Alasan Berat Badan Lebih Mudah Turun Saat Baru Mulai Diet

Fresh | Selasa, 5 November 2019 12:40
Alasan Berat Badan Lebih Mudah Turun Saat Baru Mulai Diet

Reporter : Cynthia Amanda Male

Temukan jawabannya di sini!

Dream - Diet dan berolahraga rutin mulai menjadi gaya hidup masyarakat terutama para kaum hawa perkotaan. Selain menjaga bentuk tubuh ideal, aktivitas ini juga membantu menjaga kesehatan tubuh.

Namun untuk menjalankan kedua aktivitas itu secara rutin bukan perkara mudah.

Sahabat Dream harus berkomitmen untuk menjalaninya secara rutin supaya usahamu efektif. Jika sudah bisa memulai, kamu perlu mempertahankannya hingga keinginanmu tercapai.

 shutterstock

2 dari 7 halaman

Awalnya Memang Berat Badan Turun

Kebanyak orang patah semangat ketika berat badan mulai sulit turun. Padahal mereka sudah berlatih keras dan menahan godaan makan.

Dietisien Geetruida Rory mengatakan berat badan memang cenderung mudah turun di awal menjalani diet.

" Memang awal proses penyesuaian turunnya cepat. Misalnya, orang yang overweight biasa mengonsumsi 3000-4000 kkal sehari. Kebutuhan normalnya 2000. Jadi turun berat badannya cepat," ujarnya di Veranda Hotel, Jakarta Selatan, Senin, 4 November 2019 kemarin.

Meski pengurangan kalori secara drastis bisa menurunkan berat badan dalam porsi cukup besar, sebagian orang bisa jadi tak merasakannya. Tubuh setiap orang memiliki respons yang berbeda.

" Ada yang nggak kuat (kalorinya dikurangi secara drastis), dan ada yang bisa. Kalau nggak kuat, disarankan pasien untuk makan buah," katanya.

3 dari 7 halaman

Setelah mampu menyesuaikan dengan pola makan yang seharusnya, berat badan akan stuck atau sulit turun. Jika melakukan rutinitas yang sama, berat badanmu tidak akan turun sama sekali.

 shutterstockshutterstock © shutterstock.com

 

4 dari 7 halaman

Tips Agar Diet dan Olahraga Bisa Rutin Dilakukan

Maka dari itu, disarankan untuk mengombinasikan diet dengan olahraga. Jika sudah berolahraga, lakukanlah dengan intensitas lebih tinggi dari biasanya.

 shutterstockshutterstock © shutterstock.com

" Kalau berat badan stuck, harus dikombinasikan dengan olahraga agar outputnya juga tinggi. Intinya, balance intake dan output. Kalau intake sudah sama, output seperti biasa, nggak aka turun. Makanya, aktivitasnya harus ditambah," tutup Rory.

5 dari 7 halaman

Layak Ditiru, Gaya Hidup Sehat Ala Chef Yuda Bustara

Dream - Mengonsumsi makanan sehat jadi tren beberapa tahun belakangan. Namun hal tersebut juga diimbangi dengan banyaknya produk makanan manis atau cepat saji seperti bubble tea.

Menurut Chef Yuda Bustara, tren gaya hidup sehat akan bertahan, sedangkan tren bubble tea sudah mulai menurun.

“ Tren biasanya cuma bertahan 6 bulan biasanya. Bubble tea kemarin booming banget dan sekarang sudah mulai mereda. Tren ke depannya yang sehat-sehat seperti vegan, bebas kolesterol dan diet-diet lainnya,” ungkapnya dalam acara Dapur Lazada di Almond Zucchini, Jakarta Selatan, Senin, 14 Oktober 2019.

 Yuda BustaraFaisal Abdulrahman Al-Ghamdi © Khidr Al-Zahrani

Foto: Instagram.com/yudabustara

6 dari 7 halaman

Kebiasaan

Sebenarnya, tak sulit mengikuti gaya hidup sehat. Menurutnya, hal yang harus dibentuk adalah kebiasaan.

“ Sebenarnya nggak ada makanan yang sehat. Adanya gaya hidup sehat. Percuma lo makan sehat tiap hari kalau ngerokok dan tidak ngegym.”

 Yuda BustaraYuda Bustara © Instagram.com/yudabustara

Foto: Instagram.com/yudabustara

7 dari 7 halaman

4 Jenis Makanan wajib

Chef Yuda menyarankan agar lebih mudah menjalani gaya hidup sehat adalah mengatur porsi makan. Pastikan mengonsumsi empat jenis makanan, yaitu sayuran, karbohidrat, protein serta serat.

“ Kunci makanan sehat yang penting porsi. Saya sendiri nggak pernah membatasi diri untuk makan gorengan dan mi instan, tapi saya tahu porsinya, yang penting porsinya nggak lebay,” tutupnya. (mut)

 Yuda BustaraYuda Bustara © Instagram.com/yudabustara

Foto: Instagram.com/yudabustara

Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam
Join Dream.co.id