Waspada, Ini 4 Tanda Kamu Seorang Workaholic

Dinar | Senin, 8 April 2019 07:43
Waspada, Ini 4 Tanda Kamu Seorang Workaholic

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Apa saja?

Dream – Berkembangnya dunia digital membuka dimensi baru tentang konsep workaholic. Teknologi, seperti smartphone dan laptop, membuka kesempatan untuk bekerja di mana pun dan kapan pun.

Dikutip dari Monster, Senin 8 April 2019, perkembangan teknologi memang bisa meningkatkan keseimbangan kehidupan—kerja. Atau, bisa membuatmu lebih fleksibel terhadap pekerjaan.

Tapi, kalau pekerjaan terus digarap dan menghabiskan banyak waktu serta “ merusak” kesehatan fisik dan mental, itu berarti kamu sudah bekerja terlalu jauh. Bisa jadi kamu menjadi seorang penggila kerja alias workaholic.

Ada empat tanda workaholic yang perlu kamu waspadai. Pertama, bekerja ketika hari libur. Saat libur, kamu membuka komputer dan bekerja? Hm, pada dasarnya liburan itu sangat penting untuk melepas penat dan mengisi ulang tenaga untuk keesokan harinya.

Tahan keinginan untuk memeriksa kotak masuk e-mail kantor. Kalau perlu, matikan pemberitahuan e-mail kantor dan grup obrolan kantor. Kamu seharusnya tak perlu merasa bersalah. Ingat, tak seharusnya kamu available 24 jam sehari dan 7 hari seminggu untuk bekerja. Kamu perlu memiliki batasan untuk bisa menikmati hari libur.

Ke dua, sering sakit. Nah, bekerja terlalu keras akan berdampak buruk kepada pikiran dan tubuh. Kamu tak bisa menghabiskan waktu 30 menit untuk makan siang dari mejamu. Situasinya bisa menjadi lebih buruk kalau makan lebih dari sekali sehari di meja.

Kalau terlalu banyak bekerja, kamu bisa mengalami masalah kesehatan, seperti stres, kecemasan, insomnia, sistem kekebalan melemah, dan sebagainya. Pastikan kamu meluangkan waktu untuk merawat diri dengan makan dengan baik, olahraga teratur, dan tidur cukup. Tubuh dan pikiranmu akan berterima kasih untuk itu.

2 dari 2 halaman

Stres Kalau Tidak Bekerja

Ke tiga, kamu akan merasa bersalah atau stres kalau tidak bekerja. Stres memang umum terjadi di tempat kerja. Kalau merasa tertekan dan bersalah kalau tidak bekerja, itu berarti ada yang harus diubah.

Berhentilah untuk mengisi daftar tugas karena merasa bersalah atau keinginan untuk menyenangkan. Belajarlah untuk berkata tidak kepada tanggung jawab baru yang tidak menguntungkan bagi pribadimu secara profesional.

Ke empat, menarik diri dari hobi. Kalau sudah gila kerja, tanpa sadar kamu takkan punya waktu untuk olahraga, kumpul dengan teman, atau menjadi sukarelawan. Kegiatan akhir pekan ini tersita dengan pekerjaan.

Jangan lupa tentang hal-hal yang benar-benar penting dalam hidup. Jangan menunda hidup untuk pekerjaan yang bisa dilakukan besok!

Suasana Cair Roger Danuarta dan Ayah Cut Meyriska di Meja Makan
Join Dream.co.id