4 Kebiasaan Makan yang Bisa Lemahkan Imunitas

Fresh | Jumat, 19 November 2021 09:36

Reporter : Mutia Nugraheni

Hindari kebiasaan buruk berikut ya, Sahabat Dream.

Dream - Pandemi Covid-19 terus belanjut, menjaga sistem kekebalan tubuh untuk selalu kuat adalah salah satu hal terpenting. Bukan hanya dengan rutin mengonsumsi vitamin, tapi yang terpenting adalah mengonsumsi asupan berkualitas.

Banyak yang tak sadar kalau kebiasaan makan dan minum sehari-hari, membuat sistem kekebalan tubuh melemah. Bukan memberikan nutrisi yang baik, tapi malah membuat tubuh jadi mudah sakit. Hal ini lantaran kebiasaan buruk berikut.

Terlalu banyak asupan garam
Mengonsumsi terlalu banyak garam dapat menyebabkan defisiensi kekebalan tubuh. Para peneliti juga menemukan bahwa ketika ginjal mengeluarkan kelebihan natrium, efek domino terjadi yang mengurangi kemampuan tubuh untuk melawan infeksi bakteri.

Menurut pedoman diet orang Amerika, porsi harian yang disarankan untuk natrium berada di bawah 2.300 mg per hari untuk orang dewasa yang sehat, kurang dari asupan yang biasa di konsumsi 3.440 mg per hari.

 

 

4 Kebiasaan Makan yang Bisa Lemahkan Imunitas
Makanan Kaya Garam/ Foto: Shutterstock
2 dari 7 halaman

Konsumsi gula secara berlebihan

Memangkas konsumsi gula per harinya merupakan ide brillian karena sejumlah alasan, seperti memperbaiki kesehatan mental, dan juga menjaga kekebalan tubuh.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa setelah puasa semalaman, manusia yang diuji untuk memakan 100 gr gula mengalami penurunan kemampuan sel kekebalan untuk menelan bakteri.

 Kecanduan Minum Boba, Remaja Ini Tak Bisa Gerakkan Kaki dan Tangannya© MEN

 

Efek terbesar terjadi antara satu dan dua jam kemudian, tetapi berjalan hingga lima jam. Hal tersebut tidak berarti harus benar-benar menghentikan konsumsi gula. Kurangi perlahan. Maksimal enam sendok teh per hari untuk wanita, dan sembilan sendok teh untuk pria.

 

3 dari 7 halaman

Tidak mengonsumsi serat
Serat dapat mendukung kesehatan pencernaan yang baik dan membantu bakteri baik di usus. Hal ini berdampak pada peningkatan imunitas dan suasana hati. Penelitian menunjukkan bahwa asupan yang tinggi dari serat makanan dan prebiotik mendukung fungsi kekebalan tubuh yang lebih sehat, termasuk perlindungan terhadap virus. Asupan harian yang direkomendasikan setidaknya 25 gram per hari untuk wanita dan 38 gram untuk pria.


Kurang konsumsi makanan hijau
Tumbuhan hijau sangat membantu untuk imunitas, karena menyediakan nutrisi utama yang diketahui membantu fungsi kekebalan tubuh. Di dalamnya mengandung vitamin A dan C, plus folat. Sayur juga menawarkan senyawa bioaktif yang melepaskan sinyal kimia yang mengoptimalkan imunitas di usus, lokasi sel-sel imun 70-80%. Kamu bisa mengonsumsi brokoli, bayam, pok choy dan sayuran hijau lainnya.


Laporan: Anzila Riskia Putri

4 dari 7 halaman

Penderita Autoimun Kulit Lebih Sering Kambuh Saat Pandemi

Dream - Masalah kesehatan selama pandemi Covid-19 tidak hanya karena virus mematikan tersebut. Banyak masalah kesehatan lainnya yang bisa dialami seseorang selama pandemi. Salah satunya adalah autoimun kulit.

