Ketua Satgas Covid-19 IDI Anjurkan Sekolah di Luar Ruangan

Fresh | Kamis, 26 November 2020 10:12
Ketua Satgas Covid-19 IDI Anjurkan Sekolah di Luar Ruangan

Reporter : Mutia Nugraheni

Berada di ruang kelas tertutup akan sangat berisiko

Dream - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan memutuskan akan kembali membuka sekolah pada 2021. Tentunya sekolah dilakukan dengan cara berbeda dan harus menjalani protokol kesehatan ketat. Hanya anak yang sehat yang boleh ke sekolah, dan itu pun harus mendapat izin dari orangtua.

Banyak orangtua yang khawatir dengan rencana tersebut. Salah satunya karena risiko tertular di sekolah. Terkait hal ini Profesor Zubairi, Ketua Satuan Tugas Covid-19, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memberikan petunjuk penting agar anak aman di sekolah saat pandemi.

" KBM (kegiatan belajar mengajar) jangan dilakukan di ruangan tertutup rapat tanpa pergerakan udara dan memakai AC," tulis Profesor Subairi di akun Instagram resminya @profesorzubairi.

Menurut Prof Zubairi, belajar sebaiknya dilakukan di luar kelas. Pasalnya jika dilakukan di dalam kelas tertutup seperti biasa, bisa saja sirkulasi virus di ruangan terjadi.

 

2 dari 6 halaman

Tak Boleh Makan Bersama

Bila ada satu orang terinfeksi, maka partikel virus pada droplet bisa beredar di udara (airborne). Belajar sebaiknya dilakukan di taman sekolah atau lapangan.

" Maka itu penting sekali pengaturan sirkulasi udara. Bisa dilakukan dengan membuka jendela ruangan dan jangan tertutup rapat," ungkap Profesor Zubairi.

Hal yang juga sangat penting adalah jumlah anak yang hadir tak bisa seratus persen dalam waktu bersamaan. Bisa dimulai 25 sampai 40 persen dari kapasitas semestinya. 

" Kalau isi kelas tadinya 30, ya paling banyak sekitar 12 siswa saja. Jam belajarnya pun harus diperpendek. Kalau biasanya belajar dimulai jam 9 dan pulang jam 15 maka pulang harus dipercepat jadi jam 12. Jangan terlalu lama di ruagan dan perlu ada break olahraga. Plus tidak boleh ada kantin dan makan bersama," pesan Prof Zubairi.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

3 dari 6 halaman

Sekolah Tatap Muka Dibuka Lagi Tahun Depan, Ini Daftar Protokolnya

Dream – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, memperbolehkan sekolah menjalankan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka mulai semester depan. Ketentuan terbaru tak lagi mensyaratkan status Covid-19 dari zona wilayah tempat sekolah berada.

Sebagai gantinya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mensyaratkan sekolah yang akan menggelar KBM tatap muka harus memenuhi sejumlah kriteria yang dipersyaratkan.

“ Kalau sekolah memenuhi kriteria dan check list pembelajaran tatap muka (terpenuhi), pembelajaran yang ketat harus dilaksanakan,” kata Nadiem dalam konferensi pers virtual “ Pengumuman Penyelenggaraan Pembelajaran Semester Genap TA 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19” secara virtual, Jumat 20 November 2020.

Berikut ini adalah protokol baru untuk KBM tatap muka di sekolah.

1. Kapasitas kelas maksimal 50 persen dari rata-rata. Misalnya, setiap kelas di PAUD berisi 5 murid, SD maksimal 18 murid, dan SLB 5 murid.

2. Jaga jarak 1,5 meter.

3. Wajib memakai masker 3 lapis atau masker bedah sekali pakai.

4. Cuci tangan pakai sabun

5. Menerapkan etika batuk.

4 dari 6 halaman

Larang Kegiatan Berkumpul

Nadiem juga melarang pihak sekolah menyelenggarakan kegiatan berkumpul di sekolah. Kegiatan ekstrakurikuler dan olahraga harus ditiadakan. “ Kantin dilarang beroperasi,” kata dia.

Mendikbud yang meminta disapa sebagai Mas Menteri ini juga meminta tak ada kegiatan lain selain KBM. Misalnya, orang tua menunggu anaknya di sekolah dan anak-anak dilarang beristirahat di luar kelas. 

" Selesai belajar, anak-anak langsung pulang," kata dia.

Secara tegas Nadiem juga meminta orang-orang yang memiliki komorbid dilarang masuk ke sekolah. Hal ini disebabkan risiko tertular Covid-19 yang tinggi kepada orang-orang yang rentan penyakit tersebut. 

5 dari 6 halaman

Nadiem Izinkan Sekolah Tatap Muka Mulai Januari 2020

Dream – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, mengizinkan sekolah menggelar pembelajaran tatap muka. Kebijakan ini mulai berlaku per Januari 2021.

“ Kebijakan ini berlaku mulai semester genap tahun ajaran 2020/2021. Jadi, bulan Januari 2021,” kata Nadiem dalam press conference “ Pengumuman Penyelenggaraan Pembelajaran Semester Genap TA 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19” secara virtual, Jumat 20 November 2020.

Nadiem Izinkan Sekolah Tatap Muka Mulai Januari 2020© Dream

Dia mengatakan pemberian izin pembelajaran tatap muka bisa dilakukan serentak atau bertahap, tergantung kesiapan masing-masing daerah serta berdasarkan diskresi dan evaluasi kepala daerah. Sekolah yang melakukan pembelajaran tatap muka harus melakukan protokol kesehatan yang ketat.

“ Daerah dan sekolah diharapkan dari sekarang, kalau mau tatap muka, harus segera meningkatkan kesiapannya melaksanakan ini sampai akhir tahun,” kata Nadiem.

6 dari 6 halaman

Dia mengatakan, ada tiga pihak yang bisa menentukan suatu sekolah bisa melakukan pembelajaran tatap muka atau tidak. Ketiganya adalah pemerintah daerah atau kantor wilayah agama Kementerian Agama, kepala sekolah, dan perwakilan orang tua murid, yaitu komite sekolah.

“ Kalau tiga pihak tidak mengizinkan, ya, sekolah tidak akan dibuka,” kata dia.

Namun, lanjut Nadiem, pembelajaran tatap muka ini bukanlah kewajiban. Orang tua siswa boleh saja melarang siswanya untuk melakukan pembelajaran tatap muka meskipun sekolah sudah dibuka.

“ Hak terakhir individu (peserta didik) masih ada di orang tua. Pembelajaran tatap muka diperbolehkan, tidak diwajibkan,” kata dia. 

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Join Dream.co.id