Cara Pertahankan Daya Tahan Tubuh Setelah Vaksinasi

Fresh | Kamis, 4 November 2021 09:36

Reporter : Ferdike Yunuri Nadya

Bukan berarti setelah divaksin, imunitas tubuh selamanya kuat

Dream - Sistem imunitas atau daya tahan tubuh yang kuat dapat melindungi saat virus masuk ke dalam tubuh. Jika imunitas tubuh lebih kuat dari virus dan kuman maka mikroorganisme ini tidak akan membuat tubuh sakit. Sebaliknya, jika imunitas lebih lemah virus akan menang.

 Rhea© Ferdike Yunuri Nadya/ Dream

“ Jika sistem imunitas tubuh lemah, tubuh tidak akan mampu untuk melawan berbagai mikroorganisme penyebab penyakit," ujar Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Konsultan Alergi Imunologi, Prof. Iris Rengganis pada acara virtual, 3 November 2021.

Sangat penting menjaga imunitas untuk mencegah jatuh sakit terutama di masa pandemi Covid-19 ini. Untuk menjaga imun tubuh, dr. Irish menganjurkan untuk melakukan vaksinasi.

“ Namun, vaksinasi bukan segalanya, karena tidak ada vaksin yang 100 persen bisa melindungi kita dari serangan-serangan virus," kata dokter Iris.

Meskipun sudah di vaksin kita harus tetap berupaya yang terbaik untuk menjaga kesehatan dengan terus mengoptimalkan daya tahan tubuh kita.

Cara Pertahankan Daya Tahan Tubuh Setelah Vaksinasi
Sumber Foto: Shutterstock
2 dari 8 halaman

Cara Jaga Daya Tahan Tubuh Setelah Vaksin

Agar imunitas tubuh dapat optimal, sangat penting untuk menerapkan pola hidup sehat. Seperti perbanyak makan sayur dan buah, istirahat yang cukup, rutin berolahraga, hindari stress.

 Rhea© Ferdike Yunuri Nadya/ Dream

“ Selain aktif berolahraga dan pola makan sehat, asupan suplemen yang tepat bisa melengkapi upaya kita mengoptimalkan kesehatan tubuh kita," ujar dr. Irish.

Salah satu suplemen yang baru diluncurkan untuk menjaga imunitas adalah Rhea Health Tone. Suplemen ini sebagai imunomodulator minyak esensial yang berasal dari ekstrak tanaman herbal alami untuk melindungi sel tubuh dari stres oksidatif dan radikal bebas.

3 dari 8 halaman

Persingkat Masa Rawat Inap Pasien Covid-19

Beragam kandungan herbal pada suplemen ini memiliki fungsi anti inflamasi, antibakteri, antiviral dan antioksidan untuk meningkatkan daya tahan tubuh atau imunitas.

 Rhea© Ferdike Yunuri Nadya/ Dream

“ Hasil uji klinis menunjukkan pemberian Suplemen Rhea Health Tone Oil dapat mempersingkat masa rawat inap pasien COVID-19 dengan gejala ringan hingga sedang, meskipun tidak signifikan secara statistik, dengan masa rawat inap maksimum yang lebih singkat,” kata Guru Besar Farmakologi & Farmasi Klinik Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Apt. Keri Lestari pada kesempatan yang sama.

Penting bagi Sahabat Dream harus tetap menerapkan pola hidup sehat dan mengonsumsi suplemen tambahan untuk menjaga daya tahan tubuh meskipun sudah vaksin.

4 dari 8 halaman

Vaksin Booster Covid-19 Berbayar Disiapkan untuk Hadapi Gelombang ke Tiga

Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para menterinya untuk menyelesaikan vaksinasi Covid-19 dosis ke tiga atau booster minggu depan. Pemerintah melempar wacana ada vaksinasi booster berbayar untuk Covid-19.

“ Bapak Presiden memberikan arahan terkait dengan vaksinasi booster yang diharapkan bisa selesai minggu depan,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers yang disiarkan oleh akun Youtube Sekretariat Presiden, Selasa 28 September 2021.

Airlangga memerinci kebutuhan vaksin booster mencapai 97,1 juta dosis vaksin. Puluhan juta dosis ini ditujukan bagi 87,4 juta jiwa. Jokowi ingin mempercepat vaksin booster untuk menahan kemungkinan gelombang ke tiga Covid-19.

