Pengalaman Bocah 12 Tahun Jalani Uji Klinik Vaksin Covid-19

Fresh | Minggu, 7 Maret 2021 08:41
Pengalaman Bocah 12 Tahun Jalani Uji Klinik Vaksin Covid-19

Reporter : Mutia Nugraheni

Moderna melakukan uji klini pada anak 12 tahun.

Dream - Vaksin Covid-19 untuk anak-anak usia 1 hingga 12 tahun saat ini belum ada. Vaksin masih dalam tahap pembuatan dan harus menjalani uji klinik untuk mengetahui efektivitas dan keamanannya.

Sejumlah produsen vaksin sudah melakukan beberapa uji klinik. Salah satunya Moderna yang melakukan uji klinik pada anak usia 12 tahun. Pengalaman seorang anak asal Boise, Idaho, Amerika Serikat, menjalani uji klinik vaksin Covid-19 menyita perhatian publik.

Bocah tersebut bernama Henry Turcotte. Ia jadi relawan uji klini karena memang keinginannya dan mendapat izin dari orangtuanya.

“ Rasanya cukup keren. Mudah-mudahan dan saya suka membantu masyarakat," kata Turcotte, dikutip dari acara Today.

Henry mendapat suntikan pertamanya pada 3 Februari 2021 lalu. Keesokan harinya dia mengalami nyeri lengan, sakit kepala, dan kelelahan, tetapi dia tidak tahu apakah dia diberi vaksin Moderna atau plasebo.

 

 

2 dari 8 halaman

" Saya pikir itu mungkin hal yang nyata, hanya karena semua efek samping yang saya alami setelahnya, dan agak mirip dengan yang dirasakan orang dewasa, jadi saya berharap saya mendapatkan yang asli," kata Henry.

“ Saya juga sangat berharap dia benar-benar mendapatkan kesempatan itu,” kata ibunya, Diana Lachiondo, dikutip dari WebMD.

Vaksin Moderna dan Pfizer yang diberikan di Amerika Serikat hanya untuk orang yang berusia di atas 18 dan 16 tahun. Moderna saat ini sedang mengadakan uji coba dengan 3.000 peserta untuk anak-anak 12-17 dan Pfizer untuk anak-anak 12-15. Uji klinik pada anak di bawah 12 tahun rencananya juga bakal dilakukan.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

3 dari 8 halaman

Antibodi Baru Terbentuk 2 Bulan, Penerima Vaksin Covid19 Masih Rentan Terinfeksi

Dream - Pemerintah terus mengingatkan masyarakat untuk taat protokol kesehatan meski sudah menerima suntikan vaksin Covid-19. Vaksinasi bukan jalan utama untuk menghentikan pandemi Covid-19.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Kusnandi Rusmil, pun mendorong agar masyarakat yang sudah mendapatkan vaksin untuk tetap menjalankan protokol kesehatan. Terutama menjalankan protokol jaga jarak.

" Penerima vaksin tetap harus jaga jarak," ujar Kusnandi, dikutip dari laman Unpad.ac.id.

Ketua tim riset uji klinis tahap III vaksin Covid-19 ini menjelaskan dasar dari perlunya menjaga jarak bagi orang yang sudah divaksin yaitu pembentukan antibodi. Jika antibodi belum terbentuk, penerima vaksin masih rentan terinfeksi virus corona.

Kusnandi juga mengatakan dibutuhkan penyuntikan sebanyak dua kali dalam penggunaan vaksin Sinovac. Menurut dia, antibodi akan terbentuk dalam waktu sekitar 1 bulan setelah penyuntikan kedua dan baru maksimal setelah tiga bulan sesudahnya.

" Itu kalau orangnya normal, kalau dia daya tahan tubuhnya rendah, dia makin berisiko lagi," kata dia.

 

 

4 dari 8 halaman

Potensi Menularkan Masih Besar

Selama antibodi dalam tubuh penerima vaksin belum terbentuk sempurna, maka masih rentan terinfeksi dan potensi menularkan ke orang lain. Sehingga penerima vaksin tetap harus memakai masker dan jaga jarak.

