5 Kondisi Kesehatan yang Bisa Diprediksi Lewat Kentut

Fresh | Jumat, 15 Oktober 2021 06:48

Reporter : Mutia Nugraheni

Saat seseorang mengalami masalah pencernaan, biasanya ada keluhan dalam pembuangan gas.

Dream – Buang gas atau kentut merupakan hal normal. Kondisi di mana gas dan udara yang menumpuk di saluran pencernaan ketika makan, mengunyah, dan menelan yang diserap secara alami oleh tubuh, setelah itu dikeluarkan.

Ada yang berbunyi, berbau atau sebaliknya tak berbunyi dan berbau. Saat seseorang mengalami masalah pencernaan, biasanya ada keluhan dalam pembuangan gas.

Kentut juga bisa jadi petunjuk kesehatan saluran cerna. Seperti apa? Yuk simak.

1. Sering kentut dan sembelit
Pastikan mengonsumsi makanan berserat dengan porsi yang cukup demi kesehatan saluran cerna. Kentut sangat sering dan sulit buang air besar atau sembelit, bisa jadi pertanda terlalu banyak konsumsi serat.

“ Jika orang makan serat berlebih, ini bisa mulai menyebabkan gas, kembung, kram, dan secara paradoks – sembelit,” ujar dr. Niket Sonpal, MD, gastroenterolog di New York.

Mengapa hal ini terjadi? Sebab serat yang menumpuk akan mengeraskan feses. Jika terlalu banyak makan serat, kemungkinan buang air besar menjadi sulit untuk dilewati. Untuk menghentikan gas, minum lebih banyak air dan tingkatkan atau kurangi asupan serat secara perlahan.

 

5 Kondisi Kesehatan yang Bisa Diprediksi Lewat Kentut
Ilustrasi
2 dari 7 halaman

2. Sering kentut siang dan malam

Minuman berkarbonasi bisa jadi penyebabnya. Minuman ini dapat memasukkan lebih banyak udara ke saluran pencernaan sehingga menyebabkan lebih sering kentut. Coba untuk kurangi jenis minuman ini.

3. Kentut sangat bau
Secara alami, kentut tidak berbau adalah hal yang baik. Tetapi, jika gas yang dikeluarkan benar-benar bau, bisa jadi karena makanan tinggi sulfur.

“ Makanan kaya sulfur seperti brokoli dan kubis akan mengeluarkan bau telur busuk saat dipecah dalam sistem pencernaan,” kata dr. Sonpal.

Bau yang sama juga terjadi setelah mengonsumsi sayuran seperti kembang kol, bawang putih, bawang merah, keju, kacang-kacangan, buah kering, dan anggur. Dalam beberapa kasus, bau tidak perlu dikhawatirkan. Tetapi jika terus berlanjut, sebaiknya temui dokter karena mungkin bau tersebut terkait radang usus atau iritasi usus besar.

 

3 dari 7 halaman

4. Kentut bau busuk dan mengalami gangguan pencernaan

Kentut disertai sakit perut setelah makan dapat dikaitkan dengan intoleransi makanan. “ Contoh utamanya adalah jika minum susu atau makan keju, lalu merasa kram dan perut kembung,” ujar dr. Sonpal.

 Sakit Perut© Shutterstock

Dalam hal ini, mungkin tubuh intoleransi laktosa yang berarti tidak menyerap gula dalam produk susu sampai ke susu kecil tempat bakteri memecahnya. Coba hilangkan produk susu dari pola makan dan lihat apakah bau kentut hilang. Jika tidak, hubungi dokter untuk membantu menentukan makanan yang sesuai dengan sistem pencernaan.

 

© Dream
4 dari 7 halaman

5. Kentut dan buang air besar lebih sering dari biasanya

Saat seseorang stres atau berada di bawah tekanan, biasanya akan mengonsumsi camilan olahan yang memiliki efek samping bagi pencernaan. Menurut dr. Sonpal, stres juga bisa membuat seseorang menelan lebih banyak udara tanpa disengaja.

 Waspadai 6 Tanda Sakit Perut Tak Normal, Bukan Soal Pencernaan Saja!© MEN

Akhirnya, kecemasan mempengaruhi sistem pencernaan dan mengubah frekuensi buang air besar seseorang. Jika tidak ingin hal ini terjadi, coba berlatih meditasi dan lebih waspada terhadap makanan penghasil gas yang mungkin membuat stres.

Laporan: Elyzabeth Yulivia/ Sumber: Health.com

5 dari 7 halaman

Saus Tomat Ternyata Berawal dari Obat Sakit Perut

Dream - Kamu penggemar saus tomat? Saus ini biasanya dijadikan cocolan untuk ketang goreng, burger atau campuran masakan. Warnanya merah merona dengan rasa asam yang khas.

Ada juga saus tomat botol yang rasanya campuran asam dan gurih. Tahukah Sahabat Dream, dulu saus tomat bukan digunakan untuk bahan makanan, tapi berfungsi sebagai obat sakit perut.

Bukan ditemukan oleh chef, saus tomat justru ditemukan oleh seorang dokter. Dilansir dari berbagai sumber, seorang pria bernama dr. John Cook Bennett membuat resep karena menurutnya tomat bisa menjadi obat untuk penyakit tertentu.

 

© Dream
6 dari 7 halaman

Redakan Penyakit Diare

Bennett juga mengatakan jika resepnya bisa membantu untuk menyembuhkan penyakit seperti diare, gangguan pencernaan dan lain-lainnya. Bennett bahkan menaruh saus tomat racikannya ke dalam sebuah pil dan menjualnya sebagai obat. Akhirnya banyak yang ikut memasarkan dan mendistribusikan pil saus tomat ini.

 Pizza dengan saus tomat© MEN

Populernya resep obat milik Bennett membuat semua meniru suplemen ini dan bahkan mengklaim bahwa produk mereka lebih unggul karena bisa menyembuhkan penyakit seperti kudis dan patah tulang.

 

7 dari 7 halaman

Ketchup

Ternyata banyak yang menyalahgunakan, karena banyak dari obat tersebut yant tidak mengandung bahan tomat. Kejadian ini membuat saus tomat populer di Amerika Serikat namun tidak sebagai obat, malainkan karena rasanya yang sedap.

 Saus Tomat 'Zig Zag', Kunci Kenikmatan Rasa Burger© MEN

Akhirnya, banyak orang yang akhirnya menggunakannya sebaga bumbu dasar masakan. Saus tomat terkenal di Amerika dengan sebutan ketchup. Baca selengkapnya di Diadona.id.

© Dream
Join Dream.co.id