Kasus Langka, Area Intim Ibu Muda Ini Keluarkan ASI

Fresh | Kamis, 13 Juni 2019 17:46
Kasus Langka, Area Intim Ibu Muda Ini Keluarkan ASI

Reporter : Sugiono

Bukan hanya payudaranya yang bengkak, sakit dan menghasilkan ASI, tapi juga daerah vulvanya.

Dream - Menyusui bisa menjadi masalah yang cukup pelik bagi ibu-ibu yang baru melahirkan. Namun seorang wanita Austria mengalami sebuah fenomena menyusui yang sangat langka.

Wanita berusia 29 tahun yang tak disebutkan namanya itu mengeluarkan ASI dari area intimnya.

Jadi, bukan hanya payudaranya yang bengkak, sakit dan menghasilkan ASI, tapi juga daerah vulvanya.

Fenomena ini baru diketahui lima hari setelah wanita itu melahirkan anak keduanya di Rumah Sakit Universitas Kepler.

2 dari 5 halaman

Terjadi Pembengkakan di Vulva

Awal fenomena ini ditemukan ketika wanita tersebut dirujuk ke para dokter di bagian Kebidanan dan Kandungan.

Wanita itu mengeluh area selangkangannya sakit, dengan bagian vulvanya membengkak.

Tidak hanya itu, wanita tersebut mengaku mengeluarkan cairan putih seperti ASI dari vulvanya.

" Area vulvanya mengalami pembengkakan di kedua sisinya. Pembengkakan itu juga memanjang dari labia mayora ke labia minora hingga daerah perineum dekat anus dalam waktu 4 hari setelah melahirkan," tulis tim dokter yang dipublikasikan di jurnal Obstetrics & Gynecology.

Dokter pada mulanya menduga ada sesuatu yang salah dengan jahitannya. Namun wanita itu mengatakan dia juga pernah mengalami gejala sama saat melahirkan anak pertama.

3 dari 5 halaman

Ultrasonografi Menyebutkan Ektopik

Setelah melakukan diagnosis ultrasonografi, dokter mengatakan wanita itu mengalami masalah jaringan payudara ektopik.

Jaringan payudara wanita itu tumbuh tidak pada tempatnya, tetapi di area luar organ intimnya.

Meskipun tidak memiliki puting seperti payudara, tapi jaringan itu mempunyai saluran yang bisa menghasilkan ASI.

Fenomena tersebut memang terdengar aneh. Namun di dunia kedokteran, kasus ini bisa dijelaskan dengan merujuk pada perkembangan payudara.

4 dari 5 halaman

Perkembangan Payudara Wanita

Seperti halnya mamalia lainnya, manusia memiliki apa yang disebut dengan jalur susu embrionik atau punggungan susu.

Jika ditarik garis, jalur susu embrionik ini bermula dari ketiak turun ke bawah hingga area intim wanita sebelum naik lagi ke sisi ketiak satunya.

Ketika masih embrio, di jalur inilah nantinya akan tumbuh puting susu. Demikian pula dengan kelenjar susu dan jaringan payudara.

Bagian-bagian reproduksi wanita ini bisa tumbuh di sepanjang jalur susu embrionik saat wanita menginjak pubertas.

Inilah yang menyebabkan munculnya kasus seperti dialami oleh wanita Austria di mana jaringan payudara juga tumbuh di area vulva.

5 dari 5 halaman

Bisakah Masalah Jaringan Payudara Ektopik Disembuhkan?

Sebagian besar kasus, masalah jaringan payudara ektopik ini tidak ditemukan sampai mulai menunjukkan masalah.

Beberapa masalah yang biasanya memicu masalah jaringan payudara ektopik ini di antaranya terjadinya pembengkakan pada kehamilan atau munculnya tumor yang bisa jadi kanker.

Untuk mengatasi masalah jaringan payudara ektopik yang berkembang jadi kanker, maka jaringan payudara ektopik tersebut harus diangkat.

Namun, untuk kasus wanita Austria, dokter hanya melepas semua jahitan yang mengenai jaringan payudara ektopik, dan memberikan antibiotik untuk mengatasi peradangan.

Beruntung, rasa sakit, pembengkakan dan keluarnya ASI dari vulva berangsur-angsur hilang dalam dua minggu.

Wanita itu juga sudah bisa menyusui anaknya secara normal tanpa masalah lagi.

(ism, Sumber: ScienceAlert.com)

BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie
Join Dream.co.id