Wabah Virus Corona, Bisnis Properti Indonesia Aman?

Dinar | Kamis, 6 Februari 2020 19:36
Wabah Virus Corona, Bisnis Properti Indonesia Aman?

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an

Virus corona memukul beberapa sektor bisnis, bagaimana dengan properti?

Dream - Dalam beberapa waktu, novel coronavirus (2019-nCoV) atau virus corona dari dari Wuhan, Tiongkok menjadi momok menakutkan bagi warga dunia. Virus tersebut sudah menyebar ke negara lain, termasuk Amerika Serikat.

Dengan adanya virus corona semakin merebak, bagaimana dengan pengaruh bisnis properti di Indonesia?

Sekjen Dewan Pimpinan Pusat Real Estat Indonesia (REI), Amran Nukman mengatakan, dampak dari merebaknya virus corona dapat menghentikan aktivitas ekonomi.

“ Bicara virus Corona ini menghentikan dengan seketika banyak aktivitas ekonomi. Demo di Hongkong saja berhenti gara-gara itu (virus corona)," kata Amran di Jakarta, Kamis 6 Februari 2020.

Amran mengatakan, pengaruh besar bagi industri properti di Tanah Air ketika memiliki investor dari Tiongkok. Menurutnya, proyek yang sudah dijadwalkan akan selesai pada periode tertentu bisa saja mundur akibat virus corona ini.

“ Yang paling pengaruhnya misalnya developer membangun highrisk butuh lift. Sementara, lift-nya dari China kan stop dulu, yang tadinya target pembangunan selesai dalam tahun ini atau tahun depan mungkin akan mundur,” kata dia.

Saat ini, pemerintah Indonesia menolak masuk warga negara asing dan barang-barang yang berasal dari China. Hal itu bertujuan untuk menangkal masuknya virus corona yang mematikan itu.

“ Jadi orang yang tadinya ada rencana bisnis meeting bikin PKO atau PKS di sini jadi terhambat dari sisi investor,” kata dia.

2 dari 6 halaman

Pedagang Cemas, Harga Bawang Putih Naik Dua Kali Lipat Karena Isu Virus Corona

Dream - Pemerintah akan menghentikan sementara impor beberapa komoditas dari Tiongkok terkait kekhawatiran akan penyebaran virus corona. Salah satu komoditas tersebut adalah bawang putih.

Penghentian impor bumbu dapur tersebut memicu kehebohan di masyarakat. Harga bawang putih perlahan-lahan merangkak naik.

Dikutip dari Merdeka.com, Rabu 5 Februari 2020, pedagang bawang putih di Pasar Gondangdia, Warsih, mengaku harga bawang naik sejak pemberitaan wabah virus corona marak.

“ Bawang naik, mungkin karena kemarin ramai masalah penyakit corona,” ujar Warsih kepada Merdeka.com di Jakarta.

Harga bawang putih ini meroket hingga dua kali lipat. Sebelum ada pemberitaan virus corona, harga bawang putih di pasar senilai Rp25 ribu-Rp30 ribu.

“ Sekarang bisa sampai Rp60 ribu,” kata dia.

 

 Pedagang Cemas, Harga Bawang Putih Naik Dua Kali Lipat Karena Isu Virus Corona© Dream

 

Diakui Warsih, kini bawang putih sepi pembeli akibat dari lonjakan harga yang tinggi. " Sekarang yang belanja sepi, karena naik mas," ungkap dia.

Warsih berharap pemerintah bisa mengatasi hal ini agar masyarakat bisa membeli bawang dengan harga yang terjangkau.

Nasib yang sama juga dialami, Pur. Dia mengeluhkan tingginya kenaikan harga bawang putih. Apalagi semenjak ramai isu virus corona.

" Sekarang yang paling kelihatan pedagang bawang putih, sampai seratus persen lebih (kenaikan)," kata Pur.

3 dari 6 halaman

Konsumen `Menjerit`

Ditemui di tempat yang sama, ibu rumah tangga, Lastri, mengeluh harga bawang putih yang melonjak tinggi. Padahal, bawang putih termasuk barang kebutuhan pokok sebagai bumbu dapur.

“ Iya, nih. Mahal banget. Dari bulan Januarilah. Apalagi, bawang ini, kan, bumbu wajib,” kata dia.

