Ranitidin Obat Asam Lambung Tercemar, BPOM Beri Peringatan

Fresh | Selasa, 24 September 2019 16:41
Ranitidin Obat Asam Lambung Tercemar, BPOM Beri Peringatan

Reporter :

Sampai saat ini belum ada penarikan obat tersebut dari pasaran.

Dream - Kabar mengejutkan datang dari Food and Drug Administration (FDA) dan European Medicine Agency (EMA). Kedua badan pengawas obat tersebut menemukan adanya N-Nitrosodimethylamine (NDMA) dan N-Nitrosodiethylamine (NDEA) pada produk obat yang mengandung Ranitidin.

 

NDMA dan NDEA merupakan zat pencemar yang menurut FDA masuk dalam deretan zat yang kemungkinan bersifat karsinogenik (penyebab kanker). Sementara, Ranitidin seperti dikutip dari Alodokter.com, adalah obat yang dapat digunakan untuk menangani gejala atau penyakit yang berkaitan dengan produksi asam berlebih di dalam lambung.

 

“ Ranitidin adalah obat golongan Histamine-2 (H2) blockers yang bekerja dengan menghambat reseptor histamin di lambung dan mengurangi produksi asam lambung. Ranitidin digunakan untuk pengobatan dan pencegahan kondisi yang disebabkan oleh kelebihan produksi asam lambung seperti gastritis dan ulkus peptikum,” tulis pernyataan Badan POM dalam situs e-meso.pom.go.id, seperti dikutip Dream, 24 September 2019.

 

2 dari 6 halaman

Bentuk tablet, sirup dan injeksi

 

 Minum Obat Batuk Saat Sakit, Merugikan atau Menguntungkan?

Menurut BPOM, Ranitidin telah disetujui oleh Badan POM sejak 1989 melalui kajian evaluasi keamanan, khasiat, dan mutu. Ranitidin tersedia dalam bentuk sediaan tablet, sirup, dan injeksi.

“ Berdasarkan jejaring kerja Badan POM diketahui bahwa US FDA dan EMA menemukan adanya cemaran NDMA pada sampel produk yang mengandung bahan aktif ranitidin dalam jumlah yang relatif kecil. NDMA merupakan turunan Nitrosamin yang dapat terbentuk secara alami,” ungkap BPOM.

3 dari 6 halaman

Tak ditarik dari Pasaran

Pihak BPOM meminta tenaga kesehatan untuk lebih berhati-hati dalam meresepkan obat tersebut. Sampai saat ini belum ada penarikan obat tersebut oleh BPOM dari pasaran.

 7 Cara Mengatasi Sakit Perut di Pagi Hari

" Diperlukan prinsip kehati-hatian dalam meresepkan dan memberikan informasi penggunaan ranitidin kepada pasien. Pada saat ini tidak ada rekomendasi untuk menghentikan terapi bagi pasien yang memerlukannya. Jika dengan alasan tertentu pasien akan menghentikan terapi, harus berkonsultasi dengan tenaga profesional kesehatan," pesan BPOM.

Penting bagi mereka yang mengonsumsi obat asam lambung untuk lebih waspada. Ranitidin dikemas dalam berbagai merek dagang, antara lain Acran, Conranin, Fordin, Radin, Rancus, Ranivel, Rantin, Ratinal, Renatac, Tyran, Ulceranin, Wiacid, Zantac, dan Zantifar.

4 dari 6 halaman

Langkah Penting Demi Menghindari Serangan Asam Lambung

Dream - Asam lambung yang naik jadi masalah banyak orang. Serangan biasanya terjadi di pagi hari. Saat asam lambung naik, muncul rasa mual hingga muntah, sakit kepala dan tubuh jadi sangat lemas.

Pada beberapa orang, dada sampai terasa sesak karena asam di perut naik ke kerongkongan. Masalah asam lambung ini bukan hanya harus diatasi dengan obat tapi juga perubahan gaya hidup.

 Langkah Penting Demi Menghindari Serangan Asam Lambung

Dikutip dari Medical Daily, berikut perubahan yang harus kamu lakukan untuk menghindari masalah asam lambung.

1. Kurangi Berat Badan

Obesitas merupakan penyebab utama dari masalah asam lambung. Bertambahnya lemak tubuh dapat memberi tekanan pada pinggul yang mendorong makanan dan asam naik.
Turunkan bobot tubuh bila kegemukan. Jika tidak, sebaiknya pertahankan berat badan.

5 dari 6 halaman

2. Hindari beberapa makanan dan minuman

 Hati-hati! Gorengan Bikin Pria Cepat Pikun

Sebaiknya hindari makanan pedas, gorengan, dan asam karena mereka dapat menyebabkan rasa sakit di dada. Selain itu minuman berkafein dan berkarbonasi juga harus dihindari karena memiliki efek yang sama.

Buah-buahan sitrus, bawang putih, dan bawang merah juga dapat menyebabkan masalah asam lambung. Jika kamu baru mengonsumsi makanan tersebut, kunyah permen karet agar produksi liur meningkat dan menetralkan asam yang muncul karenanya.

6 dari 6 halaman

3. Tinggikan posisi kepala

Pastikan kamu berhenti makan setidaknya 60 menit sebelum tidur. Posisikan juga kepala lebih tinggi dengan bantal tambahan sehingga asam lambung turun kembali ke perut.

Jangan menekuk tubuh terlalu sering yang bisa menyebabkan tekanan tambahan di perutmu. Cara lain yang bisa dilakukan adalah pastikan posisi kepala di kasurmu jadi lebih tinggi.

4. Berhenti merokok

Merokok ternyata bisa jadi penyebab seseorang mengalami masalah asam lambung. Pasalnya kebiasaan merokok bisa mengurangi produksi air liur, melemahkan sphincter esofagus bawah, dan mungkin memicu pergerakan asam empedu dari usus ke perut.

(Sah, Laporan Rizky Wahyu Permana/ Merdeka.com)

Kenangan Reza Rahadian Makan Siang Terakhir dengan BJ Habibie
Join Dream.co.id