yang mendorong penonton untuk memahami dan merasakan kondisi serupa.

Karena hal tersebut, kita mungkin bisa merasakan langsung emosi serupa dengan karakter yang ada di dalam drama. Hal ini baik untuk melatih mengendalikan emosi.

 

Suka Nonton Drama Korea? Ternyata Bermanfaat Bagi Kesehatan Mental
Nonton Drama Korea/ Foto: Shutterstock
2 dari 6 halaman

2. Redakan Stres

Dijelaskan oleh Gracia, jika sedang stres, kita memerlukan beberapa aktivitas yang sehat untuk mengatasi masalah tersebut. Salah satu aktivitas sehat yang dimaksud adalah dengan menonton drama Korea.

“ Menonton drama Korea umumnya menjadi bagian dari kegiatan refreshing. Hal ini bisa menjadi salah satu aktivitas yang dapat memperbaiki suasana hati dan meningkatkan perasaan positif,” kata Gracia.

Selain itu, menonton drama Korea juga bisa memicu pelepasan zat kimia otak, seperti serotonin dan dopamin. Kedua senyawa tersebut dapat membantu meringankan stres dan perasaan negatif lain yang mengacaukan suasana hati.

 

3 dari 6 halaman

3. Baik untuk Kerja Otak

Saat nonton drakor, otak juga bekerja dengan membayangkan adegan pada film tersebut. Hal ini dapat menjadi stimulasi yang baik untuk kerja otak. Agar manfaat menonton drama korea yang satu ini dapat dirasakan lebih optimal, disarankan menonton film dengan genre crime, suspense, dan thriller. Genre tersebut dikenal menantang dan memiliki cerita rumit, sehingga dapat membantu berpikir lebih teliti.

 

 

4 dari 6 halaman

4. Relaksasi Tubuh

Menonton drama Korea menjadi salah satu terapi untuk tubu yang sedang lelah. Kita dapat menghabiskan waktu bersantai sambil menonton adegan dan alur cerita bagus yang disukai.

 Nonton drama Korea© Shutterstock

Pilih serial yang ceritanya bisa membangun suasana hati. Selain itu, kita bisa sambil menikmati tontonan sambil mengonsumsi camilan yang disukai. Hal ini bisa membuat kita kembali bersemangat untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Selengkapnya baca di sini.

5 dari 6 halaman

Psikiater Ungkap 3 Pola Pikir yang Kerap Memicu Masalah Mental

Dream – Kondisi pandemi tak dipungkiri memicu banyak orang sadar akan pentingnya menjaga kesehatan mental. Level stres tinggi, kecemasan, dalam kondisi yang serba tak pasti sangat berisiko membuat orang menjadi depresi atau mengalami masalah mental.

Mengontrol pikiran dalam kondisi sehat saat ini memang tak mudah. Zulvia Oktaninda Syarif, seorang dokter spesialis kejiwaan atau psikiater mengungkap dalam akun Instagramnya, kalau ada tiga pikiran yang sebaiknya dihindari.

Tiga pola pikir kerap membuat seseorang stres, mengalami masalah cemas, bahkan depresi. Apa saja?

1. " I must be well"
Pola pikir ini memiliki kata kunci ‘saya harus…’. Lebih lanjut ia memberi contoh seperti saya harus baik, saya harus pintar, saya harus berhasil, dan masih banyak lagi.

2. " You (or people) must treat me well"
Kata kunci dalam pola pikir ini adalah ‘kamu/dia/mereka harusnya…..’. Lebih lanjut, dr. Vivi sapaan akrabnya, memberi contoh, seperti 'kamu harusnya mengerti saya', 'suami mesti paham', 'dia harus berubah', 'mereka mestinya mendukung saya', dan masih banyak lagi.

3. " Life must be fair"
Pola pikir ini memiliki kata kunci ‘hidup/situasi mestinya….’. Ia memberi contoh seperti hidup itu harusnya adil, 'gara-gara PPKM nih, kantor mestinya memfasilitasi saya" , dan masih banyak lagi.

6 dari 6 halaman

Pola pikir ini sama-sama mengandung keharusan. Dokter Vivi ini menyebutkan bahwa ada keharusan yang tidak rasional, disadari atau tidak disadari dan menjadi pola pikir yang menjebak lingkaran pikiran, perasaan serta perilaku yang tidak sehat.

“ Sesungguhnya tidak ada yang ‘harus’ di dunia ini. Semua itu kamu yang buat sendiri di kepalamu (bisa jadi terpengaruh dari caramu dibesarkan atau lewat pengalaman hidupmu),” tulis dokter Vivi dalam keterangan videonya.

Ia menambahkan ambisi dan motivasi sehat penting untuk memacu diri menjadi lebih baik. Ketiga pola pikir tersebut tidak sehat dan bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan mental seperti gangguan kecemasan (anxiety), depresi, atau gangguan lainnya.

" Mulai sadari mindsetmu. Ubah dengan cara bantah pikiranmu, debat pikiranmu, munculkan pemikiran lain yang lebih rasional. Bila sulit dilakukan sendiri, silakan cari bantuan profesional kesehatan mental ya," pesan dr. Vivi.

Laporan Elyzabeth Yulivia/ Sumber: dr. Vivi Syarif

 

Join Dream.co.id