Gelar Festival Isi Piringku, Danone Bantu Atasi Angka Stunting di Indonesia

Fresh | Senin, 1 Maret 2021 15:33
Gelar Festival Isi Piringku, Danone Bantu Atasi Angka Stunting di Indonesia

Reporter : Ferdike Yunuri Nadya

Angka stunting Indonesia masih di atas rata-rata yang ditetapkan WHO

Dream - Kementerian Kesehatan menargetkan angka stunting di Indonesia akan turun menjadi 14 persen pada tahun 2024 mendatang. Target tersebut bisa dicapai jika ada kerja sama yang kuat antara pemerintah, swasta, dan masyarakat. 

Hal iti diungkapkan Direktur Gizi Masyarakat, Kementerian Kesehatan, Dr. Dhian Dipo, SKM., MA,  dalam dalam konferensi virtual program Festival Isi Piringku yang digelar Danon Indonesia, baru-baru ini.

Dhian mengatakan pencegahan stunting masih menjadi fokus pemerintah yang sudah diupayakan dalam berbagai strategi.

“ Kemenkes menyambut baik inisiatif pihak swasta dalam upaya mencegah stunting di Indonesia, seperti sosialisasi program kampanye edukasi Isi Piringku. Edukasi gizi menjadi sangat penting karena diharapkan dapat memberi pengetahuan dan pemahaman ibu dalamPemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) yang bergizi seimbang yang divisualisasikan dalam ISI PIRINGKU untuk sekali makan,” tambah Dr. Dhian Dipo .

Saat ini Indonesia masih menghadapi berbagai permasalahan gizi anak mulai dari kondisi kekurangan makronutrien seperti stunting, hingga kekurangan mikronutrien zat besi yang menyebabkan anemia.

 

2 dari 3 halaman

Angka Stuting Indonesia di Atas Batas WHO

Berdasarkan angka Riskesdas 2018, proporsi anak dengan status gizi pendek atau sangat pendek (stunting) sekitar 30,8 persen, masih lebih tinggi dibandingkan angka yang dianjurkan WHO di bawah 20 persen.

Kondisi semakin berat karena tingkat kemiskinan yang melonjak selama pandemi. Ditambah dengan perkiraan tambahan 5 juta penduduk miskin baru berpotensi menghambat akses anak-anak terhadap konsumsi pangan sesuai gizi seimbang.

Edukasi gizi seimbang di sekolah maupun di rumah juga tidak optimal semasa pandemi. Jika kondisi ini tidak segera ditangani bersama, maka akan dapat berdampak buruk bagi negara, bukan hanya terhadap kualias SDM namun juga ekonomi.

 Isi Piringku
© Danone

Pada perayaan Hari Gizi Nasional lalu, anemia juga menjadi perhatian khusus karena terjadi pada anak-anak, remaja, hingga ibu hamil dan dapat meningkatkan risiko anak stunting. Anak yang menderita tantangan kesehatan seperti anemia dan stunting tidak dapat berkembang secara optimal karena hal tersebut bukan hanya menghambat fisik, namun juga kecerdasan.

 

3 dari 3 halaman

Festival Isi Piringku

 Isi Piringku
© Danone

Turut berupaya mengurangi angka stunting di Tanah Air, Danone Indonesia mendukung target pemerintah dengan menggelar Festival isi Piringku. Program ini juga bagian dari peringatan Hari Gizi Nasional.

Bertajuk “ Membangun Generasi Sehat Melalui Edukasi Gizi seimbang Sejak Dini”, program tersebut menyasar anak usia 4-6 tahun yang dilakukan secara daring.

Festival Isi Piringku mengajak ribuan guru dan anak Indonesia sebagai upaya untuk terus mengingatkan guru, orang tua, dan anak tentang pentingnya gizi seimbang sejak dini sebagai salah satu langkah penting pencegahan stunting.

 Isi Piringku
© Danone

" Bagi kami, edukasi seperti ini penting dilakukan karena pandemi telah memengaruhi banyak sektor kehidupan masyarakat, tidak terkecuali sektor pendidikan. Diharapkan melalui kegiatan ini, para orang tua tetap bisa memberikan pemenuhan gizi seimbang kepada anak agar daya tahan tubuh dan tumbuh kembang optimal, terutama di tengah masa pandemi ini,” jelas Karyanto Wibowo, Direktur Sustainable Development Danone Indonesia.

Terkait
Join Dream.co.id