Serupa Tapi Tak Sama, Kenali Beda Flu Biasa dengan Virus Corona

Fresh | Jumat, 27 Maret 2020 09:13
Serupa Tapi Tak Sama, Kenali Beda Flu Biasa dengan Virus Corona

Reporter : Dream.co.id

Penyebaran virus corona memang sangat cepat. Apalagi, gejala virus ini pun hampir sama dengan flu biasa.

Dream – Serupa tapi tak sama. Begitulah kiranya awal-awal kita menyebut flu biasa dengan virus corona. Perbincangan mengenai virus corona jenis baru ini memang menjadi trending di kalangan masyarakat dunia.

Virus yang bermula dari kota Wuhan, Cina itu memang menjadi tragedi memilukan yang menyebabkan ketakutan hingga kematian di masyarakat.

Penyebaran virus corona memang sangat cepat. Apalagi, gejala virus ini pun hampir sama dengan flu biasa. Sehingga terkadang masyarakat tidak mengetahui secara pasti. Apakah sakit yang dideritanya itu flu biasa atau malah terpapar virus corona.

Keduanya sama-sama menyerang saluran pernapasan. Bahkan, kedua jenis virus itu dapat tersebar dengan sangat mudah dengan menyentuh orang yang sudah terpapar, atau menyentuh permukaan benda yang sudah terkontaminasi virus.

World Healt Organization atau WHO sudah merilis informasi yang memudahkan kita membedakan flu biasa dengan virus corona.

Dilansir dari Live Science, mari simak ulasan bedanya flu biasa dengan virus corona di bawah ini:

2 dari 7 halaman

Gejala dan Tingkat Keparahan

 Ilustrasi gejala flu biasa mirip dengan virus corona© Pixabay

Gejala dan tingkat keparahan virus flu musiman (yang meliputi virus influenza A dan influenza B) dan COVID-19 adalah virus menular yang menyebabkan penyakit pernapasan.

Gejala yang diderita penderita flu biasa menunjukkan tanda-tanda demam, batuk, sakit tenggorokan, sakit otot, sakit kepala, hidung tersumbat, kelelahan, dan biasanya juga disertai muntah dan diare. Gejala ini pun seringkali muncul secara tiba-tiba dan akan sembuh selama kurang dari dua minggu.

Sementara itu, para dokter dan ilmuwan menemukan gejala pada penderita virus corona yaitu, demam, batuk, dan sesak napas. Berdasarkan penelitian dalam jurnal The Lancet hanya sekitar 5 persen pasien corona mengalami sakit tenggorokan dan pilek. Sedangkan, hanya 1 hingga 2 persen yang mengalami diare, mual, dan muntah.

3 dari 7 halaman

Penyebaran Corona Lebih Lamban dari Flu Biasa

 Ilustrasi masyarakat menggunakan masker dan dicek suhu tubuhnya© Pixabay

Virus pernapasan menimbulkan gejala yang sama, bisa sulit untuk membedakan berbagai virus pernapasan berdasarkan gejalanya saja.

Apalagi gejala flu biasa dengan virus corona memang mirip. Maka perlu mengenali bedanya flu biasa dengan virus corona.

Penyebaran virus corona ternyata lebih lambat daripada influenza. Masa inkubasi flu biasa lebih cepat daripada corona.

WHO menyebut gejala flu biasa tampak atau bahkan sembuh selama kurang lebih tiga hari. Sedangkan corona membutuhkan waktu sekitar lima sampai enam hari. Itulah bedanya flu biasa dengan virus corona.

4 dari 7 halaman

Cara Penyebaran Virus

 Ilustrasi penyebaran virus© Pixabay

Corona mulai menginfeksi orang lain dalam waktu dua hari tertular dan sebelum mereka menunjukkan gejala. Sedangkan flu biasa, ditularkan pada dua hari pertama setelah gejala dimulai dan bisa bertahan hingga satu minggu.

Artinya, virus corona dapat menular ke orang lain bahkan sebelum orang yang menulari itu mengetahui apakah dirinya terpapar virus corona ataukah tidak.

