Sudah Makan Tapi Masih Lapar, Kenapa?

Fresh | Sabtu, 20 Desember 2014 07:03
Sudah Makan Tapi Masih Lapar, Kenapa?

Reporter : Ervina

Meskipun sudah kenyang setelah makan besar, tidak jarang perut terasa masih lapar. Normalkah hal tersebut?

Dream - Selain membuat perut terasa kenyang, kandungan nutrisi dalam makanan dapat membantu tubuh melakukan proses metabolisme. Namun, tidak jarang meski telah makan berat perut terasa masih lapar.

Menghadapi hal ini, tidak sedikit yang menuruti keinginan untuk kembali mengisi perut dengan sejumlah makanan. Padahal sejatinya, perut Anda tidak selalu benar-benar lapar dan bisa dicegah dengan cara berikut seperti dilansir Healthmeup.

Kurang Serat
Waktu makan yang terbatas kerap dijadikan alasan untuk absen dari menu sayuran dan buah. Padahal, kedua makanan in sangat tinggi asupan nutrisi. Sayuran memiliki kandungan folat yang dapat mencegah tubuh mengalami depresi, kelelahan, obesitas dan kandungan vitamin K bisa menekan rasa lapar selepas makan.

Makanan Cepat Saji
Kandungan bahan kimia A atau BPA dalam beberapa jenis makanan cepat saji dan makanan kaleng dapat merusak leprin dalam tubuh. Sebagai pengaruhnya, tubuh akan terus merasa lapar karena minim nutrisi yang dapat mengenyangkan.

Dehidrasi
Jika kesibukan membuat Anda lupa untuk sering mengkonsumsi air putih, mulai ubahlah kebiasaan buruk tersebut. Terkadang tubuh sebenarnya bukan merasa lapar, tetapi lebih dehidrasi karena kurang asupan cairan. Cobalah untuk minum beberapa gelas air putih kemudian tunggu beberapa menit hingga tubuh merespon. Jika tubuh tidak merasa lapar setelahnya, berarti Anda hanya sedang dehidrasi bukan kelaparan.

'Lapar Mata'
Jejeran makanan yang dipajang di etalase rumah makan memang bertujuan untuk menarik minat pengunjung. Tidak jarang saat melewati toko camilan Anda terasa lapar karena melihat tampilan yang menarik atau aroma yang menggugah selera. Sebenarnya Anda tidak benar-benar lapar, karena hanya tertarik sesaat namun menganggap sinyal tersebut sebagai sebuah rasa lapar.

Terlalu Banyak Minum Soda
Minum berkarbonasi dapat menyebabkan tulang mengeropos lebih cepat, serta kandungan fruktosa tinggi bisa mempengaruhi otak dan selera makan. Bukan hanya itu, fruktosa juga bisa menghambat kemampuan tubuh terhadap leptin yang merupakan pengendali hormon untuk mentransfer informasi terkait keadaan perut. Jadi, usahakan untuk mulai mengurangi minuman soda dan menggantinya dengan air putih.

Terkait
(Deep Dream) Menteri PAN-RB Buka-bukaan Soal PNS Kerja dari Rumah dan Single Salary
Join Dream.co.id