Waspadai Silent Carrier Covid-19, Penyebar Corona Tanpa Gejala

Fresh | Senin, 6 April 2020 08:47
Waspadai Silent Carrier Covid-19, Penyebar Corona Tanpa Gejala

Reporter : Ulyaeni Maulida

Penyebaran virus corona yang berbahaya adalah dari pasien yang tak menunjukan gejala telah terpapar Covid-19

Dream – Pada akhir Januari dan awal Februari ketika virus corona Covid-19 mulai menyebar ke luar China, para ahli kesehatan termasuk WHO telah menyatakan bahwa penularan dari orang yang tidak bergejala kemungkinan besar adalah hal yang langka.

" Dalam semua sejarah virus yang ditularkan melalui pernapasan jenis apa pun, penularan asimptomatik tidak pernah menjadi pendorong timbulnya wabah," ucap Dr. Anthony Fauci, direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular.

Penilaian tersebut didasarkan pada data awal penyebaran virus di Tiongkok, tempat virus tersebut berasal pada akhir Desember 2019. Beberapa bulan kemudian, fakta mempelihatkan kenyataan yang berbeda.

Ketika virus corona telah menyerang lebih dari 1 juta orang di seluruh dunia dan membunuh 51.000 di antaranya, para ilmuwan mulai mengetahui lebih banyak tentang perilaku dan cara virus itu menyebar.

Dari kumpulan data tersebut, terdapat sejumlah penularan yang disebabkan oleh orang-orang yang tidak memiliki gejala. Sehingga langkah pencegahan yang dilakukan pun tidak maksimal. Karena mereka menganggap diri mereka tidak sakit.

2 dari 5 halaman

Asimptomatik berbeda dari Presimptomatik

 Virus Corona© Pixabay.com

Asimptomatik adalah seseorang yang telah terinfeksi dan dinyatakan positif namun tidak menunjukkan gejala apapun. Fakta merek atertular virus baru dapat diketahui saat melakukan test secara langsung. Sebaliknya presimptomatik adalah gejala yang awal muncul pada seseorang yang terindikasi mengalami suatu penyakit.

Bagi Jeffrey Shaman, seorang ahli penyakit menular di Universitas Columbia, perbedaan yang lebih sederhana dan lebih penting adalah antara kasus " terdokumentasi" versus " tidak terdokumentasi" . Besar kemungkinan bahwa banyak kasus dari Covid-19 yang tidak terdokumentasi karena memiliki gejala yang cukup ringan. Sehingga mereka merasa tidak perlu ke rumah sakit.

3 dari 5 halaman

Perkiraan kasus tanpa gejala berkisar antara 18 persen hingga 30 persen dari semua infeksi

 Virus Corona© Pixabay.com

Sulit untuk dapat menghitung orang tanpa gejala. Karena mereka tidak melakukan tes sendiri. Namun wabah Covid-19 yang terjadi di kapal pesiar Diamond Princess memberi kesempatan kepada peneliti untuk mempelajarinya.

Setelah dikarantina selama dua minggu pada bulan Februari, banyak orang di atas kapal yang berulang kali diuji namun tidak menunjukkan gejala apapun. Peneliti CDC menemukan bahwa 46,5 persen orang yang terinfeksi tidak memiliki gejala saat dilakukan pengujian. 

Pada 11 Februari, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China melaporkan bahwa lebih dari 72.000 kasus yang dilaporkan di daratan China, sekitar 1,2 persen tidak menunjukkan gejala.

Laporan gabungan WHO-China tentang coronavirus, mulai pertengahan Februari menyatakan, “ Proporsi infeksi yang benar-benar tanpa gejala tampaknya relatif jarang dan tampaknya bukan pendorong utama penularan.”

Shaman, pakar penyakit menular di Columbia, berpendapat proporsi kasus tidak berdokumen atau orang yang terinfeksi namun tidak didiagnosis secara resmi, bisa mencapai 86 persen. Perkiraan itu, didasarkan pada aktivitas yang diproyeksikan di Wuhan pada minggu-minggu sebelum China memberlakukan lockdown untuk membendung transmisi.

4 dari 5 halaman

Orang dapat menularkan virus selama beberapa hari sebelum mereka menunjukkan gejala

 Virus Corona© Pexels.com

Masa inkubasi virus yaitu masa antara terinfeksi hingga menunjukkan gejala adalah sekitar lima hari. Hal tersebut mirip dengan virus corona yang menyebabkan SARS. Namun untuk Covid-19 biasanya dilakukan selama 12 hari.

Penelitian lain juga mendukung gagasan bahwa penularan presimptomatik dapat terjadi selama beberapa hari sebelum gejala muncul. Dalam beberapa kasus dimana para peneliti dapat mengkonfirmasi waktu pemaparan hingga penularan terjadi dalam waktu satu hingga tiga hari sebelum pasien yang awalnya terinfeksi mengalami gejala.

Para ilmuwan masih mencari tahu kapan seseorang melewati ambang batas dari terinfeksi hingga dapat menginfeksi orang lain. CDC mengatakan bahwa seseorang dapat menularkan virus hingga 48 jam sebelum gejala berkembang.

5 dari 5 halaman

Pentingnya berdiam diri dirumah

 Stay at Home© Pixabay.com

Kemungkinan bahwa seseorang dapat secara tidak sengaja menyebarkan virus telah menimbulkan perdebatan. Apakah seseorang diharuskan memakai masker baik masker kain atau masker medis ditempat umum. Namun hingga saat ini, CDC sendiri masih melarang penggunaan masker medis untuk orang sehat. Namun seiring waktu, CDC kembali mempertimbangkan hal tersebut. Dengan penggunaan masker kain sebagai solusinya.

Namun  hal yang lebih penting untuk dilakukan adalah dengan tetap menjaga jarak. Melakukan social distancing dengan jarak minimal 1 meter, lebih banyak berdiam diri dirumah, dan mulai menghindari tempat-tempat keramaian hingga sering mencuci tangan dengan sabun dan air.

(Sah, Sumber: buzzfeednews.com)

Join Dream.co.id