Jangan Anggap Sepele Gangguan Mengompol

Fresh | Jumat, 20 Agustus 2021 08:12

Reporter : Mutia Nugraheni

Bisa memicu masalah seksual dan psikologis.

Dream – Beser dan mengompol pada lansia sering kali dianggap sebagai hal yang normal karena berkaitan dengan faktor usia. Padahal, kedua hal ini merupakan gangguan kesehatan yang dapat menimbulkan gangguan seksual, depresi, sampai menurunkan kualitas hidup.

Masyarakat awam juga sering keliru dan menganggap beser maupun mengompol merupakan hal yang sama. Profesor Siti Setiati dari Divisi Geriatri Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM menjelaskan bahwa ini merupakan dua hal berbeda.

“ Ini hal berbeda namun biasanya satu kesatuan. Jadi beser diikuti dengan ngompol,” kata Profesor Siti dalam acara edukasi media yang diadakan oleh Perkumpulan Kontinensia Indonesia (PERKINA) pada Kamis, 19 Agustus 2021 secara online.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa beser atau overactive bladder (OAB) merupakan gangguan fungsi kemih ditandai dengan keinginan berkemih yang tidak tertahankan, tiba-tiba, dan berkali-kali.

" Sementara mengompol atau inkontinensia adalah kondisi ketika seseorang tidak dapat menahan atau mengendalikan keluarnya air kencing (urin) dan umumnya kelanjutan dari beser.

Menurut PERKINA, terdapat beberapa gejala inkontinensia yang sering dijumpai yaitu:

- Meningkatnya frekuensi berkemih di malam hari

- Tidak dapat menahan atau terburu-buru saat ingin berkemih

- Sering terbangun di malam hari untuk berkemih

- Pancaran urin lemah

- Menunggu keluarnya urin saat berkemih

- Aliran urin yang putus-putus

- Menetesnya urin di akhir pancaran berkemih

- Sensasi kandung kemih seperti masih terisi setelah berkemih

- Mengedan saat berkemih

 

Jangan Anggap Sepele Gangguan Mengompol
Ilustrasi
2 dari 5 halaman

Penyebab beser atau mengompol

Profesor Siti mengatakan beser atau OAB akan sering terjadi saat bertambahnya usia. Efek penuaan akan berdampak terhadap peningkatan aktivitas otot detrusor, penurunan sensasi ingin berkemih, serta penurunan kekuatan otot sfingter di saluran kemih.

" Berdasarkan konsensus PERKINA, terdapat beberapa faktor risiko ngompol pada lansia maupun pria seperti diabetes mellitus, penyakit sendi degeneratif, stroke, demensia, depresi, penyakit jantung, penyakit Parkinson, penyakit pernapasan kronik, dan masih banyak lagi," ujarnya.

Data oleh penelitian Departemen Urologi RSCM-FKUI pada tahun 2014 menunjukkan bahwa sekitar 10,8% laki-laki dewasa dan 25% laki-laki lanjut usia di atas 60 tahun mengalami beser dan mengompol.

Dokter Nur Rasyid dari Departemen Medik Urologi FKUI-RSCM menjelaskan, ada hal yang bisa dilakukan pada pria maupun wanita lansia yang kerap mengalami gangguan berkemih.

“ Gunakan pampers, jaga berat badan sesuai indeks massa tubuh yang ideal, menghindari atau mengurangi kafein dan alkohol, menjaga pola konsumsi cairan secukupnya, dan melakukan tindakan pijat uretra untuk mengurangi rasa tidak tuntas pasca buang air kecil,” katanya.

Laporan: Elyzabeth Yulivia

3 dari 5 halaman

Buang Air Kecil Sakit Usai Berhubungan, Hati-Hati Pertanda Penyakit Serius Ini

Dream - Rasa sakit saat buang air kecil setelah berhubungan intim jangan diabaikan pasangan suami-istri. Kondisi tak wajar ini seringkali terjadi dan jadi pertanda kondisi organ intim yang tidak sehat.

Kamu yang pernah mengalaminya sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Beberapa penyakit serius bisa jadi sedang kamu idap tanpa disadari.

Dilansir dari Sehatq.com, berikut penyebab rasa sakit ketika buang air kecil setelah berhubungan intim.

Infeksi saluran kemih

Hal ini disebabkan oleh adanya bakteri yang berujung pada peradangan di saluran kemih. Kamu juga bisa mengalami sensasi terbakar saat buang air kecil, perubahan warna dan bau urine serta nyeri panggul.

4 dari 5 halaman

Uretritis

Jika merasa gatal di tempat keluarnya urine, keluar nanah serta nyeri panggul, mungkin kamu mengalami uretritis. Uretritis merupakan infeksi bakteri atau virus pada uretra.

Infeksi jamur

Biasanya, infeksi jamur candida albicans terjadi pada wanita. Hal ini sangat umum terjadi pada wanita. Penelitian menyatakan bahwa setidaknya 3 dari 4 wanita mengalaminya. Berkonsultasilah pada dokter untuk mengatasinya.

5 dari 5 halaman

Vaginosis bakteri

Vaginosis bakteri merupakan kondisi miss V yang diserang bakteri yang diakibatkan oleh perubahan pH.

 Vaginosis bakteri© Dream

Biasanya, vaginosis memiliki gejala gatal, keluarnya cairan berwarna kuning, hijau atau abu-abu serta muncul bau kurang sedap saat berhubungan intim.

(Sumber: Sehatq.com)

Join Dream.co.id