Wabah Virus Corona di China Ancam Pasokan Elektronik Dunia

Dinar | Kamis, 13 Februari 2020 11:36
Wabah Virus Corona di China Ancam Pasokan Elektronik Dunia

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Negara Tiongkok punya peran penting dalam rantai pasok manufaktur global.

Dream - China memainkan peran penting dalam rantai pasokan manufaktur global. Mereka menyumbang 30 hingga 40 persen total ekspor tekstil dan alas kaki dunia.

Tak hanya itu, Negeri Tirai Bambu itu memasok 20 persen mesin dan peralatan listrik dunia. Itu pun belum termasuk pengiriman tidak langsung melalui Hong Kong.

Tapi, kini China menjadi pusat wabah virus Corona. Hingga kini virus mematikan itu belum ada penangkalnya. Lantas, apakah wabah itu berpengaruh etrhadap pasokan barang-barang dari China?

Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, ekonom DBS Research, Ma Tieying, mengatakan, wabah ini berisiko efek limpahan negatif di kawasan. Sektor tekstil dan elektronika global tentunya paling rentan terhadap gangguan terhadap rantai pasokan China.

“ Dampak terparah akan dirasakan oleh Taiwan, Korea Selatan, dan Vietnam, baik dalam bentuk penundaan produksi hilir maupun kekurangan pasokan bahan baku hulu,” kata Tieying.

Menurut dia, wabah ini menguji kemampuan manajemen krisis pemerintahan China dan membuat tata kelola publik, infrastruktur kesehatan, komunikasi massa, perlindungan lingkungan, dan masalah lain yang menjadi sorotan dunia.

Dalam jangka panjang, kepercayaan investor terhadap China bisa melemah. Ini akan merombak rantai pasokan oleh perusahaan multinasional yang berbasis di China. Beberapa perusahaan multinasional mulai mengalihkan produksi dari China ke negara tetangga, seperti Vietnam dan Taiwan, dalam beberapa tahun terakhir sebagai reaksi terhadap perang dagang China-AS.

“ Kecenderungan diversifikasi ini kemungkinan akan semakin kuat,” kata Tieying.

2 dari 7 halaman

Rantai Pasok Elektronik yang Sangat Penting

Peran China dalam rantai pasokan elektronika sangat penting. Hampir setengah dari 800 basis produksi global Apple saat ini ada di China.

Sementara itu, sekitar 30 perusahaan China daratan sekarang berada dalam daftar 200 pemasok utama Apple, termasuk yang membuat pengeras suara, layar, baterai, panel datar, dan terlibat dalam pengemasan/pengujian sirkuit terpadu.

Apalagi, pusat wabah virus corona, Provinsi Hubei, adalah salah satu pusat manufaktur utama China di sektor baja, mobil, dan elektronika (antara lain semikonduktor, panel datar, dan komponen elektronika).

Henan, provinsi tetangganya, adalah basis produksi utama untuk perusahaan teknologi Taiwan Foxconn, penyedia jasa maklon (kontrak manufaktur) terbesar Apple dan perakit iPhone.

Dengan mencermati rantai pasokan kawasan akan terlihat bahwa China mengimpor sebagian besar barang setengah jadi dari Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan. Di sisi lain, tujuan utama produk antara buatan China adalah Korea Selatan dan Jepang, diikuti oleh India dan Vietnam.

Taiwan dan Korea Selatan sangat tergantung pada China untuk mendukung ekspor produk setengah jadi mereka dan 40 persen ekspor ditujukan untuk pasar China, Vietnam, dan pasokan barang setengah jadi dari China.

3 dari 7 halaman

Mitsubishi Fuso Waswas Sentimen Negatif Virus Corona

Dream - Eskalasi dampak virus corona sejak akhir 2019 menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan di dunia usaha. Penyebaran wabah penyakit mematikan itu membuat semua pihak khawatir.

Produsen kendaraan niaga salah satunya. Mereka bersiap menghadapi virus corona yang diprediksi berdampak pada penjualan. Terutama varian truk untuk kebutuhan logistik impor dan ekspor.

" Jika belum bisa jawab apakah akan berdampak pada penjualan kita. Itu perlu waktu untuk melihatnya. Tapi kita perlu waspada (virus corona)," ujar Duljatmono, Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB)--distributor resmi kendaraan niaga dari Mitsubishi Fuso Truck and Bus Corporation (MFTBC) di Jakarta, Selasa 11 Februari 2020.

 Mitsubishi Fuso© shutterstock.com

Menurutnya, tidak bisa dipungkiri adanya keterkaitan bisnis industri antara Indonesia dengan China. Mulai dari kelapa sawit dan batu baru.

" Saat ini demand kendaaran untuk logistik meningkat. Tapi kita juga harus siap jika kondisi permintaan pasar turun (akibat virus corona)," imbuh pria yang akrab disapa Momon.

Tentu sejumlah startegi sudah disiapkan KTB, demi menjaga posisi market shared di pasar kendaraan niaga Tanah Air.

4 dari 7 halaman

Ada Tiga Faktor

Ada tiga faktor yang membuat KTB optimis penjualan bisa tumbuh. Pertama, adalah selesainya masa Pemilu yang terjadi di 2019 lalu.

Kedua adalah sektor logistik yang terus bertumbuh sejak akhir 2019 lalu. sektor logistik adalah pendukung utama bagi kendaraan komersial dengan persentase mencapai 50-60 persen.

