Ini Risiko Membawa Anak yang Belum Divaksin Covid-19 Bepergian

Fresh | Rabu, 4 Agustus 2021 17:48

Reporter : Mutia Nugraheni

Saat ini penularan Covid-19 varian delta sedang mendominasi di seluruh dunia.

Dream – Saat ini anak usia di bawah 12 tahun belum bisa mendapatkan vaksin Ccovid-19. Pasalnya, proses uji klinik vaksin pada anak di bawah usia 12 tahun masih dalam proses dan jauh lebih rumit.

Saat ini mungkin Sahabat Dream sudah sangat jenuh di rumah dan ingin jalan-jalan membawa anak. Penting diingat, meskipun semua anggota keluarga sudah mendapat vaksin Covid-19 dan si kecil belum, tidak menjamin keamanannya dari tertular virus Covid-19.

Saat ini penularan Covid-19 varian delta sedang mendominasi di seluruh dunia. Lebih mudah menular dan menurut Anthony Fauci, Direktur U.S. National Institute of Allergy and Infectious Disease membentuk 80% kasus baru. Ia juga menyatakan bahwa varian ini sangat berbahaya.

Hal ini menimbulkan banyak pertanyaan, termasuk apakah bepergian dengan anak yang tidak divaksin aman? Mark Hicar seorang profesor penyakit menular di Universitas Buffalo New York mengatakan tergantung pada toleransi risiko.

“ Jumlah risiko yang dapat ditoleransi tiap orang berbeda, jadi sesuatu yang dianggap ‘aman’ oleh orang lain dianggap berisiko,” ujarnya, dikutip dari Health.com.

 

Ini Risiko Membawa Anak yang Belum Divaksin Covid-19 Bepergian
Bepergian Dengan Anak/ Shutterstock
2 dari 6 halaman

Hal yang Harus Dipertimbangkan

Selain itu ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan seperti jika lokasi untuk bepergian memiliki kasus yang tinggi, lebih baik dibatalkan. Bisa juga dengan memastikan lokasi yang akan dikunjungi dan patuhi protokol kesehatan. Jenis liburan yang direncanakan juga penting.

 Anak pakai masker© Shutterstock

“ Ada perbedaan besar saat berlibur ke kota di mana Anda pergi ke museum, taman hiburan, perkemahan keluarga atau hanya menghabiskan waktu bersama keluarga besar,” kata dokter Hicar.

Robert Hamilton seorang dokter anak di Pusat Kesehatan Providence Saint John Santa Monica menjelaskan bahwa bepergian dengan anak-anak yang tidak divaksin sebagian besar boleh dilakukan dengan catatan untuk anak diatas dua tahun memakai masker di tempat umum dan menjaga kebersihan tangan dengan benar.

 

3 dari 6 halaman

Jika memilih pergi, pilihan apa yang aman?

Secara umum, para ahli merekomendasikan untuk bepergian dengan mobil atau kendaraan pribadi. “ Perjalanan darat lebih aman,” kata Richard Watkins, MD seorang dokter penyakit menular di Northeast Ohio Medical University.

Dokter Hamilton memperingatkan harus menggunakan masker dan pembersih tangan di tempat peristirahatan. Hindari melakukan perjalan lintas negara jika tidak sangat terpaksa.

Secara keseluruhan, para ahli mengatakan tidak masalah pergi dengan anak-anak yang tidak divaksin, orang tua hanya perlu waspada dan mengikuti tindakan pencegahan yang tepat.


Laporan: Elyzabeth Yulivia

4 dari 6 halaman

Wuhan Kembali Panik, Lonjakan Kasus Covid-19 Baru Picu Aksi Borong Warga

Dream - Warga di kota sumber pertama penemuan Covid-19 dunia kembali dilanda kepanikan. Setelah setahun lebih mengklaim sudah bebas dari penularan Sars-CoV-2, masyarakat di kota ini kembali dikejutkan dengan peningkatan kasus positif baru. 

Lonjakan kasus positif Covid-19 di Wuhan membuat warga menyerbu supermarket dan memborong sebanyak mungkin barang kebutuhan pokok. Mereka menghabiskan semua barang yang dijual di supermarket ketika infeksi meningkat.

Kepanikan dipicu kekhawatiran warga akan berlakunya kembali lockdown di kota yang sempat lumpuh total akibat wabah Covid-19.

Testing massal digalakkan sejak beberapa hari terakhir di Ibu Kota Provinsi Hubei, China menyusul teridentifikasinya kembali kasus Covid-19 meski jumlahnya masih rendah. Selasa kemarin, jumlah kasus baru yang teridentifikasi sebanyak delapan kasus.

Wuhan menunjukkan pandangan baru kepada dunia mengenai lockdown yang melelahkan di bulan-bulan awal pandemi. Langkah tersebut sukses, dengan nol kasus di Wuhan sejak pertengahan Mei tahun lalu.

Lockdown 76 hari yang ketat berhasil mengejutkan dunia dan segera dicontoh banyak negara. China membawa kasus domestik ke hampir nol, memungkinkan ekonomi pulih dan sebagian besar kehidupan kembali normal.

5 dari 6 halaman

Muncul Wabah Baru

Tetapi wabah baru telah merusak rekor itu karena varian Delta yang menyebar dengan cepat di 20 kota di lebih dari 12 provinsi di China. Sembilan petugas kebersihan bandara internasional Nanjing diyakini menjadi pemicu munculnya kembali rantai penularan di seluruh China.

Dalam dua pekan terakhir, China mencatatkan sebanyak 414 kasus baru. Sementara, Komisi Kesehatan Nasional mengonfirmasi ada 90 kasus baru ditemukan Senin ini.

Jutaan orang di seluruh China telah dikurung di rumah untuk menekan angka penularan wabah ini. Jaringan transportasi domestik distop dan lockdown massal dijalankan.

Pelancong dilarang masuk selama puncak musim panas. Sedangkan penduduk di Wuhan menyerbu supermarket untuk membeli bahan makanan dan perlengkapan rumah tangga sebagai persiapan untuk lockdown lebih lanjut.

 

6 dari 6 halaman

Dugaan Awal

Pejabat setempat menyatakan akan berusaha menenangkan kepanikan penduduk kota. Mereka menyatakan toko-toko telah berkomitmen untuk menjaga rantai pasokan serta harga bahan pokok stabil.

Wakil Direktur Pusat Pengendalian Penyakit Provinsi Hubei, Li Yang, mengatakan kasus-kasus baru di kota itu, bersama dengan infeksi di dekat Jingzhou dan Huanggang, berkaitan dengan kasus-kasus yang ditemukan di kota Huaian di provinsi Jiangsu.

Wabah di Jiangsu diyakini muncul pertama kami di ibu kota provinsi Nanjing,. Kemungkinan besar merupakan infeksi varian Delta yang dibawa melalui penerbangan dari Rusia.

Sejak itu banyak kota di Cina selatan dan beberapa di utara, termasuk Beijing, telah melaporkan infeksi. Dari 90 pasien baru yang dikonfirmasi yang dilaporkan pada hari Selasa, 61 kasus merupakan transmisi lokal, kata otoritas kesehatan setempat, dikutip dari The Sun.

Join Dream.co.id