Mutasi Pada Tanduk Virus yang membuat B117 Lebih Menular

Fresh | Minggu, 7 Maret 2021 11:42
Mutasi Pada Tanduk Virus yang membuat B117 Lebih Menular

Reporter : Mutia Nugraheni

"Mutasi memang merupakan kemampuan virus untuk bertahan hidup".

Dream - Ditemukannya virus Covid-19 varian baru jenis B117 di Indonesia tak dipungkiri memunculkan kekhawatiran. Pasalnya, virus strain baru ini lebih mudah menular daripada virus aslinya.

B117 pertama kali diumumkan di Inggris pada Desember 2020. Menurut dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, selaku Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI, virus Corona adalah tipe virus RNA (ribonucleic acid) yang secara alami mudah mengalami mutasi.

" Mutasi memang merupakan kemampuan virus untuk bertahan hidup. Hingga saat ini, kami belum mendapatkan bukti ilmiah bahwa virus mutasi COVID-19 ini lebih tinggi tingkat keganasannya dibanding virus COVID-19 yang awal, namun, dari beberapa penelitian di negara lain menunjukkan varian virus baru ini lebih cepat menular," ujar dr. Siti, dikutip dari Kemkes.go.id.

Mutasi terjadi pada bagian tanduk atau spike dari virus yang menyebabkan virus lebih mudah masuk ke sel sasaran sehingga penularannya akan lebih cepat dibanding varian yang lama. Kecepatan penularan mutasi virus tersebut tidak menyebabkan bertambah parahnya penyakit, namun penelitian terkait varian baru ini terus dilakukan.

 

2 dari 6 halaman

Para peneliti yang mendalami virus Corona B117 mengonfirmasi bahwa efektivitas inokulasi terhadap virus masih ada di level yang bisa diterima sehingga sejauh ini belum mengganggu kinerja vaksin.

" Vaksin yang sekarang digunakan pemerintah masih efektif untuk mencegah penularan mutasi virus sehingga tidak akan mempengaruhi kekebalan kelompok," ujar dr. Nadia.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak perlu resah, namun harus tetap waspada. Sementara itu, dr. Slamet, MHP, sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenkes mengatakan bahwa sejumlah langkah telah dilakukan pemerintah, salah satunya memastikan untuk terus memperkuat upaya 3T (Testing, Tracing, dan Treatment) demi mencegah varian baru corona B117 meluas. Temuan ini menunjukkan kemampuan dan kapasitas dari laboratorium Balitbangkes dalam melakukan metode Whole Genome Sequencing (WGS).

" Mutasi virus corona B.1.1.7 yang terdeteksi pertama di Inggris betul telah terdeteksi di Indonesia, mutasi virus ini lebih menular, orang yang terinfeksi varian ini juga dapat menularkan virus dalam jumlah yang lebih besar," ujar dr. Slamet.

Ia juga menjelaskan kegiatan WGS ini merupakan salah satu bagian dari kegiatan surveilans genom virus SARS-COV-2 yang telah dilakukan sejak virus ini masuk ke Indonesia. Data hasil pemeriksaan genom ini diunggah ke repository Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID).

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

3 dari 6 halaman

Ternyata Ini Gejala Umum Virus Covid-19 Strain Baru

Dream - Virus covid-19 strain baru yang menyebar di Inggris tak dipungkiri menimbulkan kekhawatiran. Pengendalian beum berhasil, tapi virus yang sudah bermutasi dan lebih menular, sudah muncul.

Virus dengan kode B.1.1.7. ini juga memunculkan gejala yang sama, tapi menurut penelitian ada keluhan yang paling banyak dialami pasien. Dari studi yang dipublikasi UK’s Office for National Statistics, gejala umum tersebut adalah batuk, kelelahan, sakit tenggorokan dan nyeri otot.

