Teganya! Tabungan dan Kartu Kredit Orang Sakit Mental Suka Dibobol

Dinar | Rabu, 17 Juli 2019 07:12
Teganya! Tabungan dan Kartu Kredit Orang Sakit Mental Suka Dibobol

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Mereka membiarkan orang lain `mengobok-obok` tabungannya.

Dream – Orang-orang dengan masalah kesehatan mental cenderung berisiko jadi korban penyalahgunaan keuangan. Sebab, mereka tak keberatan jika tabungannya “ diobrak-abrik”.

Dikutip dari Mirror, Rabu 17 Juli 2019, dua perlima orang dengan kesehatan mental membiarkan orang lain menggunakan kartu kredit atau debit mereka. Seperlima responden malah membiarkan kartu banknya dipakai setiap minggu.

Survei yang dilakukan oleh Money and Mental Health Policy Institute bersama pakar konsumen, Martin Lews, menunjukkan orang-orang ini berisiko menjadi korban penyalahgunaan keuangan, bahkan bisa menjadi korban kriminal.

Dari 12 ribu responden di Inggris, ditemukan 43 persen orang yang memiliki masalah mental membiarkan orang lain menggunakan kartu kredit atau kartu debit. Ada 19 persen responden malah membiarkan uangnya digunakan setiap minggu.

Lalu, ada 20 persen yang membiarkan mereka masuk ke mobile banking dan 15 persen responden mengizinkan orang-orang untuk mengakses mobile banking setiap minggu.

Survei ini juga menemukan bahwa ada 24 persen punya cara yang aman untuk memberikan orang lain mengakses rekening mereka.

2 dari 6 halaman

Dorong Bantuan Hukum Diperkuat

Money and Mental Health Policy Institute mendesak perdana menteri agar mereformasi kekuatan sistem pengacara. Dengan begini, bantuan hukum bisa menjadi dukungan dan penjaga bagi mereka yang mengalami kesehatan mental.

“ Ketika berjuang dengan kesehatan mental dan mendapatkan bantuan dari keluarga dan teman untuk mengelola keuangan, kamu bisa berdikari di atas keuangan kamu atau jatuh ke dalam utang,” kata Kepala Money and Mental Health Policy Institute, Helen Undy.

Undy mengatakan penderita sakit mental memerlukan bantuan hukum. Para penderita sakit mental ini tak memiliki sistem untuk memenuhi kebutuhan mereka.

“ Orang ini berisiko terpapar penipuan dan penyalagunaan karena berbagi PIN dan kata sandi,” kata dia.

3 dari 6 halaman

Tak Tega Lihat Saldo Tabungan, Perampok Kembalikan Uang Korban

Dream – Jadi korban perampokan akan menjadi pengalaman paling tidak menyenangkan. Kamu ditodong oleh seseorang dan dia meminta semua harta benda yang dibawa.

Kejadian ini biasanya akan meninggalkan trauma pada si korban. 

Namun cerita perampokan yang terjadi di Heyuan, Tiongkok, ini beda dari yang lain. Sikap sang perampok ini sukses mencuri hati warganet.

Dikutip dari World of Buzz, Rabu 13 Maret 2019, kisah ini bermula ketika sang korban, Li, sedang berada di ATM sendirian. Saat sedang menarik uang, seorang pria mendekatinya dan menodongkan sebilah pisau.

 

 Tak Tega Lihat Saldo Tabungan, Perampok Kembalikan Uang Korban

 

Berada dalam ancaman perampok yang ingin mengambil semua uangnya, Li tak bisa bertindak lain selain pasrah menyerahkan uang senilai 2.500 yuan (Rp5,13 juta) kepada perampok.

Rupanya si perampok masih belum puas dengan uang yang baru ditarik Li. Pria itu lantas memaksa melihat saldo tabungannya.

4 dari 6 halaman

Dan Inilah yang Terjadi

Setelah melihat saldo Li, si perampok berubah pikiran. Dia malah berbalik menjadi iba.

Saldo di tabungan Li sama sekali kosong. Entah apa yang merasuki pikirannya, si perampok mengembalikan uang Rp5 juta tadi kepada Li.

Ketika meninggalkan ATM, kamera CCTV menangkap wajah perampok sedang melempar senyum. Video ini viral di dunia maya dan warganet tersentuh dengan sikap perampok. Uwu…

Belakangan, pelaku tertangkap oleh polisi karena aksi perampokan. Walaupun dicekal, puja-puji warganet kepada pria ini pun bertaburan. (Sah)

5 dari 6 halaman

Bukan Ingin Kaya, Ini Alasan Terbesar Orang Butuh Tabungan

Dream – Sahabat Dream, punya tabungan? Sebagian besar orang menganggap menabung adalah cara untuk memupuk kekayaan. Anggapan itu tak sepenuhnya salah. Tapi tabungan ternyata memiliki dimensi lain khususnya yang berkait dengan emosional seseorang. 

“ Uang bertendensi menjadi area yang emosional di kehidupan orang-orang. Jadi, tidak terkejut jika mereka berpikir tentang uang secara rutin. Banyak cara untuk berdamai dengan kekhawatiran itu,” kata perencana keuangan bersertifikat di Bone Fide Wealth, Douglas Boneparth, dilansir dari CNBC, Jumat 12 Juli 2018.

Boneparth menyarakan seseorang yang dilanda kecemasan soal uang harus segera mencari informasi sebanyak mungkin untuk keluar dari kondisi tersebut. Cara singkatnya adalah dengan berkonsultasi dengan perencanaan keuangan.

Pendidikan itu kunci dan itu cara bagaimana kamu bisa berdamai dengan emosi,” kata dia.

Menurut Bonepart, menabung memang bisa membuat kondisi emosioonal seseorang menjadi lebih tenang. Dengan tabungan, orang merasa lebih terpacu dan semakin dekat dengan tujuan keuangannya. 

6 dari 6 halaman

Bisa Depresi Kalau Tabungan Jebol

Sebaliknya, seseorang bisa menjadi depresi manakal mengetahui kondisi keuangannya berantakan dan tabungannya jebol. Untuk itulah, dia menyarankan agar ada manajemen keuangan.

“ Menabung untuk tujuan keuangan bisa menjadi sesuatu yang membuahkan hasil. Jadi, tetaplah fokus disipilin, dan kamu akan mendapatkan hal terbaik dalam hidup,” kata dia.

Yang tak kalah penting, Boneparth mengatakan satu hal yang bisa tetap menjagamu tetap berada dalam jalur adalah dengan menentukan target keuangan. Misalkan kamu berencana  untuk merintis bisnis, berkeluarga, atau membeli rumah.

“ Kamu ingin mengukur tujuan berdasarkan waktu dan nilai, lalu mengetahui target mana yang paling penting. Begitu banyak hal bermakna dalam kehidupan yang harus dilakukan. (Itu) tujuan yang ingin kamu capai untuk diri sendiri,” kata dia.

(Sah)

[crosslink_1]

BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie
Join Dream.co.id