Keren! Oksigen Konsentrator Tak Perlu Diisi Ulang

Fresh | Selasa, 6 Juli 2021 19:12

Reporter : Mutia Nugraheni

Harganya memang jauh lebih mahal tapi lebih praktis dalam kondisi pandemi seperti sekarang.

Dream - Melonjaknya kasus Covid-19 yang sangat drastis di Jawa dan Bali, memicu terjadinya krisis oksigen. Tabung yang ada terbatas, sementara pasien membludak. Belum lagi pengisian tabung membutuhkan waktu.

Sementara, penyedia juga kewalahan menangani permintaan isi ulang dari masyarakat. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah mengimpor 10 ribu oksigen konsentrator. Oksigen ini rencananya akan digunakan pasien Covid-19 yang mengalami gejala ringan.

" Sekarang kita pesan 10 ribu dan sebagian sudah mulai datang menggunakan pesawat Hercules dari Singapura. Kita juga akan ambil dari tempat lain jika kita kekurangan," kata Menko Luhut dalam keterangan pers virtual, Selasa, 6 Juli 2021.

Oksigen konsentrator ini memang berbeda dengan oksigen tabung yang biasa digunakan. Dikutip dari Galerimedika.com, oksigen konsentrator bekerja dengan menyaring udara di sekitarnya, lalu mengompresnya ke kepadatan yang diperlukan dan kemudian mengirimkan oksigen kadar medis yang dimurnikan ke dalam sistem pengiriman dosis-pulsa atau sistem aliran berkelanjutan ke pasien.

Alat ini dilengkapi dengan filter khusus dan saringan yang membantu menghilangkan nitrogen dari udara untuk memastikan pengiriman oksigen yang dimurnikan sepenuhnya kepada pasien. Perangkat ini juga dilengkapi dengan antarmuka pengguna elektronik sehingga dapat disesuaikan tingkat konsentrasi oksigen dan pengaturan laju oksigen kemudian pasien menghirup oksigen melalui kanula hidung atau masker khusus.

Untuk menggunakan oksigen ini butuh resep dokter. Dokter akan menentukan tingkat oksigen yang dibutuhkan, dan dapat bervariasi saat istirahat, saat tidur, dan ketika berolahraga.

 

Keren! Oksigen Konsentrator Tak Perlu Diisi Ulang
Oksigen Konsentrator/ Foto: Shutterstock
2 dari 5 halaman

Kapan Oksigen Konsentrator Digunakan?

Pada pasien Covid-19 yang bergejala ringan, seringkali mereka tak menyadari kalau tingkat saturasi oksigennya dalam darah menurun. Biasanya baru tahu saat diperiksa melalui oximeter.

Bila kadar oksigen darah rendah, dokter dapat merekomendasikan terapi oksigen jangka pendek atau jangka panjang. Oksigen konsentrator bisa digunakan dalam kondisi tersebut.

 Oksigen konsentrator© Shutterstock

Untuk kondisi akut biasanya membutuhkan terapi oksigen jangka pendek. Kondisi ini biasanya berjalan dalam waktu singkat. Pasien juga mungkin tiba-tiba memiliki gejala kronis di mana hal-hal terjadi secara bertahap dan membutuhkan oksigen jangka panjang.

 

 

3 dari 5 halaman

Tak Perlu Isi Ulang

Oksigen konsentrator menggunakan metode yang cerdas untuk menghilangkan nitrogen dari udara dan menghasilkan oksigen murni hingga 96 persen. Sebagai referensi, udara ruangan mengandung 80 persen nitrogen dan 20 persen oksigen.

Oksigen konsentrator akan mengubah udara di sekitar menggunakan satu atau dua filter saringan untuk mengambil udara dari luar lalu di proses dari mesin yang nantinya akan menjadikan oksigen murni dan siap dihirup oleh pasien.

Oksigen konsentrator mengambil udara dan memurnikannya untuk digunakan oleh individu yang membutuhkan oksigen medis karena rendahnya tingkat oksigen dalam darah mereka. Alat ini punya beberapa kelebihan, antara lain:

- Tidak perlu isi ulang oksigen
- Ukuran kecil (portable) dan mudah dibawa
- Aman karena tidak memiliki tanki dan tidak bocor
- Mudah dioperasikan
- Berat lebih ringan dibanding oksigen tabung/silinder

Meski begitu alat ini juga memiliki kekurangan. Antara lain harganya memang lebih mahal, mesinnya agak berisik dan tak bisa digunakan ketika listrik mati atau baterainya habis. Selengkapnya baca di sini. 

 

 

 

4 dari 5 halaman

Pasien Covid-19 yang Isoman, Penting Cek Oksigen Pakai Oximeter

Dream - Terjadi antrean pembeli dan pengisian tabung oksigen di berbagai daerah karena lonjakan kasus Covid-19. Hal ini dikarenakan menurunnya saturasi oksigen yang sering terjadi pada pasien Covid-19.

Kondisi ini sangat berbahaya bagi kondisi pasien. Oleh karena itu, sangat penting untuk memiliki oximeter atau alat pengukur saturasi oksigen atau kadar oksigen dalam darah.

 Pentingnya Memiliki Oximeter Bagi Pasien Covid-19© MEN

Selain Covid-19, pasien pengidap penyakit paru obstruktif kronik, radang paru-paru, kanker paru-paru, asma, anemia, penyakit jantung, serta asfiksia juga bisa mengalami perubahan saturasi oksigen.

Maka dari itu, pasien yang mengidap penyakit tersebut harus menyediakan oximeter. Dilansir dari Sehatq.com, berikut beberapa fungsi lain oximeter.

1. Menilai efektivitas obat paru-paru.
2. Mengetahui kondisi pasien jika membutuhkan bantuan pernapasan.
3. Menilai efektivitas ventilator
4. Mengetahui kadar oksigen saat atau setelah pembedahan.
5. Menilai efektivitas terapi oksigen.
6. Mengetahui kondisi pasien ketika aktivitasnya ditingkatkan.
7. Mengetahui kondisi napas pasien ketika tertidur.

5 dari 5 halaman

Cara kerja dan pentingnya memiliki oximeter

 Menggunakan Oximeter© Shutterstock

Untuk menggunakannya, kamu hanya perlu menjepit satu jari tangan dengan oximeter. Ketika berhasil diukur, kamu akan mengetahui saturasi oksigen dalam ukuran %SpO2 dan detak jantung dalam ukuran PRbpm.

Jika hasilnya 95% atau lebih, berarti saturasi oksigenmu normal. Tapi jika kurang seperti 92%, kamu berpotensi mengidap hipoksia atau kekurangan oksigen yang bisa berujung gangguan fungsi organ, bahkan kematian.

Sedangkan jika detak jantungmu berada di kisaran angka 60-100 PRbpm, berarti kondisimu normal.

Berhati-hatilah ketika mengalami penyakit yang disebutkan sebelumnya. Kamu harus sering menggunakan oximeter untuk mengecek saturasi oksigen karena bisa menurun tanpa gejala atau disebut happy hypoxia.

Selain menggunakan oximeter, kamu juga bisa mengetahui saturasi oksigen dengan melakukan analisis gas darah di fasilitas kesehatan.

Join Dream.co.id