WNA China Terduga Corona di RSHS Bandung Pekerja Kereta Cepat

Dinar | Senin, 27 Januari 2020 19:31
WNA China Terduga Corona di RSHS Bandung Pekerja Kereta Cepat

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Dia dilarikan ke RS Hasan Sadikin, Bandung.

Dream - PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) mengkonfirmasi pasien yang dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) adalah salah satu pekerjanya. Pria asal Tiongkok berinsial HG masuk ruang isolasi karena dikhawatirkan terserang virus corona setelah kembali dari Negeri Tirai Bambu.

Dikutip dari Merdeka.com, Senin 27 Januari 2020, Humas KCIC, Deny Yusdiana, mengatakan penanganan kesehatan dari RS Kawaluyaan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan dirujuk ke RSHS. Rujukan ini adalah prosedur preventif untuk menangani karyawan yang sedang sakit.

“ Pasien itu adalah salah satu pekerja dari kontraktor proyek KCJB (Kereta Cepat Jakarta-Bandung), ini adalah prosedur preventif, jadi semua pekerja yang menunjukkan gejala demam dan flu serta memiliki riwayat perjalanan keluar negeri maka managemen kereta cepat langsung memintakan segera dirujuk ke rumah sakit agar segera ditangani,” kata Deny di Jakarta.

Menurut dia, proyek KCJB telah menerapkan prosedur pemeriksaan kesehatan bagi segenap tenaga kerja yang bergabung, bahkan sebelum wabah corona menyebar, guna memastikan kesehatan dan keselamatan lingkungan kerja di sekitar lingkungan proyek.

Sejak awal terjadinya wabah corona, KCIC selaku pemilik proyek KCJB telah memberlakukan prosedur screening berupa pemeriksaan kesehatan bagi seluruh karyawan KCIC dan seluruh kontraktor KCJB yang baru tiba dari perjalanan (bahkan transit) dari luar negeri.

Penanganan itu pun berlaku bagi keluarga serta tamu yang mengunjungi proyek KCJB sebagai tindakan pencegahan masuknya virus corona ke lingkungan kerja KCJB.

Adapun pemeriksaan kesehatan yang dilakukan bekerja sama dengan beberapa rumah sakit yang ada di Jakarta dan Bandung dengan pola standar yang diberlakukan untuk menangani penyakit menular.

Di sisi lain, tindakan antisipasi lainnya juga diberlakukan seperti mewajibkan setiap karyawan untuk menggunakan masker di lingkungan kerja KCJB serta tindakan-tindakan pencegahan lainnya sesuai dengan yang diimbau oleh Kementerian Kesehatan.

" Saat ini Manajemen KCIC bekerja sama dengan seluruh kontraktor yang terlibat dalam proyek KCJB untuk terus melakukan monitoring terhadap TKA yang keluar masuk proyek termasuk dengan update kondisi kesehatannya," kata Deny.

2 dari 6 halaman

Belum Bisa Dinyatakan Suspect Virus Corona

Sementara itu, pihak Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) menyatakan pasien tersebut belum bisa dikatakan suspect virus corona. Meski demikian penanganan hingga diisolasi dilakukan karena keduanya belum lama ini datang dari luar negeri.

Ada dua pasien yang tengah ditangani RSHS diduga terjangkit Corona. Satu WN China karyawan kereta cepat, satu lagi WN Indonesia yang baru pulang dari Singapura.

HG mengalami infeksi pernafasan atas akut dengan keluhan panas badan disertai nyeri tenggorokan. HG yang bekerja di Jawa Barat belum lama ini kembali dari China.

“ Dia datang pada 12 Januari 2020 dari sebuah kota di tiongkok, Xin Yuan, itu 1.300 km dari Wuhan," kata Dirut RSHS Bandung Nina Susana Dewi, Senin 27 Januari 2020.

Dokter yang memeriksanya di IGD langsung memindahkan ke ruang isolasi untuk diobservasi lebih lanjut. Hasil pemeriksaan sementara pasien tersebut kondisinya secara umum baik.

" Panas badan di dalam rujukan itu 37,7 derajat celcius. Tapi pada saat diperiksa itu 36 derajat celcius. Jadi tidak ada panas badan dan dokter yang di triase tersebut menyatakan observasi flu atau infeksi saluran pernafasan atas akut," kata dia.

Lalu, pasien asal Indonesia pun diketahui sempat pergi Singapura pada tanggal 19 Januari 2020. Saat pulang pada tanggal 22 Januari 2020, ia mengeluh sakit dan dirawat di RS Borromeus sebelum dirujuk ke RSHS.

" Karena ada riwayat pernah ke Singapura, kami tim meng-ACC untuk masuk ke ruang isolasi khusus juga," kata dia.

