Batuk Kering Jadi Gejala Umum Covid-19, Apa Cirinya?

Fresh | Jumat, 27 Maret 2020 11:47
Batuk Kering Jadi Gejala Umum Covid-19, Apa Cirinya?

Reporter : Mutia Nugraheni

Perhatikan juga suhu tubuh.

Dream - Jika kita merasakan batuk di tengah pandemi corona ini, seringkali kita menjadi cemas sebab memiliki gejala yang mirip dengan Covid-19. Sangat penting untuk mengetahui apa yang harus diwaspadai.

Demam, merupakan gejala utama pada kasus COVID-19, berdasarkan World Health Organization (WHO) suhu demam itu sekitar 38° C atau lebih. Kemudian sesak napas, salah satu ciri khas COVID-19, sering muncul pada kasus yang lebih lanjut.

WHO mengatakan sekitar 68% orang dengan gejala virus corona menunjukkan batuk kering, gejala paling umum kedua. Seperti apa batuk kering?

“ Secara umum, batuk kering berarti Anda batuk tetapi tidak ada yang muncul, seperti dahak atau lendir,” kata Purvi Parikh, M.D., Ahli Alergi, Allergy & Asthma Network.

 

2 dari 6 halaman

Lebih Menyiksa

Jika saat batuk keluar dahak secara teratur, kemungkinan mengalami batuk basah. Batuk kering ini tak ada dahak dan cenderung lebih menyiksa.

“ Banyak hal yang dapat menyebabkan batuk kering, termasuk alergi dan berada di dalam ruangan dengan udara kering sepanjang hari,” kata Dr. Aline M. Holmes, D.N.P., R.N., seorang professor rekanan klinis di Rutgers University School of Nursing.

 

3 dari 6 halaman

Kapan Harus Khawatir

Seperti apa rasanya batuk kering? Secara umum, rasanya seperti batuk tanpa dahak. Bisa juga merasa seperti tenggorokan kekeringan, gatal, atau sesak di dada.

 Yuk Kenali Apa Itu Batuk Kering!© MEN


Menurut dr. Holmes, batuk kering yang sering dialami orang yang terinfeksi virus corona adalah batuk yang sangat dalam dari dasar paru-paru.

Kapan harus khawatir dengan batuk kering sebagai gejala Covid-19? Bila batuk tersebut disertai gejala demam dengan suhu 38° C.

Laporan Cindy Azari/ Sumber: Prevention

4 dari 6 halaman

Batuk Terus Muncul Setelah Demam, Haruskah Khawatir?

Dream - Demam merupakan penanda kalau sistem imunitas tubuh sedang 'berperang' melawan virus atau bakteri. Setelah suhu tubuh turun menuju normal antara 36 hingga 37 derajat celcius, kita pun merasa lebih baik.

Sayangnya, tak selalu demikian. Penurunan demam tak selalu jadi patokan kalau gejala lain akan mereda secepatnya. Mengapa demikian?

" Banyak pasien yang ingin pilek hanya berlangsung beberapa hari, tetapi orang dapat memiliki gejala selama satu atau dua minggu, bahkan tiga minggu dari virus biasa," kata dr. John Dougherty, dokter perawatan primer di UCLA Health, Beverly Hills, California.

Ia menjelaskan bahwa gejala-gejala seperti batuk yang disebabkan oleh virus flu atau infeksi sama-sama disebabkan oleh kondisi dari respons sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit.

" Kita memiliki sel darah putih yang akan bergerak untuk melawan apapun yang menyebabkan penyakit, jadi bahkan setelah flu tubuh masih melakukan proses dalam menyelesaikan peradangan dan dapat menyebabkan gejala persisten," kata Dougherty.

Lendir menumpuk ketika flu, rongga hidung dan sinus akan terus meneteskan lendir di belakang tenggorokan. Hal ini akan memicu efek menggelitik.

" Kondisi tersebutlah yang membuat kita ingin batuk," ujar dr. Laura Boyd, perawatan primer di Pusat Kesehatan Elmhurst-Edward di Addison, Illnois.

Boyd mengatakan produk pembersihan sinus dapat membantu membilas sinus. Konsumsi obat antihistamin, juga dapat membantu mengeringkan lendir.

 

5 dari 6 halaman

Infeksi Sekunder dan Asma

Batuk yang terus menerus juga bisa karena infeksi sekunder. Contohnya pada kasus pneumonia pasca-virus.

" Kadang kita mendapatkan infeksi virus seperti flu, kemudian sistem kekebalan tubuh akan sibuk melawannya dan infeksi bakteri dapat terjadi sehingga membutuhkan perawatan kedua kalinya atau perawatan yang berbeda berbeda," kata Dougherty.

 asma© Shutterstock

Batuk juga dapat disebabkan oleh asma. Orang yang terkena flu dan memiliki riwayat asma butuh penanganan lebih.

" Saluran udara kecil ke paru-paru dapat menyempit dan itu akan menyebabkan sesak, ketika mendapatkan sesak dan batuk, kitu bisa menjadi penyakit yang lain selain batuk dan pilek," kata Boyd.

 

6 dari 6 halaman

Saat batuk pertanda gangguan serius

Untuk masalah batuk yang lebih serius, seperti penyakit jantung dan kanker paru-paru, Dougherty mengatakan sangat sedikit orang yang menderita batuk juga menderita kanker paru-paru.

" Tapi, tidak ada yang tahu tubuh kamu sebaik diri kamu sendiri, jadi jika merasa ada sesuatu yang tidak beres, maka pergilah periksa," katanya.

 Yuk Kenali Apa Itu Batuk Kering!© MEN

Ada tanda yang haru diwaspadai dan batuk harus segera diperiksakan. Antara lain saat batul lebih dari dua minggu, jika ada perubahan batuk seperti batuk kering menjadi batuk berlendir atau batuk berdarah.

Laporan Cindy Azari/ Sumber: HealthLine

Join Dream.co.id