Kasus Covid-19 Melandai, Pasien Diabetes Tak Boleh Lengah

Fresh | Jumat, 8 Oktober 2021 19:12

Reporter : Mutia Nugraheni

Protokol kesehatan tetap harus dilakukan.

Dream – Selama beberapa pekan terakhir, kasus Covid-19 di Indonesia mengalami penurunan. Hal ini tentu disambut baik oleh banyak orang. Angka vaksinasi juga menunjukkan penambahan.

Penting diingat, dalam kondisi seperti sekarang protokol kesehatan tetap harus dilakukan. Kita tak boleh lengah, terutama bagi para pasien diabetes. Pasalnya, mereka yang memiliki komorbid seperti diabetes lebih berisiko mengalami keparahan jika terpapar Covid-19.

Dokter Wismandari Wisnu, Sp.PD mengungkap, diabetes adalah penyakit yang belum bisa disembuhkan. “ Jadi kalau ada iklan bisa menyembuhkan diabetes, Bapak Ibu jangan langsung telan mentah-mentah. Ternyata, studi-studinya belum mendapatkan cara menyembuhkan diabetes secara total,” kata dr. Wismandari dalam webinar yang digelar Rumah Sakit Pondok Indah pada Kamis, 7 Oktober 2021.

Ia menjelaskan, bagi pasien Covid-19 yang kadar gula darahnya tinggi dan tidak terkontrol bisa meningkatkan risiko kematian 88% dan peningkatan cedera ginjal akut. Pasien diabetes yang terkena Covid-19 juga mengalami peningkatan 53% risiko komplikasi di paru-paru, dan 76% meningkatnya cedera jantung akut.

“ Pasien yang diabetesnya nggak terkontrol, 2x lipat berisiko lebih tinggi untuk terkena Covid-19 yang (gejala) berat bahkan sampai kematian,” ujar dr. Wismandari.

 

Kasus Covid-19 Melandai, Pasien Diabetes Tak Boleh Lengah
Pasien Diabetes
2 dari 6 halaman

Mengapa hal ini bisa terjadi? Dokter Wismandari menjelaskan, SARS-CoV-2 bisa merusak sel beta yang ada pankreas manusia. Area ini pula yang menghasilkan insulin sehingga jika sel beta rusak maka kadar insulin juga akan berkurang.

Berkurangnya insulin membuat kadar gula darah meningkat saat pasien positif Covid19. Jika ini terjadi, pasien juga berpeluang terinfeksi badai sitokin yang mengakibatkan insulin pada tubuh tidak bekerja dengan baik.

Kondisi gula yang meningkat akan memperburuk peradangan virus corona. Terlebih, saat kadar gula darah tinggi membuat kerusakan pembuluh darah yang mengakibatkan terjadinya penyumbatan atau biasa disebut thrombosis. Oleh sebab itu, sering terjadi serangan jantung atau stroke pada saat terinfeksi Covid=19.

“ Ini akan memperburuk semua organ di tubuh penderita diabetes pada saat terkena COVID-19,” ungkap dr. Wismandari.


Laporan Elyzabeth Yulivia

3 dari 6 halaman

Dokter Ingatkan Gejala Diabetes Juga Muncul Pada Kulit

Dream – Gangguan atau keluhan seputar kulit biasanya langsung kita sadari, karena tampak langsung oleh mata. Sebagai perempuan, tampilan kulit biasanya jadi nomor satu sehingga ketika bermasalah kita langsung tahu.

Adanya masalah pada kulit disebabkan banyak hal. Salah satunya kadar gula darah yang tinggi atau diabetes. Dikutip dari Klikdokter.com, diabetes (diabetes melitus) adalah suatu penyakit metabolik yang diakibatkan oleh meningkatnya kadar glukosa atau gula darah.

Dokter Danar Wicaksono lewat akun Instagramnya @dr_danar mengungkap kalau gejala diabetes juga muncul pada kulit. Untuk itu cobalah lebih waspada jika muncul keluhan berikut

1. Necrobiosis lipoidica
Jika kamu temukan bercak berwarna kuning atau coklat dan bagian tengahnya ambles atau kopong, bisa jadi tanda diabetes. Luka bercak yang berbentuk lebar, dan membuat bintik-bintik yang bertebaran.

2. Acanthosis nigricans

 Kondisi kulit saat diabetes© Instagram @dr_danar

Berupa garis hitam dan letaknya ada di ketiak atau sekitar leher. Memang sekilas seperti kotoran atau daki, tapi teksturnya kasar dan menebal. Jika memilikinya coba usap atau gosok secara perlahan. Jika tidak hilang, langsung konsultasikan ke dokter.

 

4 dari 6 halaman

3. Diabetic foot syndrome
Tanda berikut ini seperti luka awal yang tidak berasa atau tidak menyakitkan. Tetapi lama kelamaan akan menjadi besar, dan sulit untuk sembuh. Dalam video yang dibagikan pada akun @dr_danar, ia menjelaskan tanda luka tersebut paling sering muncul di telapak kaki dan sekitarnya.

4. Pruritus
Kulit terasa gatal namun tidak terlihat luka apapun. Bila digosok akan timbul bintik-bintik merah yang dinamakan dengan pruritus. Luka ini akan menimbulkan benjolan yang disebut dengan prurigo. Jika garukkan semakin sering, lukamu akan bertambah banyak.

5. Infeksi jamur/tinea
Terkahir ada bercak kemerahan yang tepinya lebih merah, dan bentuknya berkelok-kelok. Luka ini terlihat seperti genangan air berwarna merah yang menyatu dengan kulit. Terlihat seperti luka yang sudah kering karena tidak terlihat seperti luka yang serius.

Lihat video penjelasan dr. Danar

      View this post on Instagram

A post shared by Danar Wicaksono (@dr_danar)

Laporan Delfina Rahmadhani

5 dari 6 halaman

Periksa Gula Darah Rutin Tiap Ulang Tahun, Ini Alasannya

Dream - Medical check up disarankan untuk dilakukan secara rutin. Terutama saat berulang tahun sebagai pengingat dan sebaiknya tidak ditunda-tunda apalagi sampai terlupa. Setelah mendapat hasil medical check up yang berupa angka, penting untuk memperhatikan hasil tiap pemeriksaan.

Salah satu yang penting diketahui adalah pengukuran kadar gula darah. Sahabat Dream perlu mengetahui, apakah gula darah dalam normal, prediabetes atau sudah diabetes. Normalnya, gula darah seseorang yang berpuasa berada di sekitar 110-125.

" Gula darah saat puasa itu antara 110-125. Itu prediabetes," kata Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA), Mardi Santoso.

6 dari 6 halaman

Level Gula Darah

Prediabetes merupakan masa di mana gula darah berada di antara normal dan berpotensi diabetes. " Nah, setelah minum gula sebanyak 75 gram atau setelah makan, menjadi 140-199. Itu prediabetes, belum diabetes," ungkap Mardi.

Meskipun belum termasuk diabetes, namun prediabetes dapat mengarah ke penyakit tersebut. Untuk itu perlu dilakukan perawatan intensif dan langkah pencegahan.

" Prediabetes bisa jadi diabetes. Sekitar 25 persen kalau nggak dikendalikan, bisa diabetes. Mencegah obesitas, perbanyak gerak, cegah jantung koroner dan lain-lain," pesannya.

Join Dream.co.id