Jangan Sepelekan Luka Pada Anak, Cegah Infeksi dengan Langkah Ini

Fresh | Senin, 2 Agustus 2021 07:12

Reporter : Ferdike Yunuri Nadya

Jika tidak ditangani dengan baik, luka yang terjadi akibat terjatuh dapat menimbulkan infeksi hingga trauma

Dream - Terjatuh merupakan hal yang paling sering dialami oleh anak-anak menurut World Health Organization (WHO). Hal ini lumrah terjadi karena anak masih senang berekplorasi yang mendorongnya bergerak lebih aktif.

Kala bermain sepeda, bola atau berlarian bersama, mungkin saja si kecil terjatuh dan melukai dirinya sehingga timbul lecet dan luka. Di kondisi seperti ini, memahami penanganan luka yang tepat bagi anak menjadi hal yang penting bagi orangtua.

 Shutterstock
© Shutterstock

Karena jika tidak ditangani dengan baik, luka yang terjadi akibat terjatuh dapat menimbulkan infeksi, bahkan bisa menyebabkan trauma yang dapat menghambat anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

“ Contoh trauma yang mungkin dialami oleh anak yaitu rasa takut dan kekhawatiran yang lebih tinggi dibanding anak lain karena ia memiliki memori yang tidak menyenangkan saat terluka dulu,” jelas dr. Mesty Ariotedjo, Dokter Spesialis Anak, Sp.A pada rilis yang diterima Dream, Senin 2 Agustus 2021.

Saat anak terjatuh dan luka, Sahabat Dream bisa mencoba langkah mudah pertolongan pertama saat anak mengalami luka ringan di rumah.

Jangan Sepelekan Luka Pada Anak, Cegah Infeksi dengan Langkah Ini
Sumber: Shutterstock
2 dari 6 halaman

1. Jangan Panik

 Shutterstock
© Shutterstock

 

Saat terjadi insiden, poin terpenting yang justru sering dilupakan oleh orangtua adalah tetap tenang dan tidak panik.

Hal ini akan membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang tidak mudah panik. Dengan sikap tenang, akan lebih mudah untuk fokus pada langkah yang seharusnya dilakukan untuk menangani luka sesuai dengan jenisnya.

“ Saat terjadi luka, orangtua sebaiknya tidak melarang anak untuk menangis melainkan mencoba menenangkan dengan cara meyakinkan bahwa papa dan mama ada bersamanya,” jelas Ria Enes, Story Teller pada rilis yang sama.

3 dari 6 halaman

2. Bersihkan ke Arah Luar Luka

 Shutterstock
© Shutterstock

 

Bersihkan luka dari kotoran untuk mencegah infeksi. Gunakan cairan antiseptik yang dilengkapi Polyhexamethylene (PHMB) yang dapat mengobati luka tanpa rasa perih.

Dan ajarkan juga anak untuk membersihkan lukanya karena hal ini sangat bermanfaat untuk si kecil.

Saat membersihkan luka, jangan lupa untuk menyekanya ke arah luar luka. Ini mencegah terjadinya kotoran kembali masuk ke dalam luka.

4 dari 6 halaman

3. Lindungi Luka

Lindungi luka dari kotoran dan bakteri untuk mencegah infeksi. Gunakan plester dengan Bacteria Shield yang telah teruji secara klinis dapat melindungi luka dari kotoran dan bakteri penyebab infeksi.

Setelah menggunakan plester, anak bisa jadi tergoda untuk membuka atau bermain-main dengan perban. Di sini, Sahabat Dream perlu mengingatkan bahwa luka perlu ditutup agar bisa sembuh total, sehingga ia bisa kembali bermain.

Pada kondisi ini, Sahabat Dream bisa mengajak anak bekerja sama untuk mengganti plestet bersama setiap 3 hari sekali. Ajarkan pada anak untuk memasang plester agar ia juga merasa bertanggung jawab untuk merawat kulitnya yang luka hingga pulih.

5 dari 6 halaman

4. Rawat Luka dengan Salep

 Shutterstock
© Shutterstock

Setelah luka mulai mengering, rawat luka dengan salep luka untuk mencegah bekas luka.

Saat luka kering, ingatkan anak untuk tidak mengelupasnya dengan jari karena dapat menimbulkan risiko infeksi. Jelaskan pada anak, membiarkan luka mengering memang cara tubuh mengobati luka.

Saat mengerti alasannya anak akan lebih mudah untuk tidak melakukan hal yang dilarang.

6 dari 6 halaman

5. Ajak Anak Siaga Tangani Luka

Mendukung anak mehami penanganan luka, Hansaplast mempersembahkan program 'Anak Siaga Hansaplast' yang bertujuan membantu orangtua dalam memberikan edukasi seputar luka kepada anak.

Melalui program ini, Hansaplast mengadakan serangkaian story telling yang diadakan secara virtual selama dua hari, yaitu 29-30 Juli 2021.

 Hansaplast
© Istimewa

Menggandeng story teller Ria Enes dan Susan serta Bonchie Yoska Sudrajat, Hansaplast mengajak orangtua dan anak Indonesia untuk memahami seluk-beluk luka mulai dari apa itu luka dan jenis-jenis luka.

Si keciljuga diajarkan bagaimana cara menguasai keadaan yang tidak diinginkan seperti kecelakaan, sehingga orangtua maupun anak dapat melakukan langkah pertolongan pertama pada luka secara tepat.

“ Kami berharap, program Anak Siaga Hansaplast ini dapat menyadarkan orangtua akan pentingnya memahami tata cara penanganan luka pada anak, terutama di saat pandemi seperti sekarang ini dimana anak banyak menghabiskan waktunya di rumah, jelas Dr. Christopher Vierhaus, Marketing Director Hansaplast.

Dr. Christopher menambahkan, bila orangtua telah memiliki kemampuan yang cukup untuk membantu menangani luka-luka ringan yang dapat terjadi di rumah. Diharapkan dapat menurunkan resiko infeksi dan anak-anak agar lebih nyaman menjalankan kegiatan eksplorasi belajar dan bermain.

Join Dream.co.id