Berdasarkan pemaparan dermatologis sekaligus CEO Klinik Pramudia, Anthony Handoko, cukup banyak kasus autoimun kulit seperti psoriasis, vitiligo, dan biduran atau urtikaria sejak 2020 sampai beberapa hari lalu.

Apa itu psoriasis, vitiligo, dan biduran?

Seperti yang diketahui, psoriasis merupakan kondisi kulit yang lebih cepat mengalami proses pembentukan kulit baru. Sehingga, akan timbul bercak merah dan sisik tebal, serta bisa disertai rasa gatal, panas, atau perih pada kulit kepala, badan, lengan, maupun tungkai saat kambuh.

" Normalnya, kulit mengalami pergantian kulit baru setiap 28 hari. Kalau penderita psoriasis bisa mnegalami prosesnya setiap 2 minggu. Biasanya, psoriasis banyak ditemukan pada orang berusia 15-30 dan 50-60," ujar Amelia Setiawati Soebyanto, Dermato-venereologi dalam webinar  autoimun kulit, Rabu 3 November 2021.

5 dari 7 halaman

Vitiligo

Vitiligo sendiri merupakan hancurnya sel melanosit atau sel pewarna kulit akibat diserang oleh sel imun yang menyebabkan timbulnya bercak berwarna putih seperti kapur.

Bercak tersebut bisa muncul di berbagai bagian tubuh. Namun, umumnya muncul di area wajah, genitalia, tangan, serta kaki.

Biduran

Biduran atau urtikaria merupakan munculnya bentol merah yang bisa disertai rasa gatal, di seluruh tubuh seperti tangan maupun wajah.

Kambuhnya ketiga jenis kondisi kulit tersebut menjadi sangat vital karena bisa jadi berhubungan dengan pemberian vaksin Covid-19 yang harus diperhatikan bagi pasien penderita autoimun.

Terutama, jika autoimun kulit sering kambuh. Meningkatnya kasus autoimun kulit di masa pandemi Covid-19 sendiri diduga diakibatkan oleh kondisi mental yang kian memburuk.

6 dari 7 halaman

Meningkatnya stres selama pandemi

 Mengalami Stres© Shutterstock

" Selama pandemi, tingkat stres jadi lebih tinggi. Mungkin, karena memikirkan pendapatan atau tekanan pekerjaan yang jauh lebih berat dari biasanya dan menyebabkan autoimun lebih sering kambuh," kata Amel.

Di samping itu, pasien autoimun kulit juga cenderung ragu dan takut memeriksakan kondisinya pada dermatologis selama pandemi Covid-19. " Akhirnya, pasien melakukan pengobatan sendiri, pengobatan yang tepat jadi tertunda, dan penyembuhannya jadi lebih lama," ungkap Amel.

7 dari 7 halaman

Bahaya komplikasi, cara mencegah, serta mengatasinya

Menunda konsultasi maupun pengobatan terhadap autoimun kulit akan lebih berbahaya jika mengalami komplikasi atau menyerang organ vital. Komplikasi pada penderita psoriasis sendiri bisa berujung pada penyakit kardiovaskular.

Sedangkan penderita urtikaria atau biduran bisa mengalami pembengkakan di saluran napas dan menyebabkan sesak maupun pingsan.

Oleh karena itu, kamu harus segera berkonsultasi pada dermatologis jika mengalami autoimun kulit agar bisa segera diatasi. Umumnya, pengobatan autoimun kulit dilakukan dengan pemakaian obat oles atau obat minum seperti kortikosteroid, obat suntik, atau fototerapi dengan UVA maupun UVB sesuai dosis yang dianjurkan.

Kamu pun bisa melakukan pencegahan dengan mengontrol stres, tidka merokok atau minum minuman beralkohol, menjalani pola hidup sehat, serta tidak menggaruk saat kulit terasa gatal untuk mencegah keparahan kondisi kulit saat autoimun kambuh. (mut)

Join Dream.co.id