Kualitas Udara Buruk, Ini Cara Cegah Alergi Kambuh

Fresh | Kamis, 15 Agustus 2019 06:42
Kualitas Udara Buruk, Ini Cara Cegah Alergi Kambuh

Reporter : Cynthia Amanda Male

Kamu bisa tetap beraktivitas di luar ruangan meski udara kurang bagus.

Dream - Buruknya kualitas udara curi perhatian masyarakat luas. Tak sedikit yang berinisiatif membeli masker untuk menutupi hidung dan mulut guna menghindari efek buruk polusi.

Namun, bagaimana dengan orang yang memiliki alergi atau dermatitis atopik? Terutama yang alergi debu agar tetap nyaman beraktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, Anthony Handoko menyarankan, untuk memastikan diri memakai masker.

" Pastinya masker, ya, karena polusi itu bisa berupa asap atau debu. Kalau debu, bisa masuk ke tubuh dengan proses kontak atau inhalasi," katanya di Madame Delima, Jakarta Pusat, Rabu, 14 Agustus 2019.

 Spesialis Kulit dan Kelamin, Anthony Handoko

Foto: Seminar Media 'Waspadai Dermatitis Atopik'/Dream.co.id-Cynthia Amanda Male

Masker hanya dapat melindungi paparan debu yang masuk melalui proses inhalasi (dihirup). Jika debunya terpapar lewat proses kontak ke kulit, Sahabat Dream bisa menggunakan pelembap.

" Pakai pelembap bisa membantu. Karena debunya akan menempel ke moisturizer, nggak ke kulit langsung," tuturnya.

Namun penggunaan pelembap hanya bisa melindungi kulit dalam kondisi sehat.

" Kalau dermatitis atopiknya lagi kambuh, ya, diobati dulu. Walaupun moisturizernya membantu, tapi itu bukan terapi. Jadi hanya melindungi saja, bukan menyembuhkan," tutupnya.

2 dari 4 halaman

Polusi Udara Lebih Berbahaya Bagi Anak daripada Orang Dewasa

Dream - Kualitas udara di Jakarta sempat jadi perbincangan. Hingga hari ini, 12 Agustus 2019, level polusi di Jakarta masih sangat buruk menurut pemantauan AirVisual. Sejumlah warga pun mengeluhkan mengalami sesak napas.

Langit tampak lebih gelap dari biasanya, yang ternyata kondisi polusi yang sangat parah. Bagi orang dewasa, kondisi ini bisa menyebabkan sederet masalah kesehatan, seperti asmabatuk, sesak dan masih banyak lagi.

Bagi anak-anak, polusi bahkan berdampak lebih parah, begitu juga bagi ibu hamil. Menurut dr. Frieda Handayani Sp.A(K), polusi bisa memicu kelahiran prematur.

" Polusi udara sangat buruk bagi anak-anak, bahkan bagi wanita hamil yang terpapar polusi/ udara beracun, mereka akan berisiko melahirkan bayi prematuratau bayi dengan berat badan rendah," ungkapnya, seperti dikutip dari akun Instagram dr. Frieda

3 dari 4 halaman

Picu Infeksi Pernapasan Hingga Gangguan Kognitif

Efek buruk polusi udara juga bisa menyebabkan risiko anak-anak terkena infeksi salurah pernapasan atas (ISPA), termasuk penurunan fungsi paru, hingga yang paling mengerikan adalah meningkatkan risiko kanker pada anak.

Tak hanya itu, menurut dr. Frieda, polusi berdampak pada gangguan perkembangan mental dan motorik, serta kognitif.

" Setiap anak seharusnya bisa menghirup udara bersih sehingga bisa tumbuh optimal dan potensinya bisa berkembang maksimal," pesan dr. Frieda.

4 dari 4 halaman

Efek Polusi Bagi Anak Lebih Berbahaya

Anak-anak rupanya lebih rentan terkena dampak buruk polusi udara. Mengapa? Ternyata karena anak-anak bernapas lebih cepat daripada orang dewasa, yang menyebabkan anak-anak menghirup lebih banyak polutan dibandingkan orang dewasa.

" Bayi dan anak-anak di rumah juga bisa terkena efek buruk polusi udara yang bersumber dari bahan bakar kendaraan, alat-alat masak di dapur, pemanas, dan alat penerangan ruangan," tulis dr. Frieda.

Ia pun mengingatkan jika beraktivitas di luar rumah bersama anak, carilah tempat yang udaranya masih bersih dan segar, seperti di taman, dan sejenisnya. Usahakan agar anak kita tetap bisa menghirup udara segar di alam terbuka, yang sehat.

Sumber: dr. Frieda Handayani

Catat! Tips Tampil dengan Makeup Bold Ala Tasya Farasya-
Join Dream.co.id