Kini Lastri memilih untuk mengurangi jumlah pembelian bawang putih akibat dari kenaikan harga yang tinggi. Dia juga berharap supaya pemerintah bisa mengendalikan harga komoditas tersebut.

" Sekarang mesti diirit-irit biasanya beli bawang seminggu setengah kilo sekarang seperempat karena mahal," kata dia.

4 dari 6 halaman

Potensi Tularkan Virus Corona, Impor Hewan dan Bawang Putih dari China Disetop

Dream - Pemerintah berencana menghentikan sementara impor dari China. Kebijakan itu diambil terkait merebaknya virus Corona di Negeri Tirai Bambu tersebut.

“ Untuk menyetop belum ada. Jadi, kami mengadakan penundaan dulu,” kata Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto, dikutip dari Merdeka.com, Selasa 4 Februari 2020.

Saat ini, berbagai kementerian sedang mengkaji jenis komoditas impor yang datang dari China. Dalam rapat tersebut baru merencanakan jenis komoditas yang sekiranya bisa membawa virus corona. " Ini masih persiapan agar tidak salah sasaran produk impornya," tambah dia.

 

 Potensi Tularkan Virus Corona, Impor Hewan dan Bawang Putih dari China Disetop© Dream

 

Pemerintah Indonesia akan melakukan pendataan, khususnya yang berkaitan dengan hewan hidup. " Wild animal itu sudah pasti," kata Agus.

Begitu juga dengan produk holtikultura, seperti bawang putih. Jika berpotensi membawa virus pasti akan diberhentikan. Terkait komoditas lainnya, pemerintah masih melakukan pertimbangan.

Agus memperkirakan baru besok data lengkap barang impor yang dilarang masuk. " Ini segera (diselesaikan) mungkin besok sudah komplit," ujar dia.

5 dari 6 halaman

Cari Negara Alternatif

Kalau memang ada komoditas yang diimpor dari China tidak bisa digantikan, pemerintah akan mencari alternatif dari negara lain.

Pendataan dilakukan oleh berbagai kementerian, seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan dan Bea Cukai.

" Nah ini harus akurat karena pergerakannya sangat cepat dan ini butuh keputusan bersama yang akurat," kata dia.

6 dari 6 halaman

Wabah Corona, Garuda Setop Penerbangan ke Tiongkok

Dream - Usai Lion Air Group, kini PT Garuda Indonesia Airlines Tbk menghentikan sementara penerbangan rute Tiongkok. Pembatalan ini menyusul peningkatan wabah virus corona dan status darurat global yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO).

Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 3 Februari 2020, penghentian penerbangan dari dan ke Tiongkok berlaku mulai 5 Februari 2020 pukul 00.00 hingga waktu yang akan ditentukan. Rute Tiongkok yang dihentikan sementara adalah Beijing, Shanghai, Guangzhou, Zhengzhou, dan Xi’an.

Maskapai penerbangan pelat merah ini melayani sebanyak 30 frekuensi penerbangan setiap minggunya ke Tiongkok.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, mengatakan penghentian penerbangan rute Tiongkok merupakan antisipasi penyebaran virus. BUMN ini ingin mengutamakan keselamatan penerbangan, penumpang, dan awak kabin.

 

 Wabah Corona, Garuda Setop Penerbangan ke Tiongkok© Dream



“ Garuda Indonesia terus memantau situasi terkini serta dan akan mengambil tindakan yang diperlukan termasuk memberikan informasi terbaru khususnya terkait tindak lanjut atas layanan operasional penerbangan,” kata Irfan di Tangerang, Banten.

Melalui penundaan sementara penerbangan ke Tiongkok tersebut, Garuda Indonesia memberlakukan kebijakan yang fleksibel terkait mekanisme reschedule dan reroute untuk layanan penerbangan dari dan menuju Tiongkok.

Irfan juga menyarankan penumpang untuk mengecek jadwal penerbangan secara berkala melalui media sosial Garuda Indonesia, terutama rute-rute yang rawan penyebaran virus corona.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai ketentuan mekanisme refund, perubahan jadwal dan reroute rute penerbangan, penumpang dapat menghubungi Call Center Garuda Indonesia (24 jam) di nomor 021-2351 9999 dan 0804 1 807 807. www.garuda-indonesia.com dan Twitter @GarudaCares.

Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam
Join Dream.co.id