Jenggot Bisa Tularkan Virus Covid-19? Simak Penjelasannya

Fresh | Minggu, 29 Maret 2020 11:02
Jenggot Bisa Tularkan Virus Covid-19? Simak Penjelasannya

Reporter : Mutia Nugraheni

Percikan ludah bisa dengan mudah menempel di jenggot.

Dream - Hal apapun yang terkait penularan Covid-19, sebisa mungkin dihindari atau dihilangkan. Tentu saja karena virus tersebut sangat mudah menular. Virus ini menular melalui droplet atau percikan ludah.

Percikan tersebut bisa dengan mudah menempel di jenggot. Banyak yang penasaran apakah harus mencukur jenggot demi mengurangi risiko tertular Covid-19?

Thomas Russo, seorang dokter di State University of New York, Buffalo VA Medical Center, mengungkap sebenarnya keharusan mencukur jenggot untuk para petugas medis.

Terutama mereka yang bekerja di IGD atau kontak langsung dengan pasien Covid-19. Hal ini karena mereka wajib mengenakan masker N-95.

" Aku bisa membayangkan bahwa mungkin jenggot bisa mengumpulkan sedikit ludah atau sesuatu," kata Thomas.

 

2 dari 6 halaman

Cuci Tangan

Tentu saja, itu tidak memperhitungkan kemungkinan cara lain virus dapat menyebar atau tidak, meskipun bukti menunjukkan bahwa penularan melalui udara jauh lebih jarang terjadi. Hal ini dibandingkan dari droplet atau menyentuh permukaan yang sudah terkontaminasi virus Covid-19.

John Swartzberg, profesor di School of Public Health UC Berkeley yang mempelajari penyakit menular, juga tidak yakin kalau janggut bisa menularkan Covid-19. Belum ada bukti ilmiah terkait hal tersebut.

Lucy Wilson, profesor dari Department of Emergency Health Services di University of Maryland Baltimore County, mengungkap kalau penerapan hidup bersih lebih baik ditekankan, yaitu cuci tangan dengan sabun.

 Lebih Baik Cuci Tangan Pakai Sabun atau Hand Sanitizer?© MEN

" Masuk akal untuk berasumsi bahwa droplet bisa menempel daat seseorang bersin atau batuk ke jenggot. Selalu mandi dan cuci tangan dengan sabun sehabis melakukan apapun, terutama setelah keluar rumah," kata Wilson.

Jika memang tak ingin mencukur jenggot, pastikan selalu mencuci tangan dengan sabun. Termasuk membersihkan jenggot secara teratur.

Sumber: Huffpost.com

3 dari 6 halaman

Seberapa Mudah Virus Corona Menular?

Dream - Sebagian besar orang menganggap, virus corona menular dengan mudah melalui udara. Faktanya, tak demikian. Dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), virus corona menular melalui percikan air liur (droplet) orang yang terinfeksi, saat batuk atau bersin.

 Seberapa Mudah Virus Corona Menular?© Dream

Percikan tersebut dapat mendarat di mulut atau hidung orang yang berada di dekatnya atau mungkin terhirup ke dalam paru-paru. Bisa juga menular jika menyentuh permukaan atau benda yang terdapat percikan liur terinfeksi kemudian menyentuh mulut, hidung, atau mata.

Kondisi pasien corona yang paling menular adalah ketika sedang muncul gejala. Gejalanya antara lain batuk, pilek, dan disertai sesak napas.

 

 

4 dari 6 halaman

Seberapa mudah virus menyebar?

Hal ini sangat bervariasi. Beberapa virus sangat menular (menyebar dengan mudah), seperti campak, sementara virus lain tidak menyebar dengan mudah. Faktor lain yang juga berpengaruh adalah apakah penyebaran berkelanjutan.

Virus yang menyebabkan COVID-19 diperkirakan menyebar dengan mudah dan berkelanjutan saat pasien berada di beberapa wilayah geografis yang terkena dampak (community spread). Community spread berarti ada orang yang telah terinfeksi virus di suatu daerah, termasuk beberapa yang tidak yakin bagaimana atau di mana mereka terinfeksi.

Sumber: CDC

 

 

5 dari 6 halaman

Indonesia Positif Corona, Asuransi Bisa Cover?

Dream - Masyarakat dunia sedang digemparkan dengan kemunculan virus corona, tak terkecuali Indonesia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan ada dua warga negara Indonesia (WNI) positif terjangkit virus corona.

Kamu bisa melindungi diri dengan `amunisi-amunisi`, termasuk asuransi kesehatan. 

Asuransi siap melindungi kamu dari virus corona. Jika terjangkit corona, asuransi ini bisa mengcover biaya perawatan intensif virus corona.

CEO Generali Indonesia, Edy Tuhirman, mengatakan pihaknya siap memberikan pelayanan klaim untuk nasabahnya yang terjangkit virus corona.

“ Generali secara penuh akan menjamin dan menanggung pengobatan nasabah yang terinfeksi virus corona menyesuaikan ketentuan polis,” kata Edy di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 2 Maret 2020. 

Begitu pula yang dikatakan oleh Vice President Head of Corporate Branding, Marketing, and Communications Sequis, Felicia Gunawan, mengatakan, penting untuk mengantisipasi biaya kalau terjadi kondisi klinis akibat segala wabah penyakit.

Pihaknya siap memberikan perlindungan asuransi kesehatan dan asuransi jiwa dari kondisi klinis yang disebabkan oleh virus corona sesuai dengan ketentuan polis yang berlaku.

“ Ketika sakit apalagi telah masuk tahap kritis, biasanya biaya pengobatan yang harus dikeluarkan di rumah sakit sudah pasti sangat besar. Jika tidak memiliki asuransi kesehatan tentunya mau tidak mau kita harus merelakan uang tabungan, dana darurat, bahkan aset kita terpakai untuk berobat,” kata Felicia di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulisnya.

Manulife juga melindungi nasabahnya dari wabah virus corona. “ Kami juga mendapat banyak telepon soal apakah polis mereka meng-cover untuk perlindungan terhadap virus corona. Kami memastikan Manulife memberikan jaminan perlindungan,” kata Direktur and chief Marketing Manulife Indonesia Novita Rumgangun, di Jakarta, dikutip dari Liputan6.com.

6 dari 6 halaman

Asuransi Bisa Cover Asalkan Kondisi Ini Terpenuhi

Jika ingin biaya pengobatan dicover oleh asuransi, Edy mengatakan ada beberapa hal yang harus diperhatikan masyarakat. Pertama, memastikan jenis penyakitnya masuk ke dalam pertanggungan polis atau tidak.

“ Untuk mempercepat proses klaim, pemegang polis harus mempersiapkan dokumen yang diperlukan, klaim tidak berada dalam `Masa Tunggu Polis`, serta menggunakan jaringan rumah sakit kami untuk cashless claim,” kata Edy.

Meskipun ada sejumlah polis yang memberikan jaminan layanan kesehatan, nasabah diminta mengutamakan upaya pencegahan untuk menghindari infeksi virus.

Sampai saat ini, yang bisa dilakukan masyarakat dalam upaya pencegahan virus corona adalah membiasakan perilaku hidup sehat seperti selalu mencuci tangan dengan air dan sabun cair, menutup mulut dan hidung dengan tissue ketika bersin atau batuk, menggunakan masker, dan pergi ke dokter jika kondisi kesehatan memburuk.

Menu Berbuka Puasa Sehat dan Anti Ribet Ala Chef Deny Gumilang
Join Dream.co.id