Orang dengan Kondisi Ini Tak Bisa Divaksin Covid-19 Booster

Fresh | Selasa, 18 Januari 2022 18:36

Reporter : Mutia Nugraheni

Penting untuk melakukan konsultasi dulu dengan dokter.

Dream - Menyebarnya varian Covid-19 di Indonesia membuat pemerintah memutuskan untuk memberikan vaksin booster secara gratis. Untuk mereka yang sudah mendapat vaksin dosis penuh dan sudah berjarak minimal 6 bulan dari vaksin kedua, booster vaksin Covid-19 bakal diberikan setengah dosis melalui suntikan

Dikutip dari KlikDokter.com, Kementerian Kesehatan RI mengeluarkan tata laksana vaksin booster yang diatur dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/II/252/2022. Dalam edaran tersebut dijelaskan kelompak masyarakat yang boleh dan tidak diperbolehkan menerima vaksin ketiga.

Pemberian vaksin booster memang bertujuan membentuk antibodi yang prima untuk melawan infeksi virus corona, tetapi tidak semua orang bisa mendapatkannya. 

 

Orang dengan Kondisi Ini Tak Bisa Divaksin Covid-19 Booster
Pemeriksaan Oleh Dokter/ Foto: Shutterstock
2 dari 5 halaman

Berikut kriteria orang yang tidak dapat menerima vaksin booster

- Orang yang sedang sakit ringan seperti demam atau flu dengan suhu tubuh di atas 37,5 derajat Celsius. Pemberian vaksin perlu ditunda hingga suhu tubuh orang tersebut kembali normal dan telah benar-benar pulih dari penyakitnya.

- Orang dengan tekanan darah lebih dari 140/90 saat skrining vaksin. Pengukuran tekanan darah dapat dilakukan kembali setelah 5-10 menit. Apabila, tekanan darah masih tinggi, maka pemberian vaksin perlu ditunda.

- Wanita dengan usia kehamilan kurang dari 4 bulan atau kurang dari usia 13 minggu.

- Ibu hamil dengan gejala preeklampsia atau kondisi tekanan darah tinggi tidak dapat menerima vaksin COVID-19 ketiga.

- Orang dengan penyakit komorbid, seperti penyakit jantung, diabetes, human immunodeficiency virus (HIV), penyakit hati, hipertiroid, dan penyakit ginjal tidak terkontrol.

- Vaksin booster tidak dapat diberikan untuk orang dengan penyakit autoimun, misalnya lupus, yang kondisinya tidak terkontrol dengan baik.

- Orang yang sedang menjalani pengobatan gangguan pembekuan darah, kelainan darah, defisiensi imun, dan penerima transfusi darah perlu menunda untuk mendapatkan vaksin booster. Penundaan dilakukan sampai mendapatkan persetujuan dari dokter yang menangani.

- Pemberian vaksin ketiga perlu ditunda untuk orang yang sedang mengonsumsi obat imunosupresan seperti kortikosteroid atau menjalani kemoterapi. Orang dengan kriteria ini dapat dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan persetujuan vaksin booster dari dokter.

- Pasien penyakit jantung atau asma dalam keadaan sesak napas tidak diperbolehkan menerima vaksin booster terlebih dahulu.

“ Orang dengan komorbid sebenarnya bisa mendapat vaksin booster, asalkan kondisinya terkontrol dan lolos skrining. Kalau penyakitnya belum atau tidak terkontrol, harus ditunda sampai kondisinya benar-benar baik. Jika perlu, pasien harus membawa surat rekomendasi dari dokter yang merawat," ujar dr. Devia Irine Putri dari KlikDokter.

Selengkapnya baca di sini.

 

 

3 dari 5 halaman

Ini Alasan Vaksinasi Booster Covid-19 Diberikan Setengah Dosis

Dream - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan memutuskan untuk memberikan vaksinasi booster Covid-19. Hal ini mengingat terjadinya peningkatan kasus Covid-19 varian Omicron di berbagai negara.

