Singapura Diperketat Lagi, RS Bersiap Hadapi Lonjakan Pasien Covid-19

Fresh | Jumat, 22 Oktober 2021 18:12

Reporter : Ahmad Baiquni

Kasus positif baru di Singapura terus meninggi dalam beberapa hari belakangan.

Dream - Singapura memutuskan memperpanjang kembali pengetatan kegiatan masyarakat selama satu bulan. Hal ini menyusul terjadinya lagi lonjakan kasus Covid-19 yang sangat tinggi.

Menteri Kesehatan Singapura, Lawrence Wong, mengatakan pengetatan diberlakukan hingga 21 November untuk menekan tingginya kasus baru. Pada Rabu kemarin, Singapura mencatatkan kasus harian mencapai 3.800 kasus.

" Sayangnya, mengingat tekanan yang terus berlanjut pada sistem perawatan kesehatan kami, lebih banyak waktu diperlukan untuk menstabilkan situasi," ujar Wong.

Dia mengatakan saat ini rumah sakit tengah bersiap menghadapi beban lebih berat, dengan jumlah pasien yang dirawat terus meningkat. Meski demikian, pihaknya terus melakukan upaya terbaik yang bisa dilakukan.

Wong juga menyatakan saat ini para dokter dan perawat sudah dalam tahap kelelahan. Sehingga sistem perawatan di Singapura kewalahan menghadapi situasi ini.

" Pada situasi saat ini, kami menghadapi risiko yang cukup besar pada sistem perawatan kesehatan yang kewalahan," kata dia.

Singapura Diperketat Lagi, RS Bersiap Hadapi Lonjakan Pasien Covid-19
Singapura (Shutterstock.com)
2 dari 3 halaman

Padahal Vaksinasi Sudah Lebih dari 80 Persen

Pada Juni, Singapura mengumumkan mereka akan meninggalkan strategi nol-Covid demi rencana baru untuk hidup berdampingan dengan virus. Kondisi ini dimungkinkan terjadi berkat tingkat vaksinasi yang tinggi, yang termasuk yang terbaik di dunia.

Pada 19 Oktober, sebanyak 84 persen populasi Singapura telah divaksinasi penuh. Sedangkan 85 persen populasi telah menerima setidaknya satu dosis vaksin, menurut Kementerian Kesehatan.

Namun, pada akhir September, Singapura terpaksa menunda pelonggaran pembatasan. Negara kota ini mengalami lonjakan kasus disebabkan oleh varian Delta yang sangat menular.

Pembatasan baru, yang dikenal sebagai " Fase Stabilisasi" , mulai berlaku pada 27 September dan semula dijadwalkan berakhir 24 Oktober. Di bawah langkah-langkah ini, pertemuan sosial dibatasi hingga maksimal dua orang, dan pekerja didorong untuk tinggal di rumah.

Pembatasan diperpanjang dan akan ditinjau setiap dua pekan. Pengetatan akan disesuaikan berdasarkan situasi masyarakat Covid-19.

 

3 dari 3 halaman

98,7 Persen Infeksi Lokal Tak Bergejala

Selama 28 hari terakhir, 98,7 persen kasus terinfeksi lokal tidak menunjukkan gejala atau memiliki gejala ringan. hanya 0,1 persen kasus yang harus dirawat di ICU.

Dari 3.862 infeksi virus corona baru yang diidentifikasi Rabu, 630 kasus berkaitan dengan asrama pekerja migran. Sedangkan sisanya hampir seluruhnya merupakan penularan lokal.

Jumlah kematian keseluruhan Singapura dari pandemi sekarang mencapai 264. Kementerian juga memperingatkan masih ada jumlah infeksi yang tinggi di antara warga yang tidak divaksinasi di atas usia 60 tahun.

" Selama 5 hari terakhir, jumlah infeksi di antara kelompok ini rata-rata 127 per hari" , kata kementerian itu, menambahkan warga lanjut usia di atas 60 menyumbang dua pertiga dari total pasien di ICU, dikutip dari CNN.

Join Dream.co.id