Gejala dan Cara Mencegah Sjorgen's Syndrome

Fresh | Jumat, 7 Agustus 2020 12:35
Gejala dan Cara Mencegah Sjorgen's Syndrome

Reporter : Cynthia Amanda Male

Kenali jenis autoimun ini.

Dream - Sangat banyak penyakit yang diawali dengan gejala ringan. Namun jika tidak segera diatasi, bisa berakibat fatal. 

Maka dari itu, kita perlu mencari tahu penyebab dari kondisi tubuh sesegera mungkin. Salah satu penyakit yang memiliki gejala cukup ringan adalah Sjorgen's syndrome.

Penyakit yang merupakan bagian dari autoimun ini memiliki gejala mata, tenggorokan atau air liur kering. Meski gejalanya cukup ringan, penyakit ini bersifat kronik dan sistemik.

Sehingga, dapat mempengaruhi saraf atau organ lain, seperti paru-paru, ginjal dan lain-lain. Terdapat 4 hal yang menyebabkan seseorang terkena Sjorgen's syndrome, yaitu pengaruh genetik, penurunan hormon estrogen, faktor lingkungan dan stres kronik.

2 dari 3 halaman

Faktor pemicu Sjorgen's syndrome

" Seseorang yang memiliki faktor genetik untuk mengidap autoimun tidak akan terkena jika tidak ada faktor lingkungan seperti infeksi virus, paparan polusi, pemakaian silikon serta ketidak seimbangan mikrobiota di saluran pencernaan maupun mulut," ujar Alvina Widhani, Dewan Pembina Yayasan Sjorgen's Syndrome Indonesia, dalam webinar 'Kenali Sjorgen's Syndrome', Kamis kemarin.

Orang di atas 40 tahun hingga 60 tahun juga lebih rentan mengidap Sjorgen's syndrome karena penurunan produksi hormon estrogen. Apalagi, jika kekurangan vitamin D.

" Jadi, penyakit ini 90 persen diderita oleh wanita di usia 40 tahun ke atas. Namun, tidak menutup kemungkinan diidap di usia lebih muda atau tua" .

3 dari 3 halaman

Gejala Sjorgen's syndrome

Adapun gejala yang dihadapi pengidap di antaranya adalah mata, tenggorokan, kulit, hidung, mulut atau miss V kering, nyeri sendi, mudah lelah, pembengkakan kelenjar air liur, sering mengalami GERD, neuropati serta sulit mengingat.

Ketika sudah didiagnosa mengidap Sjorgen's syndrome, biasanya pasien akan diminta memperbaiki pola makan, berolahraga ringan secara teratur atau mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Untuk mencegah penyakit ini, kamu bisa mengontrol stres, mencukupi vitamin D melalui makanan atau suplemen, mengurangi paparan polusi maupun pemakaian silikon, menjalani pola makan sehat serta mendiagnosa dini supaya terhindar dari komplikasi.

Join Dream.co.id