Ngeri, Sebaran Hoax Soal Kesehatan Paling Tinggi

Fresh | Sabtu, 16 November 2019 17:01
Ngeri, Sebaran Hoax Soal Kesehatan Paling Tinggi

Reporter :

Hal ini sangat mengkhawatirkan mengingat literasi kesehatan masyarakat cenderung masih rendah.

Dream - Sahabat Dream sering menerima pesan berantai yang berisi info kesehatan? Biasanya pesan tersebut dikirimkan melalui aplikasi WhatsApp atau media sosial. Jangan langsung percaya begitu saja dengan pesan tersebut.

Mungkin terdengar merupakan informasi positif, tapi akan lebih baik jika mencari faktanya lebih dalam. Terutama dalam hal pengobatan tradisional.

Faktanya, merujuk pada data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) sepanjang Agustus 2018-Februari 2019, hoax terkait kesehatan menjadi salah satu yang tertinggi setelah hoax politik.

Hal ini sangat mengkhawatirkan mengingat literasi kesehatan masyarakat cenderung masih rendah. Sangat penting untuk menggali informasi kesehatan dari sumber terpercaya yaitu dokter.

 

2 dari 6 halaman

Aplikasi Kesehatan

Salah satu yang bisa dilakukan adalah berkonsultasi langsung dengan dokter yang kompeten melalui aplikasi kesehatan yang kini banyak tersedia. Contohnya Halodoc, sebuah platform layanan kesehatan digital.

 Halodoc

" Salah satu fitur terbaik dan menjadi yang terbanyak digunakan oleh pengguna adalah fitur ‘Bicara dengan Dokter’. Melalui fitur ini pengguna dapat berkomunikasi dengan dokter terpercaya. Melalui kampanye #TanyaDokterAsli, kami ingin mengajak lebih banyak masyarakat untuk bisa berkonsultasi dengan lebih dari 20.000 dokter terverifikasi," kata Felicia Kawilarang, Vice President of Marketing Halodoc, seperti dikutip dari rilis yang diterima Dream.

 

3 dari 6 halaman

Sistem Kurasi Dokter

Dalam proses kurasi dokter, Halodoc memiliki beberapa tahap. Mulai dari pemeriksaan lisensi yang harus dimiliki oleh para dokter. Termasuk proses pelatihan bagi dokter tentang bagaimana cara menjawab pasien dengan menggunakan teknologi dalam aplikasi Halodoc.

Selain itu, lebih dari 60% dokter yang telah tergabung dalam ekosistem Halodoc sudah memiliki pengalaman praktik lebih dari 5 tahun.

" Saat ini, di tengah banyaknya berbagai informasi yang beredar, masyarakat juga dituntut semakin kritis dalam menyaring informasi kesehatan yang tepercaya," kata dr. Iman Teguh Badruzzaman, salah satu dokter yang tergabung dalam Halodoc.

4 dari 6 halaman

Mulai Tahun Depan, Iuran BPJS Kesehatan Naik

Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menaikkan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dua kali lipat. Kenaikan ini terjadi di semua kelas BPJS.

Dikutip dari setneg.go.id, Rabu 30 Oktober 2019, kenaikan iuran BPJS ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 75 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden No. 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Beleid itu ditandatangani Jokowi pada 24 Oktober 2019.

Kenaikan iuran BPJS Kesehatan berlaku untuk peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP). Iuran BPJS Kesehatan untuk kelas I dan II naik dua kali lipat.

Menurut pasal 34 Perpres 75 Tahun 2019, iuran bagi peserta BP dan PBU untuk kelas III naik dari Rp25.500 menjadi Rp42 ribu per bulan.

Iuran kelas II naik dari Rp51 ribu menjadi Rp110 ribu dan kelas III dari Rp80 ribu menjadi Rp160 ribu. Iuran baru BPJS Kesehatan ini berlaku mulai 1 Januari 2020.

5 dari 6 halaman

Iuran BPJS Kesehatan Naik, 120 Juta Peserta Ini Tak Perlu Risau

Dream – Pemerintah meminta masyarakat tak mampu untuk tak cemas dengan rencana kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Kenaikan iuran BPJS yang sampai 100 persen itu hanya berlaku pada peserta mandiri.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, Puan Maharani menyatakan iuran BPJS Kesehatan untuk masyarakat miskin penerima bantuan iuran (PBI) takkan mengalami kenaikan. 

“ Untuk PBI, rakyat yang ditanggung oleh negara itu tetap kita tanggung. Ada 96,8 juta dan yang lain-lain jadi hampir 120 juta warga miskin itu masih ditanggung negara,” kata Puan, di Jakarta, dikutip dari setkab.go.id, Kamis 5 September 2019.

 Iuran BPJS Kesehatan Naik, 120 Juta Peserta Ini Tak Perlu Risau

 

Menurut Puan, rencana kenaikan iuran hanya berlaku bagi peserta mandiri yaitu dari segmen pekerja, penerima upah pemerintah, dan swasta. Kenaikan juga berlaku bagi pekerja bukan penerima upah dan peserta bukan pekerja.

Puan juga menyampaikan, peserta mandiri yang iuran kepesertaannya tidak ditanggung oleh negara bisa memilih kepesertaan berdasarkan kelas, yakni kelas I, kelas II, dan kelas III yang besar iurannya berbeda-beda.

“ Jadi peserta mandiri bisa memilih ikut kelas I, kelas II, atau kelas III,” kata dia.

6 dari 6 halaman

Tunggu Perpres

Ketika ditanya tentang kepastian kenaikan iuran BPJS, Puan masih menunggu Peraturan Presiden tentang hal itu.

“ Kita tunggu Perpresnya. Kalau Perpresnya sudah ditandatangani semua harus kita lakukan,” kata dia.

Menurut Menko PMK itu, kenaikan iuran BPJS Kesehatan akan diterapkan mulai 1 Januari 2020. Hal ini dimaksudkan sekaligus untuk memberikan waktu kepada pihak terkait JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) – KIS (Kartu Indonesia Sehat) memperbaiki berbagai hal.

Sekadar informasi, kenaikan iuran BPJS direncanakan naik 100 persen. Iuran kelas I naik dari Rp81 ribu menjadi Rp160 ribu, kelas II dari Rp52 ribu jadi Rp110 ribu, dan kelas III dari Rp22.500 jadi Rp42 ribu. 

Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik
Join Dream.co.id