" Jadi pasien tersebut memang ada perburukan pernafasan, sehingga observasinya infeksi saluran pernafasan bawah akut," ia melanjutkan.

Hari ini, pihak RSHS mengirimkan sampel ke Litbangkes Kemenkes RI untuk melihat apakah pasien tersebut positif terjangkit virus Corona atau tidak.

" Jadi sampai sekarang pasien tersebut baru observasi infeksi saluran pernafasan atas yang akut. kalau corona itu jadinya diagnosa terkonfirmasi itu setelah dari Litbangkes keluar hasil," kata dia.

3 dari 6 halaman

Kemenkes Terjunkan Tim

Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto mengaku sudah menerjunkan timnya untuk melihat langsung pasien asal China yang dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung.

Diketahui, HG (35) pria asal China merupakan kontraktor proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) masuk isolasi karena diduga terserang virus Corona.

" Soal itu, sudah (kita lihat). Tim saya sudah ke sana, nanti tunggu beritanya dari dia," kata dia di Kementerian Perhubungan, Jakarta.

Dia mengatakan, isolasi yang dilakukan terhadap korban berdasarkan standar operasional prosedur. Sejauh ini pihaknya juga sudah melakukan pengecekan di lapangan. Namun belum ada tanda-tanda apakah memang HG terjangkit virus corona atau tidak.

" (Sudah pasti corona?) Tidak lah, tapi kita cek, tetap akan kita cek di lapangan," katanya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menambahkan, pemeriksaan terhadap para pekerja di KCIC akan diperketat. Terlebih, dalam proyek tersebut banyak pekerja yang berasal dari China.

" Kalau ada indikasi badan panas misalnya ya kita lakukan satu pemeriksaan lebih lanjut. Kalau ada pun akan ditangani rumah sakit saya pikir jelas lah," kata dia.

4 dari 6 halaman

Viral Video Perawat Laporkan Ada 90 Ribu Pasien Terjangkit Corona

Dream - Jumlah kasus virus corona dan kematian di Wuhan meningkat pesat tiap hari. Ada sekitar 2.813 kasus terkonfirmasi dan dilaporkan sekitar 80 korban telah meninggal dunia.

Tetapi, jumlah kematian diduga jauh lebih banyak daripada yang dilaporkan sejumlah media. Di China, pemerintah menyatakan ada 2.761 kasus terkonfirmasi dan 80 angka kematian menurut media mainstream.

Namun, belakangan muncul video seorang perawat mengklaim ada 90 ribu orang di China telah terinfeksi virus corona. Video tersebut viral di media sosial. Belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Tirai Bambu tersebut.

 

 Viral Video Perawat Laporkan Ada 90 Ribu Pasien Terjangkit Corona © Dream

 

Mengenakan masker putih menutupi wajahnya, wanita yang mengaku sebagai perawat itu menyampaikan kabar yang mengejutkan.

" Saya sekarang di kawasan terinfeksi Distrik Hankou di Wuhan. Izinkan saya memberitahu Anda mengenai situasi di Provinsi Hubei dan China saat ini," kata perawat itu, dikutip dari World of Buzz.

" Sejauh ini, lebih dari 90 ribu telah terinfeksi virus corona," lanjut dia.

5 dari 6 halaman

Tingkat Infeksi Tinggi

" Berapa tingkat orang terinfeksi? Tanpa karantika atau penanganan efektif secepatnya, satu orang terinfeksi dapat menularkan virus ke 14 orang terdekat darinya. Tingkat infeksi sangat tinggi," kata dia.

Kabar ini tidak mengherankan, mengingat banyak rumah sakit dipenuhi pasien terinfeksi. Banyak dari mereka sampai tergeletak di lantai sementara staf rumah sakit sangat terbatas.

Yang menbuat virus corona Wuhan sangat mematikan yaitu orang yang terinfeksi bisa menyebarkan virus kepada orang lain selama masa inkubasi. Bahkan sebelum tanda-tanda sakit muncul.

Ini berarti orang yang melewati bandara dan pemindaian suhu tubuh bisa jadi sudah terinfeksi. Tetapi, mereka dibolehkan pergi karena tanda-tanda penyakit belum muncul.

Setelah lolos, siapapun bisa menulari orang lain yang mengadakan kontak dengan dia. Ini membuatnya semakin sulit dilacak begitu gejala mulai terlihat.

Pasien termuda yang terinfeksi virus corona adalah bayi berusia sembilan bulan. Bayi itu sebelumnya punya kontak dengan pasien terinfeksi di Hubei.

Dilaporkan Oriental Daily, ini merupakan kasus pertama di mana bayi menjadi pasien positif terjangkit corona.

6 dari 6 halaman
Cara Samuel Rizal Terapkan Hidup Sehat Pada Anak
Join Dream.co.id