Heboh Kemunculan Virus Hendra di Australia, Begini Penularannya

Fresh | Selasa, 24 Mei 2022 08:48

Reporter : Mutia Nugraheni

Ditemukan pada urine kalelawar.

Dream - Virus Covid-19 saat ini memang lebih terkendali, tapi kekhawatiran soal virus belum kunjung berakhir. Mulai dari kasus virus Cacar Monyet di Amerika Serikat dan Australia, kini muncul lagi virus Hendra varian baru.

Virus Hendra varian baru ini bisa menular ke manusia dan ditemukan oleh tim peneliti dari Griffith University Australia. Awalnya, virus terdapat di urine kalelawar kepala hitam yang banyak berkerumun di Queensland dan New South Wales

Virus Hendra ditemukan pada Mei hingga Agustus. Lalu apa itu virus Hendra? Dikutip dari penyakit virus hendra disebabkan oleh virus equine morbillivirus, yang tergolong dalam genus Henipavirus dan famili Paramyxoviridae.

Virus yang lebih dikenal dengan sebutan hendra ini, pertama kali diisolasi pada 1994 pada spesimen yang diperoleh saat wabah pada kuda dan manusia di Hendra, pinggiran kota Brisbane, Australia. Virus ini memilki genus sama dengan virus nipah yaitu Henipavirus.

 

Heboh Kemunculan Virus Hendra di Australia, Begini Penularannya
Virus Hendra/ Foto: Shutterstock
2 dari 3 halaman

Cara penularan dan Gejala

Penyakit virus Hendra dapat menular dari inang alami flying fox (kelelawar dari genus Pteropus) ke hewan lain dan ke manusia (zoonosis). Penularan manusia ke manusia hingga saat ini belum dilaporkan.

Penularan virus Hendra ke manusia dapat terjadi setelah terpapar cairan dan jaringan tubuh atau kotoran kuda yang terinfeksi virus Hendra. Kuda dapat terinfeksi setelah terpapar virus dalam urine flying fox yang terinfeksi.

Gejala dan tanda penyakit virus Hendra
Setelah inkubasi 9-16 hari, pasien akan mengalami infeksi saluran pernapasan seperti demam, batuk, nyeri tenggorokan. Pada beberapa kasus, bisa berkembang menjadi masalah ensefalitis yang fatal. Meskipun penyakit ini jarang, namun angka kematian (Case Fatality Rate/CFR) pada manusia cukup tinggi, yaitu 57%.

 

3 dari 3 halaman

Diagnosis dan Wabah

Untuk diagnosisnya, virus hendra bisa dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium RT-PCR. Penting untuk melakukan pencegahan virus ini, antara lain dengan tidak melakukan perburuan hewan liar, hindari kontak dengan hewan yang sakit dan pastikan mengonsumsi daging yang benar-benar sudah matang.

Sampai saat ini belum ditemukan kasus penyakit virus hendra pada manusia maupun hewan ternak di Indonesia. Berdasarkan studi serologi (Sendow el al, 2013) Kalong menunjukkan bahwa sebanyak 22, 6% kalong spesies Pteropus vampyrus di Kalimantan Barat dan sebanyak 25% P. Alecto di Sulawesi Utara mengadung antibodi terhadap virus Hendra.

Wabah pertama virus Hendra dilaporkan di pinggiran kota Brisbane, Hendra, Australia, pada 1994. Wabah tersebut melibatkan 21 kuda pacu dan dua kasus pada manusia. Pada Juli 2016, 53 insiden penyakit yang melibatkan lebih dari 70 kuda telah dilaporkan.

Semua insiden ini hanya terjadi di pantai timur laut Australia. Hingga saat ini sebanyak 7 kasus pada manusia tertular dari kuda yang terinfeksi, terutama melalui kontak selama merawat kuda yang sakit atau mati.

Sumber: Kemkes.go.id

Join Dream.co.id