Persamaan dan Perbedaan TBC dengan Covid-19

Fresh | Jumat, 14 Agustus 2020 11:36
Persamaan dan Perbedaan TBC dengan Covid-19

Reporter : Cynthia Amanda Male

Ketahui karakter kedua penyakit tersebut.

Dream - TBC merupakan penyakit yang cukup banyak diderita oleh orang Indonesia. Terbukti dengan sebuah penelitian yang menunjukkan posisi Indonesia berada di peringkat ke tiga dengan penduduk paling banyak mengidap TBC di dunia.

" Indonesia ada di dalam daftar 30 negara beban TBC dunia. Tepatnya, peringkat ke tiga setelah India dan China," ungkap Wiendra Waworuntu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes RI, dalam webinar PT Johnson & Johnson Wujudkan Indonesia Bebas TBC 2030, Kamis kemarin.

Sebenarnya, Indonesia sempat menduduki peringkat kedua dan berhasil menurunkan jumlah kasus TBC. Bahkan, penularan serta angka kejadian TBC sempat mengalami sedikit penurunan akibat pandemi Covid-19 serta PSBB.

2 dari 4 halaman

Persamaan TBC dan Covid-19

Mengidap TBC© Shutterstock.com

Ini dikarenakan TBC dan Covid-19 memiliki persamaan karakteristik, yaitu sama-sama ditularkan melalui percikan ludah serta bisa berasal dari orang yang tidak bergejala.

Kasus TBC juga bisa ditemukan secara aktif melalui pelacakan dan bisa dicegah dengan pemakaian masker serta menghindari daerah yang jumlah kasusnya cukup tinggi.

Pasien TBC dan Covid-19 juga membutuhkan sirkulasi udara yang baik serta respons cepat. Namun, kedua penyakit ini juga memiliki perbedaan.

3 dari 4 halaman

Perbedaan TBC dan Covid-19

Jika Covid-19 bisa tertular melalui kontak pada permukaan tubuh, TBC hanya dapat ditularkan melalui saluran pernapasan.

Penderita Covid-19 juga dapat sembuh dengan karantina serta isolasi. Sementara TBC membutuhkan pengobatan untuk bisa mencapai kesembuhan.

Pemakaian disinfektan pada kasus TBC juga belum pernah dilakukan dan terbukti berdampak seperti pada penularan virus Covid-19.

TBC juga digolongkan sebagai epidemi yang bergerak lambat. Sedangkan Covid-19 tergolong sebagai pansemi yang perlu dipantau jumlah kasusnya setiap waktu.

4 dari 4 halaman

Pencegahan TBC

Ronsen Paru-paru© Shutterstock.com
Kamu bisa mencegah TBC dengan menjalani pola hidup bersih dan sehat. Jika sudah mengidap TBC, lakukan konsultasi dan pengobatan intensif, meskipun di tengah pandemi.

Gunakan masker dan perhatikan etika batuk maupun pembuangan dahak. " Jangan buang dahak sembarangan. Kumpul dahak di wadah tertutup dan siram dengan karbol. Biarkan beberapa saat sebelum dibuang. Buka jendela setiap hari dan jemur tempat tidur maupun bantal untuk mematikan kuman tuberkulosis," ujar Budi Hermawan, Ketua Perhimpunan Organisasi Pasien Tuberkulosis Indonesia.

Join Dream.co.id