'Dihantui' Corona, Indeks Syariah Rontok

Dinar | Jumat, 28 Februari 2020 16:31
'Dihantui' Corona, Indeks Syariah Rontok

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Nasib IHSG juga masih suram.

Dream - Wabah virus corona masih menghantui pasar modal di Indonesia. Indeks syariah dan IHSG masih mendekam di zona merah.

Pada Jumat 27 Februari 2020, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 3,485 poin (2,17%) ke level 156,750. Wabah virus corona membenamkan ISSI seharian setelah indeks ini dibuka di 158,042. ISSI sempat tersungkur ke level 153,027.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), turun 14,709 poin (2,54%) ke level 565,007.

Indeks JII70 " nggelinding" 4,593 poin (2,54%) ke level 190,352.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 82,990 poin (1,50%) ke level 5.452,704.

2 dari 6 halaman

Yah, Semua Indeks Sektoral Membara

Aksi jual investor membuat semua indeks syariah tiarap. Sektor industri aneka amblas 5,85 persen, pertanian 4,21 persen, dan barang konsumsi 3,17 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah IBST yang harga sahamnya melesat Rp1.000, JECC Rp875, ITMG Rp275, COCO Rp175, dan TPIA Rp175.

Sebaliknya, yang menjadi top loser kali ini adalah STTP yang harganya merosot Rp2 ribu, GMTD Rp975, UNTR Rp975, AALI Rp775, dan ASII Rp425.

Dari pasar uang, rupiah bisa bernapas sedikit lega. Pada 16.12, nilai tukar dolar AS melemah 45 poin (0,32%) ke level Rp13.980 per dolar AS.

3 dari 6 halaman

Makin Cemas dengan Virus Corona, Indeks Syariah Tiarap

Dream - Ketakutan investor akan virus Corona makin menjadi. Kondisi itu membuat tiga pasar modal syariah dan IHSG berjatuhan pada penutupan Kamis 27 Februari 2020.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 3,092 poin (1,89%) ke level 160,235. ISSI dibuka melemah di 163,326 dan terus melemah hingga level 159,626. Indeks ini sempat menguat ke 163,618, namun penguatannya tak berlangsung lama.

 

 Makin Cemas dengan Virus Corona, Indeks Syariah Tiarap© Dream



Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) merosot 13,879 poin (2,34%) ke level 579,716.

Indeks JII70 turun 4,441 poin (2,23%) ke level 194,945.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles 153,227 poin (2,69%) ke level 5.535,694.

4 dari 6 halaman

Semua Indeks Melemah

Semua indeks syariah terjun bebas. Penjualan saham terbanyak terjadi di sektor keuangan sehingga indeksnya melorot 3,94 persen, industri dasar 2,67 persen, pertambangan 2,43 persen, dan barang konsumsi 2,36 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah IBST yang harga sahamnya naik Rp1.375, ALDO Rp88, MIKA Rp70, AALI Rp50, dan CSRA Rp50.

Sebaliknya, yang terkoreksi kali ini adalah CTBN senilai Rp780, TCPI Rp550, UNTR Rp425, ICBP Rp275, dan TPIA Rp275.

Sentimen ini membuat rupiah melemah. Pada 16.30, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah menguat 24 poin (0,17%) ke level Rp13.954 per dolar AS.

5 dari 6 halaman

Indeks Syariah Rontok Akibat `Ulah` AS dan Virus Corona

Dream - Indeks syariah terjun bebas pada perdagangan Rabu 26 Februari 2020. Sentimen negatif dari wabah virus corona yang menyebabkan Wall Street dan bursa regional berguguran membuat investor menjauh dari lantai bursa.

Sentimen negatif juga datang dari langkap sepihak pemerintah Amerika Serikat yang mengeluarkan Indonesia dari status negara berkembang. Keputusan itu dikhawatirkan akan membuat Indonesia tak bisa mendapat berbagai fasilitas perdagangan yang selama ini dinikmati.

Investor nyaris tak mendengar sentimen positif dari dalam negeri. Sebaliknya, pelaku pasar mendapat pernyataan dari Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, yang memperkirakan defisit anggaran 2020 akan melebar dari yang ditetapkan dalam APBN yaitu sebesar 1,76 persen.

 

 Indeks Syariah Rontok Akibat Ulah AS dan Virus Corona© Dream

 

Dengan berbagai sentimen negatif tersebut, indeks saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) langsung berguguran di awal perdagangan. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan tengah pekan ini dengan terjun bebas 3,217 poin (1,93%) ke level 163,327. ISSI terus tiarap di zona merah setelah dibuka di melemah di level 165,441 saat sesi pra-pembukaan.

Koreksi tajam menghantam dua indeks bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII), rontok sampai 15,985 poin (2,62%) ke level 593,595.

Sementara indeks JII70 terjun 5,238 poin (2,56%) ke level 199,386.

Tekanan jual yang sangat kuat dari pelaku pasar membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak berdaya. IHSG rontok 98,217 poin (1,69%) ke level 5.688,921.

6 dari 6 halaman

Indeks Sektoral Terbakar

Semua indeks sektoral mengalami pelemahan. Koreksi terbesar terjadi pada sektor industri aneka yang ambruk 4,32 persen, manufaktur 2,58 persen, dan industri dasar 2,34 persen.

Emiten syariah pencetak toip gainer kali ini adalah IBST yang harga sahamnya meningkat Rp900, EPMT Rp270, PLIN Rp250, GHON Rp195, dan ITMG Rp150.

Sebaliknya, yang menjadi top loser kali ini adalah TPIA yang harga sahamnya melorot Rp500, CPIN Rp425, INTP Rp375, dan AALI Rp325.

Dari pasar uang, rupiah terkoreksi. Pada 16,27, nilai tukar dolar AS menguat 73 poin (0,52%) ke level Rp13.933.(Sah(

Join Dream.co.id