Waduh! 11% Pegawai di Indonesia Tak Yakin Atasannya Orang Jujur

Dinar | Rabu, 17 Oktober 2018 09:16

Reporter : Syahid Latif

Padahal perilaku jujur sangat menentukan motivasi seorang pegawai.

Dream - Survei dari konsultan pengembangan kompetensi diri, Dale Carnegie, menemukan ada empat perilaku pemimpin yang bakal menentukan laju perusahaan. Sayangnya empat hal penting itu kerap kali luput dari perhatian para bos.

Dalam survei bertajuk Global Leadership Study, terungkap jika banyak pemimpin yang merasa sudah kompeten dalam memimpin perusahaan atau organisasinya. Namun tanpa sadar perilaku yang ditunjukan selama ini ternyata berdampak negatif pada bawahannya.

" Inilah yang disebut `titik buta`," ujar Director National Marketing Dale Carnegie Indonesia, Joshua Siregar dalam keterangan tertulis yang diterima Dream.

Keempat perilaku titik buta seorang pemimpin itu adalah menunjukan apresiasi, mengakui kesalahan, sungguh-sungguh mendengarkan, dan kejujuran pada diri sendiri maupun orang lain.

Meski empat perilaku itu dianggap penting, Dale Carnegie menemukan hanya sedikit bos atau pemimpin yang melakukannya dengan konsisten.

Dalam perilaku menunjukan apresiasi, tercatat hanya 36 persen saja pegawai atau pimpinan yang konsistem melakukannya. Begitu pula dengan perilaku mengakui kesalahan sevesar 37 persen, sungguh-sungguh mendengarkan (36%), dan kejujuran (32%).

Studi ini melibatkan sekitar 4.400 pekerja tetap di 17 negara dan empat benua - termasuk Indonesia. Pihak yang diterima mulai dari tingkat karyawan hingga direktur atau pemilik perusahaan, dengan metode online web-based survey.

Di Indonesia, studi menyertakan sekitar 205 pekerja dari perusahaan kecil hingga besar,

 

Waduh! 11% Pegawai di Indonesia Tak Yakin Atasannya Orang Jujur
Ilustrasi (© 2018 Http://www.shutterstock.com)
2 dari 3 halaman

Pegawai di Indonesia Tak Yakin Atasannya Jujur

Khusus untuk perilaku kejujuran pada diri sendiri maupun orang lain, tingkat persentase paling kecil dibandingkan tiga perilaku lainnya. Survei tersebut bahkan menunjukkan 11 persen karyawan di Indonesia merasa atasan mereka jarang atau tidak pernah bersikap jujur dan dapat dipercaya oleh orang lain.

“ Minimnya angka pemimpin yang konsisten terhadap perilaku jujur akan mempengaruhi kinerja karyawan," kata Stephen Siregar, Area Director Dale Carnegie Indonesia.

Dia menyarankan para pemimpin sebaiknya mengetahui dan mengatasi titik-titik buta mereka agar karyawan merasa termotivasi dan terinspirasi dengan pekerjaannya.

Studi tersebut juga memaparkan bahwa penting bagi seorang pemimpin untuk memiliki keandalan eksternal dan internal yang dapat meningkatkan tingkat kepercayaan karyawannya. Keandalan eksternal mengacu kepada perilaku pemimpin yang jujur dan dapat dipercaya saat berhadapan dengan orang lain.

Memiliki pemimpin yang jujur dan dapat dipercaya, akan membuat motivasi karyawan meningkat hingga 41 kali. Sebaliknya, bila pemimpin di Indonesia jarang atau tidak pernah jujur dengan orang lain, 64 persen bawahannya akan mengundurkan diri dalam waktu 1 tahun.

 

3 dari 3 halaman

10% Pegawai Nilai Atasannya Tak Konsisten

 Pencuri Uang© © 2018 http://www.shutterstock.com

Sementara untuk keandalan internal mengacu pada pemimpin yang konsisten dalam berbicara dan bertindak sesuai prinsip dan keyakinan mereka. Yang mengejutkan, hanya 35 persen karyawan di Indonesia menilai pemimpin mereka selalu konsisten dalam berbicara dan bertindak sesuai prinsip dan keyakinan mereka. 

Sebanyak 55 persen audiens merasa pemimpin terkadang saja konsisten dalam berbicara dan bertindak sesuai prinsip dan keyakinan mereka. Sisanya 10 persen meyakini pemimpin jarang atau tidak pernah konsisten dalam berbicara dan bertindak sesuai prinsip dan keyakinan mereka.

" Ketika pemimpin di Indonesia konsisten dalam berbicara serta bertindak sesuai prinsip dan keyakinan mereka, karyawan akan 45 kali lebih termotivasi dalam pekerjaannya dibanding dengan atasan yang jarang atau tidak pernah bisa jujur pada dirinya sendiri."

(Sah)

Join Dream.co.id