Orangtua Penderita Migrain Potensi Parkinson

Fresh | Sabtu, 20 September 2014 08:04

Reporter : Ervina

Sekitar 5.000 orang berusia 33 hingga 65 tahun terlibat dalam penelitian yang dilakukan selama kurun waktu 25 tahun terakhir. Seperti apa hasilnya?

Dream - Sebuah penelitian yang dirilis dalam jurnal Neurology menunjukkan fakta terbaru terkait dengan orangtua penderita migrain. Peneliti menyebut orangtua penderita migrain berpotensi dua kali lipat beresiko mengalami gangguan Parkinson.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, migrain merupakan gangguan kepala yang paling umum dialami pria dan wanita. Sedikitnya satu dari sepuluh orang mengalami kondisi yang paling lemah akibat migrain. Sementara aura merupakan istilah untuk menggambarkan perasaan dan gejala yang terjadi sesaat sebelum dan selama migrain.

" Sekitar sepertiga dari orang yang dapat memprediksi munculnya migrain karena didahului oleh gangguan visual yang muncul, seperti pandangan gelap atau kabur," tulis Institut Kesehatan Nasional seperti dilansir CNN.

Sekitar 5.000 orang berusia 33 hingga 65 tahun terlibat dalam penelitian yang dilakukan selama kurun waktu 25 tahun terakhir. Awalnya orang-orang yang terlibat dalam penelitian terdaftar dalam uji klinis yang dirancang untuk mempelajari perkembangan penyakit jantung di Islandia.

Para peserta kemudian diwawancarai terkait gehala migrain di usia pertengahan hingga lanjut, sekitar 25 tahun kemudian mereka kembali ditanyakan gejala penyakit Parkinson. Selain itu mereka juga ditanya tentang gejala gangguan yang dinamakan Restless Legs Syndrome.

Orangtua Penderita Migrain Potensi Parkinson© Dream

Hasil penelitian dilihat pada subjek penelitian yang melaporkan sendiri gejala-gejala yang dialami, dalam kebanyakan kasus peneliti juga mengkonfirmasi diagnosis dengan melihat catatan medis subjek penelitian.

" Trauma kepala dan masalah neurologis lainnya dapat bermanifestasi dengan gejala mirip penyakit Parkinson dan studi masa depan perlu kontrol yang lebih baik untuk faktor-faktor ini," ucap Dr Michael S.Okun, Direktur Medis National Parkinson Foundation. Untuk itu ia berharap ada studi lanjutan untuk menarik kesimpulan dari hubungan migrain dan Parkinson.

Dibandingkan mereka yang tidak memiliki keluhan sakit kepala, orang dalam studi ini menderita migrain di usia pertengahan memungkinkan mereka dua kali lebih berpotensi menderita Parkinson. Mereka juga lebih cepat melaporkan setidaknya empat gejala umum terkait Parkinson.

Scher, seorang profesor epidemiologi di Layanan Universitas di Maryland, ingin memastikan orang memahami risiko yang sebenarnya dari penyakit Parkinson pada penderita migrain masih sangat rendah. Para peneliti belum mengerti mengapa migrain terkait dengan penyakit Parkinson atau gangguan gerakan lainnya. (Ism(

Join Dream.co.id