Ukuran yang digunakan oleh ilmuwan di Amerika untuk menentukan seberapa mudah virus menyebar disebut dengan istilah Angka Reproduksi Dasar atau RO. Dari penelitian tersebut nilai RO virus influenza sekitar 1,3. Para peneliti di belahan bumi manapun saat ini masih berusaha mencari nilai RO untuk virus corona.

Studi New England Journal of Medicine memperkirakan nilai RO virus corona ada pada angka 2 dan 3. Artinya setiap orang yang terinfeksi corona COVID-19 telah menyebarkan virus ke rata-rata 2 hingga 3 orang. Akan tetapi, perlu diketahui juga bahwa ternyata nilai RO bukanlah angka yang konstan.

5 dari 7 halaman

Virus Corona Lebih Mematikan

 Ilustrasi virus corona lebih mematikan© Pexels

Bedanya flu biasa dengan virus corona yang lebih mengerikan lagi adalah, virus corona ini lebih mematikan daripada flu biasa. Karena, tingkat kematian untuk virus corona semakin hari semakin bertambah.

Dari penjelasan laporan WHO, jumlah kasus yang dilaporkan dibagi dengan jumlah kematian menunjukkan hasil sekitar 3 hingga 4 persen. Meski kemungkinan lebih rendah karena mungkin masih ada kasus yang belum masuk laporan. Sementara tingkat kematian akibat flu hanya 0,1 persen.

Direktur National of Allergy and Infection Disease, Anthony Fauci mengatakan, terlepas dari morbiditas dan mortalitas yang disebabkan, namun menurutnya ada satu kepastian bahwa flu yang disebabkan oleh virus influenza bersifat musiman.

Misalnya di Indonesia, musim hujan menjadi musim flu karena banyak orang rentan terkena virus influenza.

Menurut The New York Times, tingkat kematian flu biasa sekitar 0,1 persen di AS. Sedangkan, dalam studi CDC Weekly di China, tingkat kematian akibat COVID-19 sekitar 2,3 persen di China. Namun tampaknya tingkat kematian akibat COVID-19 bervariasi berdasarkan lokasi dan usia seseorang.

6 dari 7 halaman

Pandemi

 

 ilustrasi pandemik© Pexels

 

Flu biasa menyebabkan wabah setiap tahun. Hal ini tidak boleh disamakan dengan virus corona. WHO telah menetapkan virus corona sebagai pandemik karena menjadi wabah internasional dan menyerang secara global secara bersamaan. Ini merupakan pertama kalinya WHO menetapkan pandemik atas virus corona

7 dari 7 halaman

Pencegahan yang Berbeda

 Ilustrasi membersihkan tangan dengan antiseptik© Pixabay

Karena jenis virus yang berbeda, maka tentu saja pencegahannya pun juga berbeda. Flu biasa dapat dicegah dengan pemberian vaksin. Sementara, vaksin untuk virus corona ini masih dalam masa uji coba oleh berbagai negara. Tentu saja uji coba vaksin memerlukan waktu yang lama.

Akan tetapi, secara umum The Center for Disease Control and Prevention atau CDC telah merekomendasikan beberapa hal untuk pencegahan virus corona. Berikut ulasannya:

  1. Mencuci tangan dengan air dan sabun sesering mungkin setidaknya selama 20 detik.
  2. Hindari menyentuh area wajah sebelum tangan dicuci.
  3. Hindari kontak dekat dengan orang yang sakit.
  4. Apabila merasa tidak enak badan atau sakit, usahakan di rumah saja.
  5. Gunakan antiseptik untuk membersihkan benda-benda yang sering disentuh.

Itulah beberapa ulasan tentang bedanya flu biasa dengan virus corona. Pemeriksaan secara medis sangat disarankan untuk mengetahui apakah anda terpapar virus corona atau tidak. Karena gejala yang mirip susah sekali terdeteksi tanpa bantuan tenaga dan juga alat medis. Maka dari itu, anda perlu memahami cara mengenali bedanya flu biasa dengan virus corona tersebut.

(Sah, Laporan: Arini Sa'adah)

Join Dream.co.id