3 Hal Ini Sebabkan Sering Buang Air Kecil Pada Malam Hari

Fresh | Kamis, 21 Oktober 2021 07:12

Reporter : Cynthia Amanda Male

Ketahui penyebabnya agar bisa melakukan pencegahan dan mencari solusinya.

Dream - Buang air kecil secara rutin dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan. Namun jika terlalu sering di waktu tertentu, bisa jadi kamu justru sedang mengalami masalah kesehatan.

Berdasarkan ulasan dalam jurnal Hypertension Research pada 2021, sering buang air kecil di malam hari berkaitan dengan tekanan darah tinggi.

Peneliti berpendapat bahwa orang yang sangat sensitif terhadap garam dan mengalami hipertensi akan lebih aktif buang air kecil di malam hari. Hubungan hipertensi dan buang air kecil di malam hari juga diakuin oleh temuan ilmiah tahunan Masyarakat Sirkulasi Jepang pada 2019.

“ Penelitian kami mengindikasikan bahwa jika Anda perlu buang air kecil di malam hari atau nokturia, mungkin Anda mengalami peningkatan tekanan darah dan/atau kelebihan cairan di tubuh,” kata peneliti Satoshi Konno, MD, dikutip dari Health.com.

3 Hal Ini Sebabkan Sering Buang Air Kecil Pada Malam Hari
Ingin Buang Air Kecil. (Source: Shutterstock)
2 dari 6 halaman

 Menahan Buang Air Kecil© Shutterstock

Menurut American Heart Association, tubuh akan menarik air ke dalam pembuluh darah ketika mengonsumsi terlalu banyak garam. Seiring waktu, semua cairan yang tertahan pada pembuluh darah dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.

Akhirnya, tubuh pun perlu buang air kecil lebih sering di malam hari. Meski kebiasaan tersebut dikaitkan dengan hipertensi, namun penyakit kardiovaskular itu bukanlah satu-satunya penyebab nokturia.

Terdapat tiga alasan lainnya mengapa Sahabat Dream sering buang air kecil di malam hari. Berikut di antaranya.

3 dari 6 halaman

1. Produksi urin meningkat di malam hari

Sebagian orang bisa mengalami peningkatan produksi urine di malam hari atau yang disebut poliuria nokturnal. Bahkan, orang yang mengalaminya bisa kesulitan tidur.

Laporan dari American Society of Nephrology mengungkapkan bahwa poliuria nokturnal adalah sindrom yang menyebabkan perubahan rasio produksi urine di siang dan malam hari.

Orang yang mengalami kondisi tersebut akan memproduksi lebih dari 33 persen urine harian di malam hari.

Gagal jantung kongestif, penyakit neurologis seperti Parkinson dan Alzheimer, penyakit ginjal kronis, serta gangguan tidur obstruktif termasuk beberapa kondisi yang dapat menyebabkan poliuria nokturnal.

4 dari 6 halaman

2. Kandung kemih tidak mampu menahan jumlah urin yang dihasilkan di malam hari

 Menahan Buang Air Kecil© Shutterstock

Berbagai hal bisa menyebabkan kandung kemih mengalami penurunan kapasitas dan tidak mampu menampung urin di malam hari.

Di antaranya adalah infeksi atau peradangan pada miss V, kandung kemih terlalu aktif, serta obstruksi kandung kemih.

Sebuah laporan dari jurnal BMJ mengungkapkan bahwa banyak pasien yang menderita nokturia dipengaruhi oleh poliuria nokturnal dan rendahnya kapasitas kandung kemih. Pasien yang terkena kedua hal ini didiagnosis dengan nokturia campuran.

5 dari 6 halaman

3. Kurangnya kualitas tidur

 Buang Air Kecil© Shutterstock

Beberapa orang akhirnya sering buang air kecil di malam hari karena mereka bangun lebih sering dari yang seharusnya. Karena lebih sering bangun, mereka cenderung lebih sering ke kamar mandi.

Namun, kondisi tersebut tidak selalu ada hubungannya dengan kesehatan kandung kemih. " Biasanya dalam kasus ini, bukan kebutuhan untuk buang air kecil yang membangunkan mereka," menurut Cleveland Clinic.

6 dari 6 halaman

Apa yang harus dilakukan jika terlalu sering bangun untuk buang air kecil?

Berkonsultasilah pada dokter jika Sahabat Dream sulit tidur karena nokturia. Kamu bisa mencegah dan mengatasi penyebabnya lebih dini dan meningkatkan kondisi kesehatan tubuh.

Perawatan untuk nokturia mungkin melibatkan penyembuhan penyakit lain yang menyebabkan kondisi tersebut. Jika penyebabnya adalah hipertensi, umumnya dokter akan menyarankan untuk memerhatikan asupan garam atau lebih aktif secara fisik.

Beberapa perubahan gaya hidup sederhana dapat membantu mengatasi nokturia. Perhatikan asupan makanan dan minuman mendekati waktu tidur dan minumlah lebih banyak di pagi hari daripada malam hari.

Mengurangi konsumsi kafein yang terdapat pada kopi, teh, cokelat, dan makanan maupun minuman lainnya juga akan membantu mengatasi kebiasaan buang air kecil di malam hari serta kesulitan tidur.

Laporan: Syifa Putri Naomi

Join Dream.co.id