Wapres Resmikan Bank Wakaf Mikro Pertama di NTB

Dinar | Kamis, 20 Februari 2020 19:42
Wapres Resmikan Bank Wakaf Mikro Pertama di NTB

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Melalui lembaga keuangan syariah ini, masyarakat bisa mendapatkan pendanaan mikro.

Dream - Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, meresmikan Bank Wakaf Mikro (BWM) Ahmad Taqiuddin Mansur (Atqia) di Ponpes Al-Manshuriah Ta’limunssibyan, Desa Bonder, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Dengan BWM ini, masyarakat NTB dipermudah mengakses pembiayaan mikro syariah.

Dikutip dari keterangan tertulis dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diterima Dream, Kamis 20 Februari 2020, BWM Atqia merupakan yang pertama di NTV dan beroperasi sejak 14 Juni 2019 serta sudah memiliki nasabah sebanyak 355 orang yang terdiri dari 71 kelompok dan sudah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp355 juta.

BWM Atqia merupakan satu dari 56 BWM yang sudah beroperasi sejak program ini diluncurkan pada Oktober 2017. Sampai Januari 2020, 56 BWM sudah tersebar di 18 provinsi dan sudah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp36,6 miliar untuk 27.871 nasabah yang terdiri dari 3.511 kelompok.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso,mengatakan OJK diamanatkan Undang-Undang sebagai regulator di sektor jasa keuangan, harus berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan peningkatan masyarakat. Misalnya, menyediakan akses keuangan.

“ Dengan memberikan akses pembiayaan yang mudah dan murah bagi pelaku usaha mikro kecil yang belum terjangkau akses keuangan formal, program BWM turut mendukung program pemerintah untuk meningkatkan inklusi keuangan,” kata Wimboh.

2 dari 6 halaman

Bangun 56 Bank Wakaf Mikro, Jokowi: Jangan Utang ke Rentenir

Dream – Pemerintah telah membangun 56 bank wakaf mikro (BWM) di pondok pesantren. Dia berharap masyarakat yang tinggal di sekitarnya, tidak meminjam lagi kepada para rentenir.

“ Jangan sampai pinjamnya ke rentenir, hati-hati, nggih. Stop. Sekarang sudah ada Bank Wakaf Mikro,” kata Jokowi dalam peluncuran bersama BWM Apik Kaliwungu dan Al Fadlu Kendal di Pondok Pesantren Apik, Kendal, Jawa Tengah, dikutip dari setkab.go.id, Selasa 31 Desember 2019.

Jokowi mengatakan 56 BWM telah menjangkau 25 ribu UMKM. Dana yang disalurkan mencapai Rp34 miiliar.

 

 Bangun 56 Bank Wakaf Mikro, Jokowi: Jangan Utang ke Rentenir© Dream

 

“ Pak Ketua OJK (Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Wimboh Santoso) sudah menyampaikan sudah disiapkan lagi kurang lebih 50 BWM yang akan dibuka, dibuka, dan dibuka lagi. Ini patut kita syukuri. Alhamdulillah,” kata dia.

Jokowi menegaskan BWM tak memakai agunan dan jaminan. Yang mendapatkan bantuan pinjaman adalah yang dipercaya. Ada yang pinjam Rp1 juta sampai Rp5 juta.

“ Ini kepercayaan karena pemerintah berusaha membuka sebanyak-banyaknya BWM agar ada akses keuangan dan gampang mencari modal-modal usaha mikro untuk lingkungan pondok pesantren,” kata dia.

3 dari 6 halaman

Gunakan untuk Modal Kerja

Jokowi berpesan kepada warga yang telah mendapatkan pinjaman dari BWM untuk digunakan sebagai modal usaha. Dia meminta warganya untuk tak menggunakan sebagai tujuan konsumtif.

“ Jangan sampai nanti dapat Rp2 juta, jalan-jalan ke mal lagi, kok ada baju baru, ingin beli baju Rp300ribu. Jalan jalan lagi aduh kok ada ini, sama ini, beli lagi Rp200 ribu, Rp500 ribu. Apa yang terjadi? Suatu titik pasti akan kesulitan dalam mengangsur atau mencicil bantuan pinjaman itu,” kata dia.

Jokowi juga mengingatkan pinjaman tersebut digunakan hati-hati karena menyangkut nama yang diberikan pinjaman. Bantuan diberikan ada rasa kepercayaan.

4 dari 6 halaman

Per Oktober 2019, Bank Wakaf Mikro Salurkan Pembiayaan Rp29 M

Dream – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total pembiayaan Bank Wakaf Mikro (BWM) sebesar Rp29,33 miliar pada Oktober 2019. Pembiayaan ini telah disalurkan kepada 22.668 nasabah di seluruh Indonesia.

Ada 54 BWM di Indonesia yang tersebar di 16 provinsi. Di Jawa Timur, misalnya ada 15 BWM yang berdiri, termasuk BWM Mantenan Aman Makmur di Blitar, yang baru saja diresmikan.

Selain itu, ada juga BWM Al Hijrah Cindai Alus Banjarbaru, Kalimantan Selatan, yang juga baru diresmikan.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, mengatakan, keberadaan BWM telah mendorong usaha ekonomi mikro rakyat yang selama ini kesulitan mendapatkan permodalan yang murah dan mudah untuk membiayai usahanya.