“ Itu akan didorong. Sisanya akan didorong lain melalui vaksin berbayar,” kata Airlangga.

Vaksin berbayar ini diperkirakan untuk 93,7 juta jiwa. Pemerintah akan mematangkan hal-hal yang berkaitan dengan vaksin booster Covid-19, termasuk harga.

5 dari 8 halaman

Ada yang Gratis, Tapi…

Airlangga mengatakan, ada vaksin booster Covid-19 yang gratis. Tapi, itu bagi Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan ditanggung APBN. Vaksin tersebut ditujukan bagi 87,4 juta jiwa.

Di samping itu, Airlangga juga menyebut ada kebutuhan sebanyak 9,9 juta dosis vaksin untuk anak usia 12 tahun. Jumlahnya mencapai 4,4 juta jiwa. Vaksin yang dibutuhkan sebanyak 9,9 juta dosis vaksin.

Lalu, vaksin yang berbasis iuran yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) sebanyak 27,2 juta jiwa atau 30,2 juta dosis.

“ Tentu ada yang berbasis PBI atau APBN. Ini kebutuhannya adalah 87,4 juta jiwa kebutuhannya 97,1 juta dosis. Untuk anak usia 12 tahun ada 4,4 juta kebutuhannya 9,9 juta dosis. Berdasarkan dana iuran APBD PBPU ketiga 27,2 juta atau 30,2 juta. Total vaksin program adalah 137,2 juta,” kata dia.

6 dari 8 halaman

Penelitian: Orang Tak Divaksin 11 Kali Lebih Berisiko Meninggal Akibat Covid-19

Dream - Hasil riset terbaru yang diterbitkan Pusat Pengendalian dan Pencegehan Penyakit AS atau CDC menemukan orang yang tidak divaksin Covid-19 berisiko 11 kali lebih besar kemungkinannya untuk meninggal dunia jika tertular virus.

Tak hanya itu, orang yang tidak divaksin juga kemungkinan mengalami komplikasi kesehatan yang parah, membutuhkan rawat inap, dan dalam skenario terburuk mengakibatkan kematian.

 Penelitian: Orang Tak Divaksin 11 Kali Lebih Berisiko Meninggal Akibat Covid-19© Dream

Menurut laman Mashble.com, penelitian ini melibatkan lebih dari 600.00 kasus Covid-19 di Amerika Serikat.

Hasil riset ini diterbikan sebagai rilis awal dalam CDC Morbidity and Mortality Weekly Report (MMWR) berkaca pada kasus Covid-19 yang muncul dari 4 April hingga 17 Juli 2021.

7 dari 8 halaman

Dalam laporan tersebut dikatakan bahwa jumlah kematian di antara orang-orang yang tidak divaksin jauh lebih tinggi ketimbang mereka yang sudah mendapat dosis penuh.

Di saat yang bersamaan, ketika varian Delta menghantam Amerika Serikat, jumlah kematian orang yang divaksin lengkap juga meningkat, yang menunjukkan penurunan efikasi vaksin.

Namun, bukan berarti Anda boleh menyepelekan vaksinasi. Ketika melihat jumlah kematian di antara orang yang tidak divaksinasi selama waktu yang sama, mereka masih menyumbang sebagian besar kematian, yaitu 84 persen.

Secara umum, orang yang tidak divaksinasi menyumbang 82 persen kasus baru, dan 84 persen rawat inap.

8 dari 8 halaman

Jadi, meskipun ada indikasi vaksin kurang efektif terhadap varian Delta, angkanya masih menunjukkan bahwa vaksinasi secara signifikan mengurangi risiko komplikasi dan kematian akibat Covid-19.

" Intinya adalah: Kami memiliki alat ilmiah yang dibutuhkan untuk mengubah sudut pandang pada pandemi saat ini," kata direktur CDC, Rochelle Walensky.

" Vaksin bekerja dan melindungi kita dari komplikasi parah Covid-19. Ini akan melindungi anak-anak kita dan memunykinan mereka untuk segera bersekolah dengan aman.," pungkasnya.

Sumber: Mashble.com

Join Dream.co.id