Cari Tahu 4 Penyebab Miss V Basah

Fresh | Senin, 13 Juli 2020 12:42
Cari Tahu 4 Penyebab Miss V Basah

Reporter : Cynthia Amanda Male

Wajar atau tidak?

Dream - Jika merasa celana dalammu lebih lembap dari biasanya, kamu tidak perlu khawatir selama cairannya tisak berbau atau berwarna. 

Normalnya, miss V memiliki mekanisme untuk menjaga area tersebut tetap lembap dengan mengeluarkan cairan. 

Namun pada kondisi tertentu, kamu pun harus memerhatikan hal ini karena miss V basah pun bisa menjadi pertanda kesehatan tubuh.

Fluktuasi hormon dan kesuburan merupakan 2 hal yang dapat memengaruhi basahnya miss V. Dilansir dari Sehatq.com, berikur beberapa penyebab miss V basah.

 

 

2 dari 5 halaman

Cairan miss V normal

 Miss V Basah© Shutterstock.com

Sangat wajar jika setiap harinya kamu mengalami miss V yang basah. Miss V bisa memproduksi 1-4ml cairan per hari.

Cairan ini diproduksi oleh kelenjar Bartholin dan serviks. Namun, kondisinya bisa berubah ketika menjelang ovulasi atau masa subur. Dimana miss V akan memproduksi lebih banyak cairan.

3 dari 5 halaman

Respons terhadap rangsangan

 Miss V© Shutterstock.com

Basahnya miss V juga bisa menjadi respons terhadap rangsangan yang diproduksi oleh kelenjar Bartholin.

Sehingga, cairan ini akan membantu miss V saat melakukan hubungan seksual agar tidak rentan terhadap gesekan.

Cairan miss V juga bisa ieluar hingga 1-2 jam setelah berhubhngan seksual. Namun seiring bertambahnya usia, miss V akan lebih kering dari biasanya.

4 dari 5 halaman

Perubahan hormon

 Miss V© Shutterstock.com

Kelenjar Bartholin dipengaruhi oleh hormon estrogen. Tingginya hormon estrogen dapat memicu kelenjar Bartholin untuk lebih aktif memproduksi cairan pada miss V.

Untuk bisa mengontrolnya, kamu bisa menjalani terapi keseimbangan hormon agar miss V tidak terlalu basah. Hormon estrogen yang tinggi juga bisa membuat cairan lebih encer. 

5 dari 5 halaman

Infeksi

 Miss V© Shutterstock.com

Jika kamu merasakan basah, gatal, perih dan sensasi terbakar, ini menandakan miss V sedang terinfeksi.

Di saat yang sama, miss V bisa memproduksi cairan berwarna putih, abu-abu atau kuning dengan bau amis.

Beberapa jenis infeksi yang bisa terjadi adalah infeksi jamur, vaginosis bakteri serta infeksi menular seksual lainnya.

(Sumber: Sehatq.com)

Join Dream.co.id