2 Jenis Kanker Paru yang Banyak Diderita Pasien di Indonesia

Fresh | Rabu, 14 Agustus 2019 11:48
 2 Jenis Kanker Paru yang Banyak Diderita Pasien di Indonesia

Reporter :

Salah satunya dipicu kebiasaan rokok.

Dream - Kasus kanker paru-paru di Indonesia cukup tinggi. Berdasarkan data Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), sekitar 52 persen penderita kanker paru di Indonesia didiagnosis tipe Small Cell Lung Cancer (SCLC). Tipe SCLC berasal dari sel-sel yang melapisi bronkus di pusat paru-paru.

" Tipe SCLC hampir seluruhnya disebabkan oleh kebiasaan merokok. Tipe kanker ini dikenal lebih agresif karena pada stadium lanjut lebih cepat menyebar ke bagian tubuh lainnya," jelas dokter spesialis paru Sita Laksmi Andarini kepada Health Liputan6.com.

Kanker paru juga punya tipe Non-Small Cell Lung Cancer (NSCLC), yang biasanya berasal dari sel-sel kelenjar di bagian luar paru-paru. Untuk menangani kedua tipe kanker paru sekaligus meningkatkan kualitas hidup pasien, pengobatan kanker paru saat ini dapat dilakukan dengan beberapa metode, yaitu metode operasi, dengan mengangkat atau mengoperasi jaringan sel kanker yang menyebar di organ vital.

2 dari 6 halaman

Terapi Radiasi

" Ada juga terapi radiasi yang membunuh sel kanker paru menggunakan sinar berenergi tinggi seperti sinar-X juga kemoterapi. Terapi target yang menggunakan obat-obatan khusus untuk mengecilkan, membunuh, memblokir pertumbuhan, dan penyebaran sel kanker," kata Sita.

 Pengidap Kanker Paru-paru Lebih Banyak Pria, Mengapa?

Kanker paru-paru memiliki jumlah kasus baru terbanyak di dunia, yaitu sebesar 2,1 juta atau 11,6 persen dari total beban kejadian kanker di dunia. Data dari Kementerian Kesehatan, kasus kanker paru di Indonesia meningkat pesat, yakni berada di urutan ke-8 di Asia Tenggara dan urutan ke-23 di Asia sebagai negara dengan angka kejadian kanker yang berada di zona serius.

3 dari 6 halaman

Rokok Jadi Penyebab Tertinggi

Angka ini meningkat 10,85 persen dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan data dari GLOBOCAN 2018, merokok adalah penyebab tertinggi kanker paru, sebesar 80 persen dari keseluruhan kasus pada 2018.

“ Peningkatan angka kasus kanker paru di Indonesia telah masuk pada tahapan memprihatinkan. Yang lebih diperhatikan juga soal lingkungan kerja bisa menjadi penyebab lain timbulnya kanker ini. Misalnya, pabrik tambang, semen, dan keramik yang cenderung terpapar radiasi serta bahan kimia karsinogenik. Ini akan memicu tinggi terjadinya kanker paru" kata Sita.

Laporan Fitri Haryanti/ Sumber: Liputan6.com

4 dari 6 halaman

Bukan Perokok, Tetap Bisa Terkena Kanker Paru-Paru

Dream - Kanker paru-paru termasuk penyakit yang sangat mematikan. Gejala berupa batuk biasa dan penderita biasanya baru memeriksakannya ketika kanker sudah stadium tinggi.

Seperti yang terjadi pada Kepala Pusat Data dan Informasi Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho.

Begitu juga pada mendiang Endang Rahayu Sedyaningsih, Menteri Kesehatan di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Ia meninggal dunia karena penyakit kanker paru-paru stadium tinggi.

Baik Sutopo maupun Endang, bukan seorang perokok.  Lalu bagaimana bisa, seorang yang tak merokok sama sekali terkena kanker paru-paru? Dokter patologi anatomi, Evlina Suzanna memberikan penjelasan.

5 dari 6 halaman

Mutasi Genetik

" Karena sistem kekebalan tubuh dan genetik setiap orang berbeda-beda. Genotip atau gen yang berbeda-beda ini akan memengaruhi kerentanan genetik," kata Evlina di Jakarta beberapa waktu lalu.

 Kenali Gejala Kanker Paru-paru Sebelum Terlambat

Mutasi genetik pada tubuh individu juga berbeda-beda. Ada gen yang lebih rentan terkena serangan bakteri dan virus pemicu kanker.

6 dari 6 halaman

Dipengaruhi Gaya Hidup

Sel kanker pun bisa tumbuh dan berkembang. Dalam berbagai kasus, kanker yang dialami seseorang dipengaruhi gaya hidup, bukan faktor keturunan.

 Kanker paru-paru

" Gen mana yang lebih berisiko itu ada. Tergantung kerentanan genetiknya. Mutasi genetik juga beda-beda tiap individu," Evlina melanjutkan. 

ANGRY BIRDS 2, Animasi Lucu dengan Pesan Tersembunyi - Wawancara Eksklusif Produser John Cohen
Join Dream.co.id