Bulu Kemaluan Rontok, Hati-Hati Bisa Jadi Pertanda Penyakit Serius

Fresh | Selasa, 22 Juni 2021 19:12

Reporter : Cynthia Amanda Male

Ketahui apa yang harus dihindari untuk mengatasinya.

Dream - Rambut kepala dan bulu mata bukanlah satu-satunya yang bisa mengalami kerontokan. Selain kedua area tersebut, bulu pada kemaluan juga bisa rontok.

Hal ini seringkali membuat seseorang merasa takut karena cenderung jarang dialami. Apalagi, jika rontoknya berlebihan.

Padahal sebenarnya, kerontokan pada bulu kemaluan cukup wajar terjadi. Meski pada beberapa situasi, hal tersebut menjadi gejala menurunnya kondisi tubuh. Dilansir dari Sehatq.com, berikut penyebab kerontokan yang dialami di bulu kemaluan.

Bertambahnya usia

Bulu kemaluan bisa mengalami kerontokan, menipis dan beruban selayaknya rambut kepala. Pertumbuhannya juga akan melambat seiring dengan berjalannya waktu.

Bulu Kemaluan Rontok, Hati-Hati Bisa Jadi Pertanda Penyakit Serius
Mengalami Masalah Pada Miss V. (Source: Shutterstock)
2 dari 3 halaman

Perubahan hormon

 Mengalami Masalah Pada Miss V
© Shutterstock

Kekurangan hormon Dehydroepiandrosterone (DHEA) yang diproduksi kelenjar adrenal bisa menyebabkan kerontokan bulu kemaluan pria maupun wanita.

Gejala penyakit tertentu

Beberapa penyakit memiliki gejala rontoknya bulu kemaluan. Di antaranya adalah autoimun, leukemia, sirosis hati serta penyakit addison.

Efek konsumsi obat-obatan

Mengonsumsi obat asam urat, antidepresan, pengencer darah, penurun tekanan darah atau pemicu perubahan hormon bisa menyebabkan rontoknya bulu kemaluan.

Hal ini dipicu oleh kerusakan folikel dan terganggunya siklus pertumbuhan rambut. Sehingga, terjadi penipisan pada bulu kemaluan.

3 dari 3 halaman

Sering mencukur bulu kemaluan

Folikel rambut pada bulu kemaluan bisa rusak secara permanen akibat terlalu sering dicukur. Hindari terlalu sering melakukan waxing, elektrolisis atau menggunakan pisau cukur.

Atrofi pada miss V

Penurunan kadar estrogen seperti yang terjadi saat menopause bisa menyebabkan perubahan jaringan vulva serta miss V.

Hal tersebut memicu kerontokan pada bulu kemaluan, penyusutan jaringan miss V, kemerahan pada kulit di sekitar miss V, robekan kecil pada jaringan miss V di vulva serta menempelnya kulit di kedua sisi lubang miss V.

Efek samping terapi

Tidak hanya rambut kepala, terapi juga bisa menyebabkan kerontokan pada bulu kemaluan. Terapi yang dimaksud adalah kemoterapi dan terapi radiasi.

Kerontokan yang dialami juga bergantung pada dosis radiasinya. Jika radiasinya rendah, kerontokan bisa hilang sendiri. Jika dosisnya cukup tinggi, kerontokan pun bisa dialami secara permanen.

Join Dream.co.id