Tanda-Tanda Stres Akibat Polusi dan Cara Mencegahnya

Fresh | Rabu, 11 Desember 2019 06:48
Tanda-Tanda Stres Akibat Polusi dan Cara Mencegahnya

Reporter : Cynthia Amanda Male

Wajib terapkan juga ke buah hati, ya.

Dream - Polusi yang kita temukan di kehidupan sehari-hari ternyata tak hanya membahayakan organ tubuh. Para peneliti meyakini polutan juga menjadi salah satu pemicu munculnya stres

Datangnya stres tak hanya menimpa kalangan pekerja kantor yang sudah berusia dewasa

Sejumlah penelitian menunjukan jika polusi dapat meningkatkan gejala kegelisahan kecemasan serta depresi pada anak 12 tahun.

 shutterstock

Pada kalangan remaja dan dewasa, polusi dapat menyebabkan mereka rentan terhadap gangguan kecemasan bahkan sampai kecenderungan melakukan perbuatan bunuh diri.

2 dari 5 halaman

Tanda-Tanda Stres Karena Polusi

 shutterstock

Gejala stres akibat polusi bisa dikenali dari tanda-tanda berupa kesulitan mengingat, susah berkonsentrasi, berpikirab negatif, suasana hati yang cenderung tidak stabil, atau mudah tersinggung.

Gejala fisik orang yang mengalami stres terlihat dari tubuh yang merasa kewalahan, depresi, sakit, nyeri, diare, demam, detak jantung cepat, sering flu, makan lebih banyak atau sedikit, atau suka menunda pekerjaan serta merasa gugup.

" Nafas terasa sesak, kepala pusing dan merasa kurang nyaman merupakan tanda stres karena polusi," jelas Veronica Adesla, Psikolog Klinis di Hotel Morrissey, Jakarta Pusat, Selasa, 10 Desember 2019.

3 dari 5 halaman

Cara Mengatasi Stres Karena Polusi

Berbagai upaya dapat dilakukan untuk mengatasi stres ako akibat polusi, seperti menjalani gaya hidup sehat, mencukupi waktu tidur, berolahraga, meditasi serta mandi air hangat 1-2 jam sebelum tidur selama 5-10 menit.

 shutterstock

" Bisa diatasi dengan cara memiliki manajemen stres yang sehat dan menemukan hal yang bisa membuat kita tenang seperti mandi air hangat 1-2 jam sebelum tidur," tutupnya.

4 dari 5 halaman

Ngeri, Polusi Udara Bisa Picu Keinginan Bunuh Diri

Dream - Polusi udara sudah jadi bagian dari masyarakat perkotaan dan mereka yang tinggal di kawasan industri. Asap kendaraan dan asap pabrik jadi 'makanan' sehari-hari. 

Kondisi tersebut sebenarnya bisa berujung fatal, terutama untuk anak. Sebuah penelitian dari Cincinnati Children's Hospital, Ohio, Amerika Serikat menunjukkan kalau anak-anak yang lebih sering terpapar polusi udara lebih rentan mengalami kecemasan, stres hingga melakukan bunuh diri.

Hasil penelitian itu kemudian diterbitkan oleh Environmental Health Perspectives yang menunjukkan bahwa anak-anak yang hidup di lingkungan kurang beruntung akan lebih rentan terpapar berbagai penyakit.

 

5 dari 5 halaman

" Studi ini adalah yang pertama menunjukkan hubungan antara tingkat polusi udara luar ruangan harian dan peningkatan gejala gangguan kejiwaan, seperti kecemasan dan bunuh diri, pada anak-anak," ujar penulis Dr. Cole Brokamp, salah satu peneliti.

Meski demikian, ia mengakui kalau penelitian tersebut masih perlu pendalaman lebih lanjut mengenai polusi udara dapat mempengaruhi gejala anak melakukan bunuh diri.

"  Fakta bahwa anak-anak yang tinggal di lingkungan yang miskin mengalami efek kesehatan yang lebih besar dari polusi udara dapat berarti bahwa pencemar dan stresor lingkungan dapat memiliki efek sinergis pada keparahan dan frekuensi gejala kejiwaan," ucap dia.

4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian
Join Dream.co.id