Tak Cuma Operasi, Ini Pemicu Jenis Kelamin Berganti Secara Alami

Fresh | Jumat, 14 Februari 2020 11:47
Tak Cuma Operasi, Ini Pemicu Jenis Kelamin Berganti Secara Alami

Reporter : Annisa Mutiara Asharini

Perhatian harus diberikan saat anak memasuki usia pubertas.

Dream - Jenis kelamin bayi ditentukan dari kromosom seks yang sudah dibawanya sejak masih di dalam kandungan. Embrio dengan kromosom XY akan menjadi seorang bayi lelaki dan kromosom XX akan membentuk bayi perempuan.

Ada kalanya jenis kelamin bisa mengalami perubahan secara alami di kemudian hari. Namun kondisi ini terbilang sangat langka dan biasanya terjadi akibat masalah dalam kromosomnya.

" Ada pasien perempuan cantik yang belum pernah menstruasi padahal payudara normal namun dia hairless. Di ketiak, kemaluan dan kaki tidak ada bulunya...... Kasus seperti ini memang ada di masyarakat," papar Dr. dr. Kanadi Sumapraja, Sp.OG-KEFR, M.Sc di diskusi media RSPI, Jakarta, Kamis, 13 Februari 2020.

 Dr. dr. Kanadi Sumapraja, Sp.OG-KEFR, M.Sc© Khidr Al-Zahrani

Menurut Dr Kanadi, kondisi ini biasa dikenal dengan istilah jenis kelamin yang membingungkan. Pada umumnya kasus ini terjadi saat usia pubertas.

Tanda-tanda pada seorang anak perempuan biasanya terjadi kala tak kunjung mengalami menstruasi saat menginjak usia remaja atau dikenal dengan istilah amenorea primer.

" Kromosom tugasnya menentukan apakah nanti ada indung telur atau testis pada bayi. Nah ini bisa tertukar. Ada laki-laki dengan kromosom XY tapi kelaminnya perempuan. Ada juga prempuan berkromosom XX tapi punya kelamin laki-laki," jelasnya.

2 dari 7 halaman

Terjadi Perubahan Fisik dan Psikis

Saat seseorang mengalami kondis ini akan terjadi perubahan bentuk kelamin seiring dengan pertumbuhan remaja.

Tak hanya dari segi fisik, kondisi ini juga memengaruhi psikologis anak. " Seperti ada gejolak di dalam jiwanya," kata Dr. Kanadi.

 ilustrasi anak perempuan© shutterstock.com

Kejanggalan ini juga identik dengan Sindrom Turner yang menimpa anak perempuan. Sindrom ini menyebabkan hilangnya kromosom X pada perempuan dan ditandai dengan laju pertumbuhan lambat.

" Kita berikan terapi supaya tinggi badannya tidak terlampau pendek dan dipancing untuk timbul menstruasi," tuturnya.

3 dari 7 halaman

Kasusnya Terus Meningkat

Dr. Kanadi menambahkan, angka kejadian remaja yang mengalami kelainan kromosom ini semakin meningkat.

Upaya penanganan seseorang yang mengalami kelainan kromosom juga tak bisa ditangani satu spesial dokter. Dibutuhkan juga dukungan dari dokter psikiater karena pasien membutuhkan dukungan mental.  

 ilustrasi sakit perut© shutterstock.com

" Ini harus hati-hati karena sensitif banget. Kasusnya kompleks tapi diawali dengan gangguan tidak menstruasi pada remaja putri," tuturnya.

 

4 dari 7 halaman

Kenali pertumbuhan organ reproduksi

Perempuan pada umumnya menginjak masa pubertas di usia 12-13 tahun. Jika menstruasi tak kunjung muncul, jangan tunda membawanya ke dokter.

Perhatian harus semakin diberikan terutama jika remaja putri tidak memperlihatkan tanda-tanda pertumbuhan organ reproduksi.

" Payudara adalah organ seks sekunder yang mencerminkan hormon estrogen. Tolong bawa ke dokter jangan ditunggu-tunggu jika payudaranya belum berkembang di usia 14 tahun, atau belum mens di usia 15 tahun," tegasnya.

5 dari 7 halaman

Waspada Tetap Diperlukan, Ini Cara Atasi Kecemasan Adanya Virus Corona

Dream - Wabah virus corona yang telah diberi nama resmi COVID-19 sudah menyebar dengan tingkat penemuan kasus terjangkit baru yang semakin meningkat. Sebanyak 29 negara di dunia telah mengkonfirmasi virus corona tersebut. 

Organisas Kesehatan Dunia dari PBB (World Health Organization/WHO) telah menetapkan status darurat dunia terkait kemunculan virus ini. COVID-19 hingga hari ini, Kamis, 13 Februari 2020 telah merenggut nyawa hingga 1.369 orang di seluruh dunia terutama di China.

Meski ribuan orang telah meninggal dunia, tingkat fatality rate COVID-19 ini ternyata tidak tinggi yaitu sekitar dua persen.

" COVID ini dari segi keganasannya memang tidak seganas virus terdahulu seperti flu-burung, SARS, dan MERS," ujar dr. Daeng M Faqih SH, MH, Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dalam acara konferensi press  Inisiatif Proaktif Dalam Antisipasi COVID-19, Jakarta, Kamis, 13 Febuari 2020.

 dr. Daeng M Faqih SH, MH (Ketum IDI)© Khidr Al-Zahrani

 

6 dari 7 halaman

Penyebaran virus VS tingkat kesembuhan

Menurut Fakih, penyebaran virus COVID-19 memang tergolong cepat. Namun, tingkat kesembuhannya warga yang terpapar virus ini juga tergolong tinggi.

Kondisi ini dikarenakan sikap alami tubuh yang dapat melawan virus dengan sendirinya.

" Semua infeksi virus akan sembuh sendiri, tergantung dari banyak hal seperti, sistem ketahanan tubuh kita, dan recovery tubuh kita. Dalam setiap kasus tubuh kita punya mekanisme pertahanan sendiri jadi pasti berusaha untuk melawan virus tersebut," ujar dr. Adhiatma Gunawan, Head of Medical Management of Good Doctor,.

 dr. Adhiatma Gunawan (IDI)© dream.co.id

Jadi seperti yang kita tahu walaupun virus ini menyerang banyak orang sebenarnya virus ini tidak perlu terlalu dicemaskan, karena tingkat fatality yang rendah dan dapat sembuh sendirinya.

7 dari 7 halaman

Apa yang dapat kita lakukan untuk melakukan pencegahan terhadap virus ini?

Sebagai upaya pencegahan penularan virus corona, setiap orang dianjurkan menjalankan cara hidup sehat dengan melakukan cuci tangan secara benar, etika batuk yang benar, jaga jarak dengan orang yang terkena flu, dan masak daging sampai matang.

 ilustrasi batuk© shutterstock.com

Sahabat Dream juga pastikan jangan mudah panik dengan hoaks yang banyak tersebar. Kita harus teliti dan tetap hidup dengan bersih agar terhindar dari segala penyakit.

 Ikatan Dokter Indonesia© dream.co.id

(sah, Laporan: Shania Suha Marwan)

Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam
Join Dream.co.id