3 Panduan Berobat ke Rumah Sakit di Tengah Pandemi Covid-19

Fresh | Selasa, 2 Juni 2020 07:48
3 Panduan Berobat ke Rumah Sakit di Tengah Pandemi Covid-19

Reporter : Cynthia Amanda Male

Lakukan tips ini ketika harus berobat ke rumah sakit.

Dream - Pandemi Covid-19 tidak hanya menghambat pekerjaan dan kegiatan sehari-hari. Orang yang membutuhkan perawatan di rumah sakit juga terpaksa menunda keperluannya. Pertanyaan yang sering muncul apakah aman berobat ke rumah sakit di saat wabah Covid-19 seperti saat ini? 

Beberapa rumah sakit memang dijadikan tempat rujukan untuk penanganannya pasien Covid-19. Mereka memutuskan untuk menunda menerima pasien di luar Covid-19 agar penyebaran virus tidak semakin parah.

Di sisi lain, masyarakat masih khawatir jika di rumah sakit yang dituju ternyata terdapat pasien Covid-19. Publik tak mengetahui rumah sakit mana saja yang diizinkan tak menerima pasien corona karena fasilitas yang tak memadai.  

Akibatnya banyak orang yang mengidap penyakit serius dan harus menerima kondisinya untuk sementara waktu. 

 Konsultasi Kesehatan© Shutterstock.com

Dengan akan diberlakukannya kebiasaan hidup baru, The New Normal, layanan kesehatan untuk semua penyakit akan dibuka kembali.

Mengutip laman Times of India, berikut hal yag harus diperhatikan ketika ingin berobat di tengah pandemi.

- Ketahui rumah sakit mana saja yang menangani kasus Covid-19.

- Konsultasi online atau telepon rumah sakit untuk membuat janji dengan dokter sebelum pergi ke rumah sakit.

- Jaga kebersihan tubuh, menggunakan masker kesehatan dan menerapkan peraturan physical distancing ketika berkunjung ke rumah sakit.

(Sumber: Times of India)

2 dari 6 halaman

Cara Menjaga Kesehatan Mental Selama Wabah Covid-19

Dream - Saban hari kita mendengar kabar bertambahnya pasien yang positif terinfeksi virus corona, Covid-19. Kasus infeksi pun bermunculan di berbagai daerah, tak hanya di Jakarta.

Masyarakat dianjurkan untuk self distancing atau menjaga jarak dengan cara mengisolasikan diri di rumah untuk mencegah penyebaran virus.

Anjuran itu memiliki dampak positif karena bisa menghabiskan waktu bersama keluarga dan orang-orang dekat leibih banyak lagi.

Tetapi lain halnya dengan orang-orang yang memiliki masalah kesehatan mental, karena mengisolasi diri sangat berpengaruh pada kondisi mereka.

 ilustrasi work from home© Shutterstock

Menjaga kesehatan mental merupakan hal yang tidak kalah penting, terutama di saat-saat seperti ini.

Jika merasa frustrasi, gelisah, marah, dan bingung akhir-akhir ini, ketahuilah bahwa kita semua merasakan hal yang sama. Kita sedang berjuang bersama-sama.

Dilansir oleh Miss Kyra, berikut beberapa strategi yang diberikan para ahli untuk menjaga kondisi kesehatan mental dan emosional saat sedang di isolasi, seperti sekarang.

3 dari 6 halaman

1. Kurangi asupan berita dan media sosial

Mulailah untuk membatasi diri membuka dan membaca berita negatif tentang kondisi saat ini.

Sesuaikan feeds dan timeline media sosial dengan mengikuti akun-akun dan halaman yang memberi positive vibes untuk kamu.

 ilustrasi hijaber main media sosial© Shutterstock

2. Dapatkan informasi hanya dari sumber yang dapat dipercaya

Karena di internet informasi sangat mudah didapatkan dan luas jangkauannya, jangan langsung mempercayai apapun yang beredar, karena belum semua pasti kebenarannya.