Mulai 12 Januari 2022 kemarin vaksinasi booster mulai dilakukan. Kelompok lanjut usia (lansia) dan tenaga medis yang didahulukan untuk mendapat booster vaksin Covid-19.

Untuk kombinasi jenis vaksin yang digunakan, berdasarkan rekomendasi tim peneliti dalam dan luar negerti. Termasuk juga sudah dikonfirmasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).

Dikutip dari Kemkes.go.id, untuk mereka yang mendapat vaksin primer Sinovac atau vaksin dosis pertama dan kedua Sinovac akan diberikan vaksin booster setengah dosis Pfizer atau AstraZeneca.

Lalu, mereka yang mendapat vaksin primer AstraZeneca atau vaksin dosis pertama dan kedua AstraZeneca akan diberikan vaksin booster setengah dosis Moderna.

“ Ini adalah kombinasi awal vaksin booster yang akan kita berikan berdasarkan ketersediaan vaksin yang ada, dan juga hasil riset yang sudah disetujui oleh Badan POM dan ITAGI. Nantinya bisa berkembang tergantung kepada hasil riset baru yang masuk dan juga ketersediaan vaksin yang ada,” ujar Menkes Budi.

Seluruh kombinasi ini, lanjut Menkes, sudah mendapatkan persetujuan dari BPOM dan juga rekomendasi dari ITAGI. Kombinasi vaksin booster juga sudah sesuai dengan rekomendasi WHO di mana pemberian vaksin booster dapat menggunakan vaksin yang sejenis atau homolog atau juga bisa vaksin yang berbeda atau heterolog.

 

4 dari 5 halaman

Setengah Dosis Sama Efektifnya

Heterolog diartikan sebagai vaksinasi booster yang menggunakan jenis vaksin berbeda dengan dosis pertama dan dosis kedua. Sementara Homolog merupakan vaksinasi booster dengan menggunakan jenis vaksin yang sama seperti vaksinasi dosis pertama dan kedua.

“ Hal ini kembali diberikan keleluasaan kepada masing-masing negara untuk bisa menerapkan program vaksin booster yang sesuai dengan kondisi ketersediaan vaksin dan logistik sesuai dengan masing-masing negara pelaksana pemberian vaksin booster,” ujarnya.

Vaksin booster akan diberikan setengah dosis, tidak seperti dosis vaksin primer. Hal ini karena menurut penelitian, vaksin booster setengah dosis menunjukkan peningkatan level antibodi yang relatif sama dengan vaksin booster dosis penuh, dan memberikan dampak KIPI (Kejadian Ikutan Paska Imunisasi) yang lebih ringan.

5 dari 5 halaman

Vaksinasi Booster Dimulai 12 Januari 2022, Begini Cara Dapatnya

Dream - Pemerintah resmi memulai program vaksinasi booster pada Rabu, 12 Januari 2022. Sesuai keputusan Presiden Joko Widodo, dosis ketiga diberikan kepada masyarakat diberikan secara gratis.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan vaksinasi tersedia di semua puskesmas. Masyarakat dapat mengakses vaksinasi tanpa dipungut biaya.

" Di semua puskesmas ya," ujar Nadia.

Masyarakat bisa langsung datang ke puskesmas jika ingin mendapatkan vaksinasi booster. Bisa juga dengan mendaftar lewat pemerintah daerah.

" Datang langsung atau lewat pendaftaran yang disiapkan pemda masing-masing," kata dia.

Sebelumnya, Jokowi telah mengumumkan vaksin dosis ketiga gratis untuk semua masyarakat. Tetapi, pemberian awal diprioritaskan kepada lanjut usia dan kelompok rentan.

" Upaya ini penting dilakukan untuk tingkatkan kekebalan tubuh masyarakat mengingat virus Covid yang terus bermutasi," kata Jokowi, dikutip dari Merdeka.com.

Terkait
Join Dream.co.id