Keluhan tersebut jadi yang paling umum dialami pasien Covid-19 strain B.1.1.7. di Inggris. Kehilangan kemampuan membau dan merasa tampaknya kurang umum dialami pasien dengan strain tersebut. Sementara, sakit kepala, sesak napas, diare, dan muntah tetap umum dan serupa untuk kedua jenis virus corona.

Studi ini didasarkan pada tes positif dari sampel acak yang terdiri dari 6.000 orang di Inggris yang menjalani tes antara pertengahan November dan pertengahan Januari. Tim peneliti menganalisis gejala yang dilaporkan hingga seminggu sebelum tes positif untuk varian baru atau strain asli virus corona.

 

 

4 dari 6 halaman

Berikut presentase gejala yang dialami pasien Covid-19 strain baru yang diteliti pada 3.500 orang:
- 35% melaporkan batuk
- 32% mengalami kelelahan
- 25% mengalami nyeri otot dan nyeri
- 22% mengalami sakit tenggorokan
- 16% kehilangan rasa
- 15% kehilangan penciuman

" Mutasi pada varian baru bisa membuat strain lebih menular. Pasien yang tertular varian Inggris tampaknya menghasilkan viral load yang lebih tinggi, kata Lawrence Young, ahli virologi di University of Warwick, dikutip dari WebMD.

Virus strain baru dapat menyebabkan infeksi yang lebih luas di tubuh dan mungkin menyebabkan persentase batuk, nyeri otot, dan kelelahan yang lebih tinggi. Beberapa dari perubahan ini di berbagai bagian virus dapat memengaruhi respons kekebalan tubuh dan juga memengaruhi berbagai gejala yang terkait dengan infeksi.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

 

5 dari 6 halaman

Fakta Baru Soal Strain Virus Covid-19 yang Mudah Menular

Dream - Penelitian terus dilakukan oleh para ilmuwan untuk mengetahui karakterisktik virus Covid-19 yang kini jadi pandemi di seluruh dunia. Sebuah penelitian terbaru mengungkap, virus yang menyebabkan Covid-19 tidak sama dengan yang pertama kali muncul dari China.

Studi yang dilakukan tim dari University of North Carolina menunjukkan kalau strain virus sedikit berubah sehingga membuatnya lebih menular ke manusia. Dibandingkan dengan strain asli, orang yang terinfeksi strain baru ( disebut 614G) memiliki viral load yang lebih tinggi di hidung dan tenggorokan.

Pasien tampaknya tidak sakit, tapi jauh lebih mudah menulari ke orang lain. Strain baru ini memiliki perubahan pada lonjakan proteinnya, yaitu bagian terluar yang menempel di sel tubuh dan menginfeksi.

Perubahan tersebut membuatnya virus Covid-19 menginfeksi lebih cepat. Berpindah dengan cepat dari sel ke sel di tubuh, dan menyalin dengan sangat cepat. Eksperimen Baric membantu menjelaskan mengapa strain 614G, yang pertama kali muncul di Eropa pada Februari, dengan cepat mendominasi penyebaran di seluruh dunia.

 

 

6 dari 6 halaman

Virus kemungkinan melompat dari kelelawar dan menemukan populasi baru dari inang manusia. Tidak ada dari kita yang memiliki pertahanan kekebalan terhadapnya, jadi kita adalah target utama.

 Meski Sembuh, Pasien COVID-19 Akan Mudah Lelah dan Fungsi Paru Menurun
© MEN

" Virus strain ini punya keunggulan genetik yang membuatnya menggandakan diri lebih cepat dan melompat lebih cepat di antara inang," kata Ralph Baric, PhD, salah satu peneliti, yang juga profesor epidemiologi, mikrobiologi, dan imunologi di University of North Carolina, dikutip dari WebMD.

Rupanya virus dapat berpindah dari orang ke orang dan akan menjadi virus paling kompetitif yang mampu bertahan. Profesor Baric,merupakan salah satu pakar virus corona terkemuka di dunia. Studi barunya dipublikasikan di Journal Science.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Join Dream.co.id