Makan di Restoran Saat Pandemi, Perhatikan Hal Ini

Fresh | Minggu, 7 Maret 2021 10:28
Makan di Restoran Saat Pandemi, Perhatikan Hal Ini

Reporter : Mutia Nugraheni

Tempat makan memiliki tingkat ketidakpatuhan pada protokol kesehatan paling tinggi.

Dream - Penambahan kasus Covid-19 di Indonesia belum ada tanda-tanda penurunan secara signifikan. Hal ini tentu saja masih menghawatirkan. Cara yang paling efektif untuk menurunkan jumlah kasus dan terhindar dari penularan Covid-19 adalah melakukan protokol kesehatan dengan disiplin.

Saat ini mungkin Sahabat Dream mulai mendapat banyak ajakan atau undangan untuk makan bersama di restoran. Perlu diingat, bila tak mendesak lebih baik makan di rumah dan pertemuan dilakukan secara virtual.

Terutama jika memiliki komorbid, atau tinggal dengan lansia dengan komorbid. Bagaimana jika harus datang ke restoran dan makan bersama? Perlu diingat restoran atau tempat makan lainnya jadi lokasi kerumunan yang tingkat ketidakpatuhannya pada protokol kesehatan paling tinggi

 

2 dari 5 halaman

Demi keamanan diri sendiri, keluarga dan orang-orang di sekitar, pastikan melakukan hal-hal berikut saat makan di restoran selama pandemi.

- jaga jarak saat mengantre

- duduk pada kursi yang sudah diatur, atau jaga jarak dari orang lain minimal 1 meter

- tetap pakai masker saat tidak sedang bersantap

- lepas dan simpan masker dengan baik dan aman saat makan, tidak meletakkan masker di atas meja makan

- hindari mengobrol saat melepas masker untuk makan

- rajin cuci tangan pakai sabun atau selalu menggunakan hand sanitizer

Sumber: Instagram @lawancovid19_id

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

3 dari 5 halaman

Terlalu Lama Pakai Masker, Bisa Muncul Masalah Mulut

Dream - Masker jadi benda wajib yang dikenakan saat keluar rumah, meski hanya pergi sebentar. Virus Covid-19 membuat kita harus mengenakan masker ke mana pun, demi melindungi diri sendiri dan orang lain.

Bila memakainya hanya sebentar mungkin tak masalah. Penggunaan masker dalam waktu lama, seperti mereka yang harus bekerja di kantor, bisa memunculkan masalah kesehatan mulut.

Seperti kurangnya minum air dapat mengurangi produksi air liur, sehingga mulut yang kering bisa mengakibatkan napas mulai berbau hingga menimbulkan adanya kerusakan gigi.

Gerry Curatola, seorang dokter gigi dari Rejuvenation Health and Rejuvenation Dentistry, Amerka Serikat, menjelaskan penyebab hal tersebut dan bagaimana cara mengatasinya. Berikut keluhan yang timbul karena terlalu lama memakai masker.

1. Mikrobioma Mulut
Akibat pemakaian masker yang berulang, bagian mulut pada masker bisa mengakibatkan adanya gangguan mikrobioma pada mulut. Hal Ini bisa menyebabkan semua jenis permasalahan gigi, seperti kerusakan pada gigi, gusi bengkak, bau mulut, dan banyak lagi. Jika masalah tersebut tidak segera ditangani, maka penderita dapat mengalami masalah serius.

 

4 dari 5 halaman

2. Kurangnya perawatan gigi

Penggunaan masker diperkirakan akan terus digunakan hingga beberapa tahun k edepan. Itulah sebabnya drg. Curatola mengatakan bahwa penting untuk menjaga kesehatan mulut mulai dari sekarang.

 Waspada Sikat Gigi dari Bulu Babi
© MEN

Ia menyarankan untuk menggunakan pasta gigi dengan formulasi prebiotik untuk meningkatkan kalibrasi ulang lingkungan asam mulut. Selain itu, menjaga diri untuk tetap terhidrasi juga menjadi suatu hal penting yang harus diperhatikan. Hal ini karean dehidrasi menjadi penyebab utama masalah tersebut.

“ Hasilnya adalah snowball effect yang menurunkan produksi air liur, sehingga akan membatasi kemampuan mulut untuk menghilangkan plak dan bakteri, dan akhirnya menyebabkan kerusakan gigi dan penyakit gusi,” kata drg Curatola.

 

5 dari 5 halaman

3. Pembersihan tak optimal

Pandemi telah membuat banyak prosedur medis non-darurat tertunda. Penumpukan karang gigi dapat menyebabkan merebaknya bakteri, hingga memperburuk masalah kesehatan mulut.

" Menyikat gigi saja tidak cukup, penting untuk mengunjungi dokter gigi dalam melakukan pembersihan yang profesional segera," ujar drg. Curatola.

4. Konsumsi permen atau gula
Jika kamu mengalami bau mulut akibat kurang minum, mungkin seringkali menutupinya dengan cara mengisap permen atau mengunyah permen karet. Rupanya hal ini hanya akan menambah parah.

Gula yang ditemukan dalam permen atau permen karet dapat menciptakan lingkungan mulut yang lebih asam, sehingga bisa memberikan makan bakteri patogen, yang menambah parah permasalahan ini. Saat pakai masker, jangan malas minum. Perbanyak makan buah, jus dan air putih, hindari mengonsumsi permen.

Laporan: Yuni Puspita Dewi/ Sumber: MarthaStewart

 


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Join Dream.co.id