3 Hal yang Sering Jadi Tanda Awal Diabetes

Fresh | Rabu, 6 November 2019 07:39
3 Hal yang Sering Jadi Tanda Awal Diabetes

Reporter : Cynthia Amanda Male

Perhatikan baik-baik, ya.

Dream - Diabetes merupakan penyakit degeneratif yang mudah menyerang seseorang. Penyakit ini juga sangat sulit disembuhkan.

Meski terkesan lebih ringan daripada penyakit jantung atau strok, diabetes juga dapat menyebabkan kematian. Oleh karena itu, ada baiknya mengenali tanda awal diabetes agar bisa mencegah lebih dini.

Berikut tiga tanda awal diabetes yang diungkapkan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia Handayani.

2 dari 7 halaman

Tiga P

Menurut Dwi Oktavia, tanda klasiknya adalah 3P. Pertama, polifagi. Tanda ini muncul dalam bentuk rasa lapar sehingga seseorang akan makan terus.

Ke dua adalah polidipsi, yaitu terus merasa haus, sehingga sering minum. Ke tiga, " Poliuri, dia pipis terus, terutama malam hari."

 shutterstock© shutterstock.com

Jika sudah mengalami tiga gejala tersebut, disarankan untuk berkonsultasi ke dokter agar bisa mengetahui penyebabnya.

" Periksa dan pastikan. Karena ada penyakit yang gejalanya menyerupai," tambah Dwi Oktavia.

3 dari 7 halaman

Gejala Tidak Khas

Gejala lain yang kerap muncul adalah perubahan berat badan secara drastis, luka yang sulit sembuh, dan hipotensi pada laki-laki.

" Perubahan berat badan drastis, baik turun atau naik. Di jangka panjang, ada luka yang tidak sembuh-sembuh dan hipotensi pada laki-laki," jelasnya.

 shutterstock© shutterstock.com

4 dari 7 halaman

Perhatikan Kondisi Tubuh

Seseorang disarankan mulai memperhatikan kondisi tubuh ketika masih merasa lapar setelah makan tiga kali sehari dengan dua kali selingan. Atau masih merasa lapar atau haus ketika sudah mengonsumsi panganan dengan porsi biasanya.

" Biasanya, orang cenderung akan bangun tidur di malam hari untuk buang air kecil. Bisa tiga hingga empat kali ke kamar mandi. Karena kalau siang hari aktivitasnya banyak, jadi nggak terlalu perhatian. Di malam hari kan, akan terbangun," pungkasnya.

 shutterstock© shutterstock.com

5 dari 7 halaman

Duh, Diabetes Banyak Menyerang Penduduk Perkotaan

Dream Diabetes Melitus atau biabetes tipe 2 termasuk penyakit tidak menular yang pemicu utamanya adalah gaya hidup hidup tak sehat. Banyak menyerang kaum mudah perkotaan yang sibuk, kurang olahraga dan banyak mengonsumsi makanan tidak sehat.

Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (riskesdas) pada 2018 daerah perkotaan seperti di Jakarta masuk dalam wilayah rentan Diabetes. Prevalensi diabetes di Jakarta meningkat dari 2,5% di tahun 2013 menjadi 3,4% di tahun 2018.

Dari total jumlah penduduk Jakarta 10,5 juta jiwa, 250 ribu jiwa terdiagnosa terkena diabetes. Sedangkan menurut Diabetes Surveillance Data dari Dinas Kesehatan, 12,775 jiwa diketahui mengalami diabetes.

" Saat ini, masih banyak yang terlambat menyadari penyakit diabetes, bahkan 52 persen pasien diabetes sudah mengalami komplikasi saat terdiagnosa. Sedangkan hanya sekitar 30 persen pasien yang menjalani pengobatan dapat mencapai tingat HbA1c kurang dari 7% yaitu angka ideal dalam manajemen diabetes," kata dr. Em Yunir, Sp.PD ketua Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) Jaya di, Balai Kota DKI Jakarta, Senin 27 Agustus 2019.

 

 

6 dari 7 halaman

Kesadaran Publik

Hal tersebut dikarenakan kurangnya pengetahuan dan kesadaran publik mengenai penyakit diabetes. Sejak tahun 2014, University College London, Steno Diabetes Center Copenhagen, dan Novo Nordisk meluncurkan program Cities Changing Diabetes (CCD) untuk menguatkan perjuangan global melawan diabetes di perkotaan.

 Anak Juga Bisa Terkena Diabetes, Kenali Gejalanya© MEN

" Program Cities Changing Diabetes (CCD) bertujuan untuk memetakan masalah, berbagai solusi dan mendorong tindakan nyata untuk melawan munculnya diabetes dan obesitas di Jakarta," kata Morten, VP dan GM Novo Nordisk Indonesia.

Novo Nordisk menandatangani perjanjian kerja sama program Cities Changing Diabetes (CCD) di Jakarta dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yang dilanjutkan dengan penandatanganan Joint Statement kedua pihak bersama-sama Kedutaan Besar Denmark, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dan Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI).

7 dari 7 halaman

Program CCD

Program ini bertujuan untuk mengurangi prevalensi diabetes di Jakarta melalui tiga elemen yang saling terkait. Yaitu memetakan masalah diabetes, mendorong tindakan nyata, dan berbagi solusi untuk menekan pertumbuhan diabetes, khususnya di daerah perkotaan.

 Level Gula Darah Naik Drastis, Kenali Gejalanya© MEN

Setahun setelah penandatanganan MoU tersebut, kemitraan ini telah berhasil menyelesaikan tahap pertama yaitu pemetaan, dan menemukan lima masalah pengelolaan diabetes di Jakarta.

Sebagai kelanjutan dari hasil pemetaan tersebut, Novo Nordisk akan bekerja sama dengan mitra dan beberapa pemangku kepentingan untuk mengidentifikasi solusi yang tepat dalam menangani diabetes di Jakarta.


Laporan Vika Novianti Umar

Babak Baru Daus Mini Vs Daus Mini ‘KW'
Join Dream.co.id