Lebih lanjut, Kusnandi menerangkan vaksinasi bukan untuk menghilangkan penyakit namun mengurangi angka kesakitan akibat penularan. Dengan demikian, vaksinasi perlu dilakukan secara berulang untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh.

" Vaksinasi jangan ragu, di seluruh dunia sudah menyatakan bahwa vaksinasi merupakan cara untuk mencegah penyakit sehingga untuk mencegah terus harus diulang," ucap Kusnandi.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

5 dari 8 halaman

Vaksinasi Drive Thru Mulai Beroperasi, Lansia Jadi Prioritas

Dream - Pemerintah melakukan segala cara untuk memudahkan proses vaksinasi di Tanah Air. Salah satu terobosan yang digadang bersama mitra swasta adalah penyuntikan vaksin Covid-19 melalui fasilitas drive thru. 

Salah satu mitra swasta yang digandeng Kementeria Kesehatan (Kemkes) adalah Halodoc yang menghadirkan Pos Pelayanan Vaksinasi Covid-19 melalui mekanisme drive thru.

Halodoc menggandeng Gojek sebagai mitra transportasi dan komunikasi, Rumah Sakit Hermina sebagai tim medis di lapangan sekaligus vaksinator, dan BLU Pusat Pengelola Komplek Kemayoran (PPKK) sebagai penyedia area untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang dibuka mulai Rabu, 3 Maret 2021.

Pada tahap awal, sasaran utama adalah kelompok lansia yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) DKI Jakarta. Prgram ini ditargetkan bisa mendistribusikan ribuan dosis vaksin per hari sesuai arahan pemerintah.

6 dari 8 halaman

Berharap Direplikasi Daerah Lain

 Peresmian vaksinasi drive thru
© Istimewa

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Daeng M Faqih, kolaborasi ini bisa dicontoh berbagai daerah di Indonesia. Dengan begitu, target pemerintah untuk menuntaskan vaksinasi Covid-19 pada 31 Desember 2021 bisa tercapai.

" Saya kira kalau regulasinya sudah dibuat, maka bentuk seperti ini di daerah gampang direplikasikan. Kami dari IDI sangat mendukung dan berharap kalau regulasinya belum ada, untuk segera dibuat," ucap Daeng dalam Peresmian Pusat Pelayanan Vaksinasi Covid-19 melalui Drive Thru di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat yang juga disiarkan secara virtual, Rabu, 3 Maret 2021.

7 dari 8 halaman

Harapan Menkes Budi Gunadi

CEO & Co Founder Halodoc, Jonathan Sudharta mengatakan, pos layanan vaksinasi akan tersedia hingga akhir 2021. Adapun penjadwalan dapat dilakukan melalui aplikasi Halodoc dan layanan GoMed di Gojek.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin yang hadir dalam pembukaan pos pelayanan tersebut, mengapresiasi kesigapan Halodoc dan Gojek dalam mendukung program vaksinasi COVID-19 pemerintah sejak awal masa pandemi.

" Dalam melakukan edukasi hingga vaksinasi, Kemenkes tidak bisa sendirian. Kami optimis, kepercayaan masyarakat terhadap keandalan layanan Halodoc dan Gojek serta basis pengguna yang besar kami harapkan bisa meningkatkan partisipasi masyarakat, termasuk keluarga dan kerabat dekat pengguna platform yang masuk kelompok lanjut usia," tuturnya.

 

 

8 dari 8 halaman

Siapkan Pelayanan Transportasi

 Vaksinasi mitra gojek
© Istimewa

Sementara itu, Kevin Aluwi selaku Co-Founder dan Co-CEO Gojek mengatakan, peran Gojek dalam pelayanan drive thru ini hadir memberikan pelayanan Gocar untuk membantu masyarakat yang tidak memiliki kendaraan atau tidak ingin menggunakan kendaraan sendiri untuk datang ke fasilitas pelayanan vaksinasi drive thru.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Join Dream.co.id