Pastikan hanya mengandalkan informasi yang diverifikasi sumber terpercaya.

4 dari 6 halaman

3. Tetap terhubung dengan teman dan keluarga

Jika harus mengalami isolasi sendirian, berusahalah untuk tetap terhubung dengan anggota keluarga dan teman-teman atau kerabat. Penting untuk mereka mengetahui kabarmu selama karantina seorang diri.

 ilustrasi video call© Shutterstock

4. Menyibukkan diri

Lakukan kegiatan-kegiatan positif yang mendistraksi diri dari pikiran-pikiran negatif, seperti menonton series atau film, melukis, membersihkan rumah, memasak, berolahraga atau apa pun yang disukai.

5. Cukup bernapas saja

Fase ini pasti sulit jika kamu tidak memperhatikan kesehatan mental dan fisik.

Tetapi yang harus diingat adalah, seseorang yang penting bagi dirimu sendiri adalah kamu.

Hembuskan napas dan lepaskan semua pikiran negatif. Percayalah semuanya akan lewat dan membaik lagi.

Laporan: Raissa Anjanique

5 dari 6 halaman

Pastikan Dapat Sinar Matahari, Ini Waktu Berjemur Terbaik

Dream - Masih sekitar satu pekan lagi penerapan social distancing (penjagaan jarak sosial) dilakukan. Selama di rumah, pastikan Sahabat Dream juga keluar sebentar dan mencari sinar matahari.

Berjemurlah agar tubuh selalu fit dan mendapat vitamin.

Lalu kapan waktu terbaik untuk berjemur? Usahakan berjemur di atas jam 09.00 pagi. Pada pukul tersebut, sinar ultaviolet B (UVB) dari matahari terbentuk sempurna, yang sangat bermanfaat bagi tubuh.

" Yang (tubuh) kita perlukan itu sinar UVB dari sinar matahari, bukan ultraviolet A (UVA) maupun ultraviolet C (UVC). Sinar UVB itu di atas pukul 9," kata dokter spesialis penuaan (geriatri), Siti Setiati, seperti dikutip dari Liputan6.com

Sinar UVB memiliki manfaat besar karena mengandung vitamin D yang dibutuhkan tulang. Vitamin D alami dari matahari ini melindungi tulang dari pengeroposan dan membuat tulang sehat.

6 dari 6 halaman

Manfaat SInar UVB

Sementara, sinar UVB matahari juga merangsang sel-sel kulit untuk memproduksi vitamin D. Sahabat Dream juga tidak perlu suplemen vitamin D, seperti obat-obatan atau vitamin untuk pertumbuhan tulang.

" Tidak perlu suplemen kan. Ini (jemur badan di bawah sinar matahari) mendapatkan vitamin D alami dan sehat," ujar Siti.

Lakukan 10 Hingga 15 Menit

Ia menekankan, saat berjemur tidak boleh terlalu lama. Waktu berjemur bisa 10-15 menit di atas pukul 9. Namun, di atas pukul 11, lama waktu berjemur 3 menit.

 Jarang Berjemur Bisa Picu Obesitas© MEN

" Semakin ke atas (waktunya), sinar UVB mulai menurun. Saya, misalnya, jemur badan di atas pukul 11,ya cuma 3 menit saja. Kalau pukul 10 masih 5 menit," ujar Siti yang berpraktik di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Bagian tubuh yang dianjurkan terkena paparan sinar matahari UVB meliputi tangan, lengan, wajah, punggung, dan kaki.

" Biasanya orang suka takut hitam kulitnya ya kalau kena sinar matahari. Tapi lakukan (jemur badan) cukup tiga kali seminggu. Murah meriah bukan mendapatkan vitamin D dari sinar matahari," ucap Siti.

Laporan Fitri Haryanti

Join Dream.co.id