Ini Ciri-ciri Tahi Lalat Berbahaya

Fresh | Jumat, 8 Mei 2015 09:45
Ini Ciri-ciri Tahi Lalat Berbahaya

Reporter : Sandy Mahaputra

Penyakit kanker kulit yang kadang menyerupai tahi lalat harus lebih diwaspadai agar tidak berkembang membentuk sel kanker baru.

Dream - Menurut sebuah survei terbaru yang dilakukan oleh British Association of Dermatologists, lebih dari tiga perempat responden tidak mengenali tanda-tanda peringatan suatu penyakit kulit.

Dan mayoritas orang Inggris tidak melakukan pemeriksaan bulanan, yang direkomendasikan oleh pakar dermatologis, para ahli memperingatkan.

Survei menemukan 81 persen responden mengatakan mereka tidak merasa yakin bisa mengenali tanda-tanda kanker kulit non-melanoma.

Kanker jenis ini ditandai dengan munculnya benjolan atau flek hitam pada kulit yang tidak sembuh-sembuh. Biasanya tanda-tanda paling sering muncul pada wajah, telinga, tangan dan bahu.

Munculnya luka kecil yang tidak biasa dengan noda kemerahan, putih, biru atau biru-hitam pada tubuh juga menjadi gejala melanoma.

Gejala lainnya muncul benjolan mengkilap pada bagian tubuh manapun. Namun tanda paling umum adalah munculnya tahi lalat baru atau terjadi perubahan pada tahi lalat lama.

Perubahan yang dimaksud antara lain tahi lalat semakin besar, berubah bentuk dan warna, berdarah atau menjadi berkerak, terasa gatal atau sakit.

Cara membedakan tahi lalat normal dan melanoma adalah dengan melakukan metode pengecekan ABCDE.

Asymmetrical (Asimetris): tahi lalat awalnya berbentuk bulat dan simetris, namun jika bentuknya berkembang jadi tidak beraturan atau tidak simetris, mungkin itu adalah gejala melanoma.

Border (Batas): tahi lalat awalnya memiliki batas teratur dan terlihat geometris, namun jika berubah tidak beraturan dan bergerigi, berarti melanoma.

Colour (Warna): tahi lalat hanya punya satu warna, jika berkembang menjadi beberapa seperti coklat muda hingga hitam, berarti melanoma.

Diameter: ukuran diameter melanoma biasanya lebih panjang 6 milimeter.

Evolution/Enlargement (Pembesaran): tahi lalat yang ukurannya berubah dari waktu ke waktu mungkin bisa menjadi melanoma.

Survei ini juga mengungkapkan 72 persen responden mengaku mengalami luka bakar matahari di tahun sebelumnya, sebuah angka yang digambarkan para ahli sebagai 'mengejutkan'.

Lebih dari 2.000 orang di Inggris meninggal akibat kanker kulit setiap tahun. Banyak yang meremehkan efek yang disebabkan oleh sinar matahari, kata Jonathon Major dari British Association of Dermatologists.

" Hampir tiga perempat dari orang yang disurvei mengakui bahwa mereka mengalami luka bakar matahari di tahun lalu. Ini mengejutkan," katanya.

" Ini mencerminkan kebiasaan buruk tentang perlindungan tubuh dari sinar matahari - banyak yang meremehkan efek merusak sinar matahari terhadap kulit. Mereka berpikir bahwa kulit memerah hanya bagian dari proses tanning, bukan tanda pasti bahwa kulit Anda telah rusak dan tidak bisa diperbaiki lagi."

(Ism, Sumber: Daily Mail)

Join Dream.co.id