Pasien Covid-19 Mengaku Fungsi Indera Penciuman dan Perasa Hilang

Fresh | Jumat, 18 September 2020 06:47
Pasien Covid-19 Mengaku Fungsi Indera Penciuman dan Perasa Hilang

Reporter : Cynthia Amanda Male

Bisa kehilangan fungsi penciuman dan rasa secara permanen.

Dream - Gejala awal yang kerap dialami oleh penderita Covid-19 adalah demam, batuk dan pilek. Namun, ternyata ditemukan gejala lainnya yang juga ditemukan pada beberapa pasien di India yang terpapar virus Covid-19.

Dilansir dari Times of India, peneliti dan pakar dari Negeri Bollywood ini menduga virus yang telah menyerang 29 juta jiwa di dunia ini bisa menyebabkan indera penciuman dan perasa seseorang tak berfungsi optimal.

Tak hanya saat sakit,  beberapa pasien juga mengaku tidak bisa mencium setelah terpapar virus Covid-19. Salah satu yang merasakan gangguan anosmia (tidak bisa mencium) dan ageusia (tidak bisa merasa) itu adalah Divya Singh yang sempat terpapar Covid-19 serta mengalami kedua gangguan tersebut.

 

2 dari 4 halaman

Awal Mula Kecurigaan Tertular Covid-19

Divya sempat merasakan sakit kepala selama 3-4 hari. Sedangkan kakaknya diklaim positif Covid-19 setelah tidak bisa mencium aroma apapun.

Curiga dengan kondisi tubuhnya, Divya akhirnya menjalani tes Covid-19 dan ternyata dinyatakan positif. Seperti kakaknya, Divya juga tidak bisa mencium aroma apapun.

" Aku juga sulit merasakan makanan maupun minuman ketika mengalami gangguan penciuman. Tapi, aku masih bisa mengenali jenis rasa walaupun tidak begitu tajam," jelasnya.

Saat kakaknya dinyatakan negatif dan kemampuan indra penciumannya kembali, ia pun mulai bisa mencium berbagai aroma setelah 4-5 hari diklaim bebas dari virus Covid-19.

Terlepas dari sakit kepala selama 3-4 hari dan mengalami gangguan indra penciuman, Divya tidak merasakan gejala umum Covid-19 seperti batuk, pilek, hidung mampet, demam serta masalah pernapasan.

3 dari 4 halaman

Flu atau Covid-19?

Menurut data yang dipulikasikan oleh American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery (AAO-HNS), sebanyak 27 persen pasien Covid-19 yang mengalami gangguan indra penciuman, kondisinya membaik dalam kurun waktu seminggu.

Sementara, yang lainnya mengalami perbaikan kondisi setelah 10-15 hari. Namun, pemulihan indra penciuman maupun rasa belum bisa diketahui secara pasti.

Ada juga yang mengalami pemulihan indra penciuman setelah 3-4 minggu. Tidak seperti Divya yang lebih cepat. Bahkan, ada juga yang kehilangan fungsi indra penciumannya setelah mengalami gangguan tersebut.

 

4 dari 4 halaman

Bagaimana cara mengatasinya?

Kehilangan fungsi indra penciuman seringkali dialami ketika flu atau batuk. Maka dari itu, penting untuk mengenali dan memahami gangguan penciuman yang dialami ketika terpapar Covid-19.

Banyak peneliti percaya bahwa anosmia atau gangguan penciuman yang dialami ketika terpapar Covid-19 merupakan gejala awal infeksi. Namun, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan hal tersebut.

Mulailah dengan berkonsultasi pada dokter THT. Terutama, jika kamu masih mengalami gangguan setelah dinyatakan bebas dari virus Covid-19.

Lalu, lakukan smell training atau latihan untuk indra penciuman untuk memancing respon otak. Coba latihan menggunakan 4 jenis aroma yang kuat selama masing-masing 10 detik, 2 kali sehari.

Kamu harus mencium dan mengingat aromanya ketika mencoba menghirupnya. Penelitian membuktikan bahwa menghirup 4 aroma bergantian setelah 12 minggu akan membuat kondisimu lebih baik.

Mengingat aroma sebelum mengalami gangguan merupakan hal utama ketika melakukan smell training. Jika masih kesulitan mencium aroma, berkonsulatasilah pada dokter.

(Sumber: Times of India)

Join Dream.co.id