Bahaya Membersihkan Organ Intim Menggunakan Tisu Basah

Fresh | Rabu, 6 Oktober 2021 18:12

Reporter : Mutia Nugraheni

Hindari memakai tisu basah untuk membersihkan area intim.

Dream - Tisu basah biasanya selalu ada dalam tas, terutama dalam situasi pandemi seperti sekarang. Pembersih satu ini selalu jadi andalan untuk membersihkan tangan agar terhindar dari virus.

Tisu basah juga kerap digunakan untuk membersihkan area intim saat kita menggunakan toilet umum. Bisa karena sumber air kurang bersih atau memang tak ada air.

Membersihkan vagina atau area intim menggunakan tisu basah ternyata bisa berbahaya. Hal ini karena kandungan pewangi di dalamnya yang berisiko mengiritasi serta mengganggu sistem hormonal.

Bahan pewangi ini sering kali tidak tercantum secara jelas pada kemasan produk sehingga sulit diidentifikasi. Berbeda dengan tisu kering, tisu basah biasanya menggunakan formula pengawet untuk mencegah pertumbuhan bakteri, jamur, serta berbagai kuman penyebab penyakit.

 

Bahaya Membersihkan Organ Intim Menggunakan Tisu Basah
Tisu Basah
2 dari 6 halaman

Dikutip dari KlikDokter, itulah mengapa penggunaan tisu basah untuk vagina bisa berbahaya. Karena sama seperti bahan pewangi, bahan pengawet pada tisu basah juga dapat menimbulkan gejala alergi pada beberapa wanita.

 Organ intim© Shutterstock

Lalu, apa saja bahan pengawet khusus yang diketahui menimbulkan efek buruk? Contohnya methylisothiazolinone dan methylchloroisothiazolinone. Kandungan ini dapat memicu reaksi alergi berat.

Selain itu, kandungan iodopropynyl butylcarbamate (IPBC) juga dapat mencetuskan alergi serta sudah dilarang penggunaannya di Uni Eropa. Termasuk paraben yang diduga mengganggu kesuburan serta formaldehyde yang merupakan alergen serta karsinogen.

Bahan kimia mengkhawatirkan lain yang mungkin terkandung dalam tisu basah adalah octoxynol-9. Produk ini digunakan dalam kontrasepsi dan berfungsi membunuh sel sperma. Penjelasan selengkapnya baca di sini.

3 dari 6 halaman

Rutin Mencukur Rambut di Area Intim, Pastikan Tak Iritasi

Dream – Seperti halnya rambut yang tumbuh pada kepala, bulu mata, dan rambut halus pada permukaan tangan dan kaki, rambut kemaluan juga memiliki fungsi tersendiri. Banyak kaum hawa yang mencukurnya habis dengan berbagai alasan.

Menurut Sara Twogood, seorang dokter obstetri dan ginekologi, tumbuhnya rambut atau bulu di area intim didasari dari beberapa teori potensial. " Dari perspektif evolusi, mungkin telah memberikan perlindungan. Sebelum orang menggunakan pakaian dalam, rambut kemaluan dapat menjauhkan bakteri dan kontaminasi terhadap organ vital," ujarnya dikutip dari PopSugar.

Sementara menurut dr. Allison Rodgers, yang juga ahli obstetri dan ginekologi di Chicago, rambut kemaluan dapat membantu melindungi kulit halus di area labia. Beberapa fungsi rambut di daerah intim yaitu mencegah penyakit kelamin, menambah gairah seksual, dan mengurangi gesekan.

 

4 dari 6 halaman

Teori lain di balik rambut kemaluan berkaitan dengan sinyal feromon. Menurut Dr. Twogood, zat kimia ini dikeluarkan dari rambut dan kelenjar keringat yang dapat membantu menarik atau merangsang pasangan. Rambut kemaluan juga membantu mengurangi gesekan saat berhubungan seks, yang mungkin terjadi selama kontak antara kulit dan kulit.

Bagi beberapa perempuan, rambut tersebut cukup menggangu secara estetik dan akhirnya dicukur habis. Menghilangkannya tak selalu menimbulkan masalah kesehatan, tapi memang bisa memunculkan beberapa risiko.

Antara lain dapat menyebabkan rambut tumbuh ke dalam, yang berujung pada iritasi, perubahan warna, dan luka. Mencukur rambut kemaluan boleh saja dilakukan, asalkan dilakukan dengan cara yang tepat dan merawatnya setelah melakukan pencukuran. Pasalnya beberapa orang mengalami iritasi cukup parah setelah bulu dicukur habis.

Setelah dicukur,  aplikasikan krim lembut untuk mencegah iritasi. Gunakan juga pakaian dalam berbahan lembut dan hindari mengenakan celana yang super ketat.

Laporan Angela Irena Mihardja

5 dari 6 halaman

Selalu Ingat Saat Bersihkan Area Intim, Seka dari Depan ke Belakang

Dream - Menjaga kebersihan vagina sangat penting dilakukan sehari-hari. Salah satu yang harus selalu diingat adalah dengan memastikan kesehatannya dengan selalu menyeka dari depan ke belakang setelah buang air kecil.

Menyeka vagina dari depan ke belakang membantu wanita menjaga kesehatan liang sanggamanya. Menurut Tamika K. Cross, seorang ob-gyn bersertifikat yang berbasis di Houston, teknik menyeka atau membasuh vagina ini ada hubungannya dengan mencegah perpindahan bakteri yang hidup di saluran kemih, vagina, dan sekitar anus.

" Saya pikir penting untuk mengetahui bahwa kita semua memiliki bakteri di dalam tubuh kita," kata Cross dikutip Pop Sugar.

Cross mengungkap dalam tubuh manusia itu ada bakteri baik dan bakteri jahat. Bakteri yang hidup di vagina bukanlah bakteri yang sama yang ada di kandung kemih atau saluran kemih, dan itu bukan bakteri yang sama yang ada di rektum atau di sekitar anus.

 

6 dari 6 halaman

Saat wanita menyeka atau membasuh dari belakang ke depan maka akan sangat mungkin terjadi perpindahan bakteri yang berada di sekitar anus ke vagina atau uretra. Hal ini bisa memicu masalah infeksi vagina dan infeksi saluran kemih.

 Area intim© Shutterstock

Inilah sebabnya mengapa menyeka vagina dari depan ke belakang wajib dilakukan. Penting juga untuk diingat bahwa vagina adalah organ yang bisa membersihkan diri. Itulah mengapa vagina sebenarnya tak membutuhkan sabun khusus atau disiram dengan antiseptik.

Laporan Melly Febrida/ Sumber: Liputan6.com

Join Dream.co.id