“ Keberadaan BWM sudah dirasakan masyarakat kecil yang memanfaatkan pembiayaan yang didapat untuk tambahan modal usaha dan memperluas usahanya, sehingga pendapatan ekonominya meningkat,” kata Wimboh, dikutip dari keterangan tertulis, Senin 4 November 2019.

 Dream© dream

Sumber foto: OJK

Keberadaan BWM di lingkungan Pondok Pesantren, lanjut dia, juga diharapkan bisa mendukung perekonomian masyarakat desa yang sebagian besar berusaha di sektor pertanian, perdagangan dan pelaku industri kecil rumah tangga.

Skema pembiayaan BWM adalah pembiayaan tanpa bunga dengan maksimal plafon pinjaman Rp3 Juta dan hanya dikenakan biaya administrasi sekitar 3 persen per tahun. Dokumen persyaratan yang dibutuhkan hanya Kartu Tanda Penduduk atau Kartu Keluarga.

Selain mendapatkan pembiayaan untuk modal kerja, nasabah BWM juga akan mendapatkan pendampingan dan pemberdayaan yang bermanfaat untuk meningkatkan usahanya.

5 dari 6 halaman

Pembiayaan Bank Wakaf Mikro Hampir Sentuh Rp25 M

Dream – Bank Wakaf Mikro (BWM) telah menyalurkan pembiayaan hingga Rp24,9 miliar per Juli 2019. Pembiayaan ini telah disalurkan kepada 19.543 nasabah.

Belasan ribu nasabah ini terdiri atas 2.374 kelompok usaha masyarakat di sekitar pesantren.

Dikutip dari keterangan tertulis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diterima Dream, Jumat 6 September 2019, Indonesia saat ini memiliki 52 BWM yang tersebar di 15 provinsi. Yang terbanyak ada di Jawa Tengah berjumlah 11 unit BWM.

Yang terbaru adalah BWM Apik di Pesantren Apik Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah. Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, mengatakan skema BWM merupakan terobosan baru yang dirancang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat kecil.

 Pembiayaan Bank Wakaf Mikro Hampir Sentuh Rp25 M© Dream

 

Pembiayaan yang diberika cukup murah, yaitu 3 persen per tahun dan tanpa agunan. “ Kami meyakini bahwa kemiskinan berkaitan erat dengan ketersediaan akses keuangan,” kata Wimboh.

Dengan alasan ini, OJK menginisiasi pembentuka BWM di daerah. “ Sebagai upaya OJK tak hanya fokus pada nasabah besar, tetapi juga mendorong penyediaan akses keuangan bagi masyarakat kecil,” kata dia.

Sekadar informasi, BWM Apik sejak April 2019 sudah membina 270 nasabah dengan nilai pembiayaan Rp270 juta. Nasabahnya merupakan masyarakat produktif dengan usaha kecil jajanan tradisional, kerajinan anyaman bambu dan bahan makanan pokok.

6 dari 6 halaman

Perangi Renternir, Bank Wakaf Mikro Sudah Gelontor Rp18,54 M

Dream - Bank Wakaf Mikro telah mencairkan dana sebesar Rp18,54 miliar. Jumlah tersebut terhitung hingga Maret 2019.

Dana itu disalurkan melalui 43 unit Bank Wakaf Mikro kepada 15.236 nasabah yang tergabung dalam 2.404 Kelompok Usaha Mikro (Kumpi).

Menurut data Laznas Bank Syariah Mandiri, dana sebesar Rp5,67 miliar dicairkan melalui Bank Wakaf Mikro di Jawa Timur.

Di Jawa Tengah telah cair sebesar Ro4,03 miliar, Jawa Barat Rp3,65 miliar, Banten Rp2,77 miliar, dan Daerah Istimewa Yogyakarta Rp1,26 miliar.

 

 Perangi Renternir, Bank Wakaf Mikro Sudah Gelontor Rp18,54 M© Dream

 

Dana sebesar Rp0,31 miliar sudah dicairkan untuk nasabah di Sumatera Barat, Rp0,27 miliar di Sulawesi Selatan, Rp0,19 miliar di Jambi, Rp0,12 miliar di Sumatera Utara, Rp0,07 miliar di Kalimantan Timur, dan Rp0,01 miliar di Papua.

Hingga saat ini, sudah terdapat 51 unit Bank Wakaf Mikro. Otoritas Jasa Keuangan menargetkan ada seratus Bank Wakaf Mikro di Indonesia hingga akhir 2019.

Masing-masing Bank Wakaf Mikro akan diberi dana sebesar Rp4,25 miliar. Dana sebesar Rp3 miliar didepositokan dan hasilnya digunakan untuk operasional pengurus. Dana sebesar Rp1,25 miliar sisanya digunakan untuk pembiayaan masyarakat dengan imbal hasil setara tiga persen pertahun.

Dana Bank Wakaf Mikro berasal dari berbagai sumber, antara lain sumbangan perorangan, corporate social responsibility perusahaan, dan lembaga lain --termasuk lembaga nonmuslim sepanjang berasal dari kegiatan yang tidak diharamkan.

Sasaran Bank Wakaf Mikro adalah masyarakat yang tidak bisa mengakses layanan bank alias unbankable sehingga mereka terhindar dari jerat renternir.

" Harapannya setelah menjadi nasabah, usaha mereka bisa bergerak, dan nantinya bisa pindah ke bank," kata Suparlan, Direktur Lembaga Keuangan Mikro OJK, di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu 27 Juli 2019.

Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam
Join Dream.co.id