Terakhir adalah komitmen pemerintah dalam membangun infrastruktur di Tanah Air.

" Penjualan semester 1 tahun ini akan meningkat ketimbang periode yang sama tahun 2018. Kemudian secara bertahap di semester 2 bisa terus meningkat," tutur Duljatmono.

KTB memprediksi pasar kendaraan niaga akan bertumbuh sekitar 7% di tahun 2020 sehingga berani menargetkan penjualan 46.900 unit. Dengan rincian target Colt Diesel 40.400 unit, target Mitsubishi Fuso dan Fighter 6.500 unit.

5 dari 7 halaman

Dampak Virus Corona ke Pasar Saham RI Belum Jelas

Dream - Wabah virus corona menjadi kekhawatiran semua negara. Virus yang bermutasi menjadi 2019-nCoV ini telah menelan korban jiwa hingga 1.018 orang.

Dalam beberapa hari terakhir, pasar modal dunia khusus Asia diliputi kecemasan. Virus corona dikhawatirkan akan menyebabkan ekonomi China tertekan. Padahal Negeri Tirai Bambu itu tengah menjadi mesin ekonomi dunia saat ini.

Head of Investment Specialist Manulife, Freddy Tedja, mengaku dampak virus corona pada pasar modal Indonesia saat ini belum bisa diketahui dengan pasti. Para pelaku pasar modal masih terus mencermati perkembangan seputar penanganan virus yang telah mewabah ke 28 negara di dunia.

“ Kami belum tahu arahnya akan ke mana,” kata Freddy di Head of Investment Specialist Manulife, Freddy Tedja, Jakarta, Selasa 11 Februari 2020.

 

 Dampak Virus Corona ke Pasar Saham RI Belum Jelas© Dream

 

Jika berkaca dari wabah SARS pada 2003 dan MERS pada 2014, efek epidemik penyakit menular sebetulnya tidak memiliki kaitan yang kuat dengan laju pasar saham dunia.

Dikatakan bahwa saat ini penyebaran virus corona mencapai 42 ribu dan angka kematiannya 2 persen.

“ Terlihat tidak terlalu ada hubungannya antara pasar saham dan wabah,” kata dia.

Namun diakui Freddy, virus corona memang telah menyebabkan sejumlah bisnis yang melayani jasa seperti perhotelan mengalami dampaknya. Namun di sisi lain, sektor farmasi justru mengalami pertumbuhan.

“ Jadi, bisa saja offside dan tidak bisa dilihat pattern-nya,” kata dia.

(Laporan: Shania Suha Marwan)

6 dari 7 halaman

Bank Sentral China Jor-Joran Perangi Efek Virus Corona, Suntik Utang Rp591 T

Dream - Bank Sentral Tiongkok, People’s Bank of China (PBOC) berencana memberikan pinjaman senilai 300 miliar yuan (Rp591,26 triliun) untuk membantu mengatasi dampak virus corona ke sejumlah perusahaan. Pinjaman ini akan disaluarkan lewat program re-lending ke sejumlah bank yang memenuhi persyaratan.

Dikutip dari Straits Times, Selasa 11 Februari 2020, PBOC akan mulai program seri pertama pada 10 Februari 2020 dilanjutkan dengan penawaran fasilitas pinjaman ke sejumlah bank akhir bulan ini.

Sebanyak sembilan bank nasional dan beberapa bank lokal di sepuluh provinsi yang memenuhi syarat akan mendapatan pendanaan khusus dari PBOC. Sepuluh provinsi itu termasuk Zhejiang, Guangdong, Beijing, dan Shanghai.

 

 Bank Sentral China Jor-Joran Perangi Efek Virus Corona, Suntik Utang Rp591 T© Dream

 

“ Pendanaan ini ditujukan untuk membantu perusahaan di tingkat nasional dan lokal,” kata Wakil Gubernur PBOC, Liu Guoqiang.

PBOC sebelumnya telah mengingatkan agar bantuan pinjaman ini diarahkan pada aktivitas produksi dan bisnis yang terkait dengan program memerangi virus corona. Lembaga keuangan diinstruksikan menawarkan pinjaman dengan suku bunga 100 bps di bawah tingkat bunga suku pinjaman setahun.

“ Bank perlu meninjau dan mengeluarkan pinjaman dengan cepat,” kata Liu.

Pihaknya juga akan melacak penggunaan dana dan menghukum setiap pelanggar.

7 dari 7 halaman

Tekan Kerugian Industri

Langkah ini bertujuan untuk menekan kerugian dari bisnis ritel dan industri akibat virus corona. Pakar memprediksi wabah ini akan memangkas pertumbuhan ekonomi Tiongkok pada kuartal pertama hingga dua persen.

“ Jika terbukti penyebarannya bisa ditahan, Tiongkok menyiratkan dampak negatif,” kata ekonom di Barclays, Christian Keller.

Bank sentral juga tengah mengajukan suntikan dana 1,2 triliun yuan sekitar (Rp2.356,06 triliun ke pasar uang untuk mendukung pemerangan virus. Pendalaman pasar ini bergantung kepada “ kecepatan” penyebaran virus serta sejauh mana kegiatan perekonomian terhenti.

Cara Samuel Rizal Terapkan Hidup Sehat Pada Anak
Join Dream.co.id