Dilema Karyawan Magang, Cari Pengalaman Tanpa Upah

Dinar | Senin, 20 Mei 2019 06:44
Dilema Karyawan Magang, Cari Pengalaman Tanpa Upah

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Mengapa?

Dream – Di berbagai negara, magang menjadi sebuah kewajiban di kampus. Namun sayangnya, banyak perusahaan memilih merekrut karyawan yang berpengalaman.

Sehingga, karyawan magang seringkali, mau tidak mau, harus rela tidak dibayar meski bekerja untuk sebuah kantor. Ada yang berpikir bahwa magang selama tiga bulan, tanpa dibayar, dan hanya memperoleh pengalaman saja sudah cukup.

Namun, anggapan itu dinilai bukanlah win win sollution. Anggapan itu justru dinilai tetap merugikan para karyawan yang magang.

Dikutip dari World of Buzz, Sabtu 18 Mei 2019, seorang pengguna Twitter di Malaysia, Norizan Sharif, melalui akun @nobisha, menyebut karyawan magang setidaknya menerima gaji minimum untuk pekerjaan yang dilakukan.

Dia mengatakan perusahaan yang tidak bisa membayar magang atau memberikan pelatihan yang tepat, tak boleh berpartisipasi dalam program magang. " Semua pekerja magang harus mendapatkan gaji minimum," cuit Norizan.

Menurut dia, gaji yang terlalu sedikit sebenarnya tak bisa diterima dan melemahkan semangat karyawan magang.

“ Semua pekerja magang harus mendapatkan gaji minimum. Apa pun yang kurang tidak dapat diterima dan (bisa) melemahkan semangat. Tolong jangan berhenti mengatakan perusahaan-perusahaan ini membantu mereka. Ingat, perusahaan-perusahaan ini menerima banyak manfaat, termasuk hibah, subsidi, dan pinjaman. Sekarang saatnya membayar kembali!” cuit Norizan.

2 dari 2 halaman
Sidang Pendahuluan Gugatan Sengketa Pilpres 2019
Join Dream.co.id